“Akulah Jalan, dan Kebenaran, dan Hidup” – Yoh. 14:6

Pendahuluan
Yohanes 14 merupakan bagian dari Pidato Perpisahan (Farewell Discourse) yang dimulai dalam pasal 13:31, sesudah kepergian Yudas dari Ruang Atas, hingga doa Yesus dalam pasal 17. Pidato lebih merupakan sebuah percakapan ketimbang sebuah pidato yang monolog. Karena di dalamnya kita mendapati sejumlah pertanyaan dari para murid kemudian di jawab oleh Yesus.

  • Petrus menanyakan tentang ke mana Yesus akan pergi (13:36);
  • Thomas bertanya tentang jalan menuju tempat kepergian Yesus (14:5);
  • Filipus bertanya tentang Bapa (14:8); dan
  • Yudas [bukan Iskariot] bertanya tentang alasan Yesus menyatakan diri kepada mereka dan bukan kepada dunia (14:22). Continue reading

Narasi “Yesus Menyucikan Bait Suci”: Pertimbangan Selanjutnya

Saya sudah menulis dua note mengenai masalah kronologi narasi “Yesus Menyucikan Bait Allah”. Dalam dua note tersebut saya mempertahankan klaim bahwa Yesus menyucikan Bait Allah sebanyak dua kali (baca di sini dan di sini).

Setelah note saya yang kedua dipublikasikan, saya berdiskusi dengan salah seorang member CLDC yang mempertahankan klaim bahwa hanya terjadi satu kali penyucian Bait Allah. Alasan utamanya adalah Yohanes tidak bertendensi kronologis, melainkan “kairologis” (mementingkan signifikansi peristiwa tersebut dalam kerangka tulisannya). Alasan ini mengasumsikan bahwa pertimbangan historis (yang menjadi basis tuduhan Ehrman yang saya bahas dalam note yang kedua) bukanlah pertimbangan yang utama, melainkan Continue reading

“Yesus Menyucikan Bait Allah”: Sebuah Respons terhadap Bart D. Ehrman

Beberapa hari lalu saya menulis sebuah note tentang masalah kronologi pengisahan narasi “Yesus Menyucikan Bait Suci” dalam Kitab-kitab Injil. Dalam note tersebut saya mengemukakan salah satu indikator kuat yang mendukung pandangan bahwa Yesus bukan hanya melakukan satu kali tindakan penyucian terhadap Bait Suci sebagaimana yang umumnya diasumsikan oleh banyak penafsir. Sebetulnya tindakan penyucian terhadap Bait Suci terjadi sebanyak dua kali. Yang pertama terjadi di awal pelayanan Yesus (Yoh. 2:13-16), sedangkan yang kedua terjadi beberapa saat menjelang akhir pelayanan Yesus (Mat. 21:12-13; Mrk. 11:15-17; Luk. 19:45-46) (baca di sini). Continue reading

Yesus Menyucikan Bait Suci: Satu Kali atau Dua Kali?

Narasi tentang Yesus menyucikan Bait Suci muncul di dalam Injil Yohanes (2:13dst) dan Injil-injil Sinoptik (Mat. 21:12-13; Mrk. 11:15-19; Luk. 19:45-48). Pengamatan sekilas akan hal ini, langsung memperhadapkan kita dengan pertanyaan mengenai kronologinya. Yohanes menempatkan kisah ini di awal pelayanan Yesus, sementara para penulis Injil Sinoptik menempatkannya beberapa saat menjelang akhir pelayanan Yesus. Hal ini dipicu oleh kemiripan-kemiripan pengisahan Yohanes dan Injil Sinoptik, yang sepertinya mengisahkan satu peristiwa yang sama. Bila itu adalah peristiwa yang sama, maka salah satunya pasti salah [secara urutan historis]. Lain halnya, bila Yesus dua kali melakukan Continue reading

Signifikansi Kata “Harus” dalam Yohanes 4:4

“Ia harus melintasi daerah Samaria” (Yoh. 4:4; LAI-ITB; penekanan ditambahkan)

Dalam note singkat ini, saya akan memusatkan perhatian pada signfikansi kata “harus” (Yun. edei, imperfek indikatif aktif dari kata dei) dalam Yohanes 4:4.

Setting

Yohanes 4:4 berada dalam konteks percakapan Yesus dengan seorang perempuan Samaria yang terjadi ketika Ia sedang dalam perjalanan menuju Continue reading

Perdebatan Mengenai Terjemahan Frasa “Pneuma Ho Theos” (Yoh. 4:24)

Perdebatan ini terjadi pada thread yang diposting oleh Abdul Salam mengenai apakah Allah adalah Roh? (Untuk menyimak komentar lengkap pada thread ini, lihat:  https://www.facebook.com/groups/Menjawab.berbagai.gosip.miring.ttg.kekristenan/permalink/228793100523577/)

Dalam perdebatan tersebut, tampillah J.P. Jones yang menolak semua argumentasi rekan-rekan Kristen bahwa Alkitab tidak pernah secara eksplisit menyatakan bahwa Allah adalah Roh.

Berikut ini, saya arsipkan perdebatan saya dengan J.P.Jones pada thread tersebut mengenai terjemahan frasa “pneuma ho theos” dalam Yohanes 4:24. Semoga arsip ini bermanfaat. Selamat membaca. Continue reading

Tentang Frasa καὶ θεὸς ἦν ὁ λόγος (Yoh. 1:1c)

Pendahuluan
Di dalam sejarah Doktrin Kristologi, kita mengenal dua bidat yang pernah muncul di dalam sejarah, bahkan sampai saat ini masih terus hidup dengan berbagai bentuk di dalam tubuh kekristenan. Kedua bidat tersebut adalah Arianisme dan Sabelianisme. Arianisme, secara umum percaya bahwa Yesus adalah ciptaan. Singkatnya Yesus bukan Allah. Di sisi lain, Sabelianisme menandaskan bahwa Bapa, Anak, dan Roh Kudus hanyalah semacam peran yang berbeda dari Pribadi yang sama. Artinya Bapa, Anak, dan Roh Kudus bukan Tiga Pribadi, melainkan Tiga Peran dari Pribadi yang sama. Continue reading