Beberapa minggu terakhir ini, aku sering bepergian. Waktu ku bersama anak-anak otomatis berkurang. Dua hari terakhir ini, tanggal 7-8 April 2012, aku mengikuti acara retreat PD Karpos, di Villa Hambalang, Sentul. Istri dan anak-anakku tak bisa ikut. Aku akan mengikuti Ujian Negara dan istriku bertugas mengetik ulang skripsiku. Waktu yang mempet itulah yang membuat mereka tak bisa menemaniku. Hari ini, seharian badanku tak enak. Rasanya letih sekali. Aku tidur seharian. Menjelang sore, istri dan anak-anakku datang. Dalam keadaan setengah sadar, aku merasakan ada sepucuk kertas diletakkan di telapak tanganku. Karena masih lelah, aku meneruskan lenaku. Sekitar satu jam kemudian, aku bangun. Buru-buru aku menengok sepucuk kertas yang tadi diletakkan di tanganku. Hmmm..mataku nanar. Tak percaya rasanya. Antara senang, bahagia, tapi juga sedih dan rasa bersalah meliputi perasaanku. Berulang kali kubaca isi surat yang ditulis oleh Nando saat aku bepergian. Isinya seperti yang tertera pada screenshot yang ku pasang di bawah ini. Heheh..rasanya aku menjadi seorang ayah yang dibuat tersanjung oleh putraku. Hmmm..Terima kasih Tuhan Yesus untuk kedua buah hatiku. Terima kasih untuk kepercayaan-Mu bagiku membesarkan mereka yang adalah milik-Mu, sebagaimana akupun milik-Mu.