Tidak dijarang, saya menjumpai orang-orang yang berupaya menyanggah doktrin kepastian keselamatan bahwa doktrin ini dapat mengakibatkan orang menjadikannya sebagai lisensi untuk berbuat dosa semaunya. Benarkah begitu? Tidak!

Keselamatan adalah anugerah semata. Dan kepastiannya terletak atas kesetiaan Allah di dalam memelihara iman umat pilihan-Nya. Tetapi, anugerah ini tidak pernah dimaksudkan supaya olehnya seserang diberi kebebasan untuk berdosa. Bila saya mengasihi anak saya dan meluputkannya dari minum racun yang mematikan, apakah tindakan saya itu dimaksudkan supaya lain kali ia dapat dengan bebas meminum racun yang sama? Tentu tidak! Lalu, apa maksud anugerah ini diberikan? Apa hubungannya dengan orang-orang yang mengaku memiliki anugerah ini tetapi senang bergelimang “racun mematikan”? Apakah mereka benar-benar memiliki anugerah itu? Ataukah mereka sekadar mengklaim memiliki anugerah itu? Bagaimana menilai mereka?

Berikut ini, saya akan mencantumkan kutipan dari Dietrich Bonhoeffer. Saya menerjemahkan kutipan dari tulisan beliau yang berjudul: The Cost of Discipleship (New York: Macmillan, 1959), 47-48, 53.

Anugerah yang murah adalah pengampunan yang tanpa menuntut pertobatan, baptisan tanpa disiplin gereja, Komuni tanpa pengakuan dosa, pengampunan dosa tanpa pengakuan dosa pribadi. Anugerah yang murah adalah anugerah tanpa pemuridan, anugerah tanpa salib, anugerah tanpa Yesus Kristus, yang hidup dan menjelma.

Anugerah yang mahal adalah harta yang terpendam di ladang; demi harta itu seseorang dengan gembira akan pergi dan menjual segala miliknya. Anugerah yang mahal adalah mutiara mahal yang untuk mendapatkannya, si pedagang harus menjual semua barang-barangnya. Anugerah yang mahal adalah pemerintahan Kristus, yang untuk-Nya seseorang akan rela mencungkil matanya sehingga membuatnya jatuh tersandung; Anugerah yang mahal adalah panggilan Yesus Kristus yang menyebabkan seorang murid meninggalkan jalanya dan mengikut Dia.

Anugerah yang mahal adalah Injil yang harus terus-menerus dicari, karunia yang harus diminta, pintu yang seseorang harus mengetoknya.

Anugerah ini mahal karena menuntut kita supaya mengikuti, dan berupa anugerah karena memanggil kita untuk mengikuti Yesus Kristus. Anugerah ini mahal sebab menuntut dari seseorang seluruh hidupnya, dan berupa anugerah sebab memberikan kehidupan yang sejati kepada seseorang. Anugerah ini mahal sebab menghukum dosa, dan adalah anugerah sebab membenarkan orang berdosa. Di atas semuanya itu, anugerah ini mahal sebab menuntut Allah memberikan hidup Anak-Nya: “Engkau dibeli dengan harga tunai,” dan apa yang sangat mahal bagi Allah tidak murah bagi kita. Di atas semuanya itu, disebut anugerah sebab Allah tidak menganggap Anak-Nya terlalu sayang untuk dipakai membayar hidup kita, tetapi menyerahkan-Nya bagi kita. Anugerah yang mahal adalah Inkarnasi Allah….

Luther pernah berkata bahwa hanya anugerah yang mampu menyelamatkan; para pengikutnya mempelajari doktrinnya secara harafiah. Tetapi mereka meninggalkan konsekuensi logisnya yang selalu sama, yaitu kewajiban untuk menjalani pemuridan. Tidak perlu lagi bagi Luther untuk selalu menyebutkan konsekuensi logis itu secara eksplisit, karena ia selalu berbicara sebagai seorang yang telah dipimpin oleh anugerah menuju ujian-ujian yang ketat dalam mengikut Kristus. Dinilai berdasarkan doktrin Luther, Reformasi merupakan pewahyuan dari anugerah Allah yang mahal. Sayangnya diakhiri dan dihancurkan oleh sikap kekolotan para pengikutnya. Hal ini tidak bisa disangkal oleh mereka. Pembenaran orang berdosa di dunia diturunkan nilainya menjadi pembenaran dosa dan dunia. Anugerah mahal diubah menjadi anugerah yang murah tanpa pemuridan.