Tokoh dan Latar Belakang
Mormonisme dicetuskan pada tahun 1830, oleh seorang berkebangsaan Amerika, bernama Joseph W. Smith. Semasa remaja – menurut ibunya – Smith adalah seorang yang buta huruf dan tidak menguasai isi Alkitab. Ia juga adalah seorang yang suka berkhayal. Pada tanggal 21 September 1823, Smith mengaku mendapat kunjungan dari malaikat bernama Moroni. Dari malaikat tersebut, Smith mendapat informasi bahwa pada tahun 420 M di sebuah bukit dekat Manchester, suatu perkampungan yang terletak di daerah New York, pernah ditanam lempengan-lempengan emas. Smith disuruh untuk mengambilnya. Setelah ditemukan, ia melihat di atas lempengan emas tersebut tertulis huruf-huruf Mesir. Untuk menerjemahkan huruf-huruf tersebut, ia mendapat bantuan Urim dan Tumim (dua batu undian yang ada dalam tutup dada pernyataan keputusan pada baju efod yang dipakai imam dan dipergunakan untuk mencari tahu kehendak Allah; bnd. Kel. 28:30), yang dipinjamkan oleh sang malaikat. Selanjutnya, malaikat itu mengambil kembali lempengan-lempengan emas tersebut. Karya terjemahan ini kemudian dijadikan Kitab Suci kaum Mormon. Pada tahun 1830 dicetak sebanyak lima ribu eksemplar di Palmyra, New York. Setelah Smith berhasil memperoleh pengakuan atas buku tersebut sebagai dasar dari satu perhimpunan keagamaan yang baru, maka ia lebih lanjut menulis buku-buku lain. Menurut pengakuannya bahwa buku-buku ini ditulis atas dasar ilham yang diperoleh dari kunjungan malaikat kepadanya, ia juga mengatakan pernah dikunjungi oleh Yohanes Pembaptis, Petrus, Yakobus, Yohanes, Musa, dan Elia.
Ironisnya, Smith yang mengaku mendapat ilham dan berjumpa dengan orang-orang kudus masa lampau, justru memiliki kehidupan moral yang tidak baik. Ia berpoligami dan menganjurkan para pengikutnya untuk mengambil banyak istri. Smith menyebut praktik perkawinan yang demikian dengan istilah perkawinan rohani. Ia mengakhiri hidupnya dengan meninggalkan 17 istri dan 56 anak. Smith meninggal karena dibunuh oleh massa yang berjumlah kurang lebih 200 orang. Joseph Smith dan saudaranya, Hyram Smith adalah penganut ajaran kebatinan. Dan itu terbukti ketika ia meninggal, ditemukan jimat Jupiter kantongnya. Ini dapat menjelaskan mengapa simbol-simbol kebatinan ada di tembok-tembok tempat ibadah orang-orang Mormon. Dan juga di bawah jubah yang di pakai oleh orang-orang Mormon yang pergi ke tempat ibadahnya di mana mereka mempelajari bersalaman secara rahasia, sumpah dengan darah, dan nama-nama rahasia yang diperlukan untuk ke surga. Pasca meninggalnya Smith, gereja Mormon ini boleh dikatakan mempunyai anggota terbanyak dibandingkan dengan bidat-bidat lainnya. Pada tahun 1960 anggotanya berjumlah 1.650.000 orang. Pada April 1981 dilaporkan bahwa jumlah anggota mereka sudah mencapai 4.638.000 orang dan tersebar di 83 negara. Sebanyak 30.000 orang misionaris Mormon tersebar di mana-mana dengan rajin menarik orang untuk menjadi anggotanya. Kebanyakan para misionaris atau pekerja mereka berstatus sukarela dengan tidak mendapat imbalan apa-apa. Di berbagai tempat didirikan bangunan-bangunan mewah.

Sumber Ajaran
1. Alkitab (sejauh diterjemahkan dengan benar sesuai dengan doktrin Mormon;
2. Buku Mormon (yang menurut pengakuan Smith merupakan wahyu dari Tuhan);
3. Doktrin dan Perjanjian-perjanjian (The Doctrine and Covenants yang berisi 135 pewahyuan dan pernyataan dari Joseph Smith tentang gereja yang telah dipulihkan); dan
4. The Pearl of Great Price (kumpulan tulisan-tulisan kuno maupun modern yang dianggap sebagai “klarifikasi” terhadap ajaran-ajaran yang telah hilang dari Alkitab termasuk catatan tambahan mengenai penciptaan bumi).
5. Joseph Smith juga mengumumkan bahwa pendeta Mormon yang berbicara dengan gerakan Roh Kudus itu adalah Firman Allah yang bisa mendatangkan keselamatan.

Pandangan Kultisnya
1. Allah tidak selamanya merupakan Mahkluk yang Tertinggi dalam alam semesta ini, namun Dia mencapai status itu melalui hidup yang benar dan usaha yang terus menerus. Allah Bapa memiliki “tubuh dari darah dan daging yang persis sama dengan yang dimiliki oleh manusia.” Sekalipun kemudian ditinggalkan oleh pemimpin-pemimpin Mormon di zaman modern, Brigham Young mengajarkan bahwa Adam sebenarnya adalah Allah dan bapa dari Yesus Kristus.

2. Ada tingkatan atau kerajaan yang berbeda-beda setelah kematian: Kerajaan Langit , Kerajaan Bumi dan Kerajaan Bintang dan Kegelapan. Di mana orang akan berada setelah mati bergantung pada apa yang mereka percaya dan lakukan dalam hidup ini.
3. Para pemimpin Mormon mengajarkan bahwa inkarnasi Yesus adalah hasil hubungan fisik antara Allah Bapa dan Maria. Mereka percaya bahwa Yesus adalah Allah, namun setiap manusia juga dapat menjadi Allah.
4. Keselamatan diperoleh melalui baptisan dan sakramen-sakramen dari gereja mormon.
5. Allah Bapa lebih besar dari Yesus Kristus, Yesus Kristus lebih besar dari Roh Kudus, dan Roh Kudus adalah pesuruh-Nya. Joseph Smith adalah Luciver. Yesus Kristus adalah kakak laki-laki dari Luciver.
6. Yesus menikah di Galilea. Istri-Nya adalah Maria, Marta, dan Maria-maria yang lain.
7. Perintah Allah yang utama adalah beranak cucu. Untuk menaati perintah ini, Adam terpaksa berdosa supaya ia dapat beranak cucu.
8. Gereja Mormon merupakan satu-satunya gereja yang benar. Itulah sebabnya, mereka yang menjadi anggota atau menerima sakramen dari gereja-gereja lain akan di adili pada hari penghakiman. Hanya penganut ajaran Mormon yang luput dari penghakiman.
9. Pernikahan tidak hanya terjadi di dunia, tetapi juga di sorga. Seorang anggota Mormon yang meninggal akan masuk ke dalam kemuliaan dan istri-istrinya menurut urutan juga akan masuk ke dalam kemuliaan. Jika ia diangkat sebagai raja untuk menguasai satu daerah, maka istrinya akan menjadi permaisuri.
(Disarikan dari berbagai sumber).