Home

Mengapa Muslims Harus Membayar Zakat?

Comments Off on Mengapa Muslims Harus Membayar Zakat?

Muslims seringkali memunculkan isu Kristenisasi di Indonesia. Isu yang sebenarnya hanya isapan jempol saja, seperti biasa. Menebar kebohongan, adalah salah satu keahlian teologis Muslims (taqiya). Muslims terbiasa mengklaim tanpa bukti – yang penting klaim dan klaim lalu nanti mereka menuntut orang lain yang harus membuktikan (shifting the burden of proof).

Mari kita asumsikan saja bahwa “Kristenisasi” adalah sebuah terminologi yang memuat etika yang buruk. Jika ada “Kristenisasi,” itu harus dianggap sebagai penyimpangan terhadap ajaran Kristen. Orang tidak boleh dibawa kepada Kekristenan dengan kecurangan, misalnya dengan menggunakan uang untuk membayar mereka agar menjadi Kristen. Satu-satunya daya tarik yang menjadi inti berita Kristen adalah Injil kasih karunia, penyaliban, kematian dan kebangkitan Yesus sebagai inti beritanya. More

Advertisements

Review of Rodney Stark’s “God’s Battalions: The Case for the Crusades”

Comments Off on Review of Rodney Stark’s “God’s Battalions: The Case for the Crusades”

9780061582615.jpg

God’s Battalions

God’s Battalion adalah sebuah buku yang sangat penting dengan materi yang kredibel, menantang serta membongkar asumsi umum yang sudah lebih dari satu abad menebar ke segala penjuru bumi bahwa Perang Salib adalah ‘noktah hitam’ dalam sejarah Kekristenan. Perang Salib dianggap sebagai sebuah kekejaman dan kejahatan atas nama agama (Kristen) yang dilakukan terhadap peace-loving Muslims. Asumsi tak berdasar ini ternyata adalah sebuah mitos yang secara masif disebarluaskan melalui klaim berulang dari berbagai tokoh dari semua golongan dan agama. Kekristenan dipaksa untuk mengaku bersalah. More

Apologetika Defensif dan Ofensif: Dialog Yesus dan Orang-orang Saduki (Mat. 22:23-33)

Comments Off on Apologetika Defensif dan Ofensif: Dialog Yesus dan Orang-orang Saduki (Mat. 22:23-33)

Yesus adalah seorang apologet, seorang pakar persuasi rasional pada masa hidup-Nya, sesuatu yang dapat kita baca dalam banyak bagian dalam Kitab-kitab Injil. Dalam tulisan ini, saya akan mengulas sebuah contoh nyata mengenai aktivitas apologetis Yesus dengan mengamati dialog Yesus dan orang-orang Saduki mengenai kebangkitan orang mati.

Matius mencatat bahwa orang-orang Saduki merancang sebuah jebakan dilematis bagi Yesus dengan mengangkat isu mengenai kehidupan setelah kematian. Kita mengetahui bahwa orang-orang Saduki “terkenal akan penolakan mereka terhadap kebangkitan, sebuah keyakinan yang menempatkan mereka sebagai oposisi dari orang-orang Farisi maupun para pengikut Yesus.” Mereka menolak tradisi-tradisi oral dari golongan Farisi, termasuk hanya menerima Pentateukh sebagai acuan otoritatif bagi iman mereka. (M.L. Strauss, “Sadducees,” in Joel B. Green, Jeannine K. Brown, and Nicholas Perrin (eds.), Dictionary of Jesus and the Gospels (2nd ed.; Downers Grove, Illinois: IVP Academic, 2013), 824-825). More

A Review of Robert R. Reilly: The Closing of the Muslim Mind: How Intellectual Suicide Created the Modern Islamist Crisis

Comments Off on A Review of Robert R. Reilly: The Closing of the Muslim Mind: How Intellectual Suicide Created the Modern Islamist Crisis

41e12xyzpml-_sx317_bo1204203200_Seorang sarjana Inggris bernama William Montgomery Watt menyatakan: “Disiplin sentral dalam Islam bukanlah pendidikan, melainkan yurisprudensi (hukum)”.

Kata-kata Montgomery di atas sangat tepat menggambarkan “core value” (nilai inti) dari Islam yang penekanannya bukan pada aspek intelektual, melainkan “power and will” (kekuasaan dan kehendak). Islam berarti “tunduk” (submission) secara mutlak kepada kehendak Allah. Dalam intonasi keyakinan dasar seperti ini, Anda tidak memerlukan intelektualitas sebagai intonasi mayornya. Semua yang Anda perlukan adalah sikap tunduk kepada apa pun yang dikatakan Allah dan Muhammad, maka Anda sudah boleh mengkalim sebuah kesalehan. Tanpa pertanyaan, tanpa perlawanan, tanpa refleksi kritis, kecuali satu hal: tunduk atau taat mutlak!
More

Charles Haddon Spurgeon, Khotbah, dan Riset

Comments Off on Charles Haddon Spurgeon, Khotbah, dan Riset

Saya baru saja memCharles Spurgeonbaca sebuah buku, Charles Spurgeon: The Prince of Preachers mengenai Charles Haddon Spurgeon (19 Juni 1834 – 31 Januari 1892) yang dikenang sebagai salah seorang pengkhotbah terbesar dalam sejarah Kekristenan. Selama 40 tahun, ia telah mengkhotbahkan lebih dari 3500 khotbah kepada lebih dari 10 juta orang (buku berisi koleksi khotbah-khotbahnya mencapai 65 volume). Tidak seorang pun pada masanya yang memiliki kemampuan berkhotbah dengan daya tarik yang sangat kuat hingga ribuan orang datang mendengarkannya berkhotbah setiap minggu. More

Book Review: What is a Healthy Church Member? (Mark 4)

Comments Off on Book Review: What is a Healthy Church Member? (Mark 4)

Thabiti M. Anyabwile, What is a Healthy Church Member? Wheaton, Illinois: Crossway Books, 2008. 127pp.

Thabiti memberi judul untuk bab mengenai tanda keempat dari seorang anggota Gereja yang sehat: A Healthy Chruch Member is Geniuinely Converted (Seorang Anggota Gereja yang Sehat adalah Petobat Sejati). Saya kira, ini adalah bab yang sangat penting karena istilah pertobatan sering digunakan oleh semua orang Kristen namun tidak banyak yang paham makna sesungguhnya dari pertobatan itu sendiri. More

Paulus Pembajak Injil yang Asli seperti Klaim Muslims?

Comments Off on Paulus Pembajak Injil yang Asli seperti Klaim Muslims?

Klaim bahwa Paulus adalah “pendiri” (founder) Kekristenan atau bahwa Paulus telah membajak (hijack) Injil Yesus yang asli lalu menjadikannya seperti yang dipercayai Kekristenan, merupakan sebuah klaim basi dan tanpa dasar historis sama sekali.

Klaim basi tanpa dasar historis di atas selalu dikumandangkan oleh Muslims di seluruh dunia sampai sekarang. Kita bisa memahaminya. Apalagi yang mereka bisa lakukan kecuali menelorkan dan membunyikan klaim basi di atas secara berulang, meskipun mereka tidak dapat mempresentasikan satu pun bukti sejarah untuk mendukung klaim tersebut? Mereka tidak memiliki pilihan lain selain menggabungkan diri ke dalam kebohongan demi kebohongan. Jika tidak, Qur’an dan Muhammad harus dianggap sebagai sebuah penyimpangan maha serius terhadap Injil Yesus Kristus. More

Siapakah Ayah Muhammad, Wahai Muslims?

Comments Off on Siapakah Ayah Muhammad, Wahai Muslims?

Muslims terbiasa menghafal tanpa mencerna. Maka ketika diperhadapkan dengan tantangan serius, otak mereka yang tidak terbiasa digunakan dengan baik itu lalu memunculkan berbagai excuses absurd.

Misalnya tentang siapa ayah kandung Muhammad yang sebenarnya. Muslims di seluruh dunia percaya (asumsi) tanpa pertanyaan bahwa ayah Muhammad adalah Abdullah putra Abul-Muttalib. Karena hanya sekadar menghafal, mereka tidak sadar akan masalah serius dari asumsi tersebut. More

Older Entries

%d bloggers like this: