Paragraf-paragraf di bawah ini merupakan cuplikan tesis Jonathan Edwards mengenai esensi kasih Allah dan komentar dari John Piper:

Jonathan Edwards:

“Kasih Allah bagi orang-orang berdosa bukanlah dengan cara Dia menganggap mereka sebagai orang-orang yang penting, melainkan dengan cara Ia membebaskan dan memampukan mereka dengan anugerah untuk menikmati tindakan menganggap Allah sebagai yang penting.”

John Piper:

“Allah adalah kebaikan tertinggi kita. Karena itu, jika Allah ingin melakukan kebaikan bagi kita, Dia harus mengarahkan kita kepada keberhargaan Diri-Nya, bukan keberhargaan kita. Pada masa kini, umumnya orang merasa dicintai jika Anda mementingkan mereka dan menolong mereka untuk merasa dihargai. Dasar utama dari kebahagiaan mereka adalah mereka dianggap sebagai orang yang penting.”

Jonathan Edwards:

“Orang-orang kudus yang sejati memiliki dalam akal budi mereka, tempat pertama, perasaan senang dan bergembira secara tidak terlukiskan dengan…hal-hal tentang Allah. Tetapi kebergantungan dari afeksi (perasaan) yang dimiliki oleh orang-orang munafik ada dalam urutan yang terbalik: mereka pertama-tama bersukacita…bahwa mereka dianggap sebagai orang yang penting bagi Allah; dan kemudian pada posisi tersebut, Allah tampaknya, sampai batas tertentu, menyenangkan bagi mereka.”

John Piper:

“Dengan kata lain, dalam pandangan Edwards, kebahagiaan adalah bahwa kita diberi anugerah untuk melihat keindahan Allah yang tak terbatas dan memperlakukan Dia sebagai yang penting untuk selama-lamanya. Manusia memang, pada faktanya, lebih daripada burung-burung di udara (Mat. 6:24). Akan tetapi, itu bukan dasar utama kebahagiaan kita. Secara sederhana, itu berarti kita diciptakan untuk mengagungkan kemuliaan Allah dengan menikmati Dia dalam suatu cara yang tidak pernah dapat dilakukan burung-burung.”

(Dikutip dan dijelaskan John Piper, Gairah Allah bagi Kemuliaan-Nya (Surabaya: Momentum, 2008), 21-22) berdasarkan tulisan Jonathan Edwards, The Religious Affections, ed. John Smith, The Works of Jonathan Edwards, Vol. 2 (New Haven: Yale University Press, 1959), 249-250). Buku ini telah diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia dengan judul: Afeksi Religius (Momentum)