Pada Hari Kamis, tanggal 19 Januari 2012, saya memosting sebuah note berjudul: “Tuhan Bersumpah Demi Kebanggaan Yakub? (Amos 8:7)” (baca di sini) di CLDC. Note ini ditulis untuk menyanggah Saudara Meneke Tehe yang menggunakan Amos 8:7 dalam asumsi bahwa Tuhan bersumpah demi sesuatu yang lebih rendah dari Diri-Nya.

Berikut ini adalah komentar-komentar perdebatan mengenai isi note ini. Lihat: https://www.facebook.com/groups/Menjawab.berbagai.gosip.miring.ttg.kekristenan/doc/267187690017451/

=====================

Meneke Tehe: Kesimpulan berdasarkan ulasan di atas, Amos 8:7 tidak berarti bahwa TUHAN bersumpah demi atau atas nama sesuatu yang lebih rendah dari Diri-Nya (kebanggaan Israel). Maksud dari ayat ini adalah Tuhan bersumpah melawan kebanggaan Israel. Tuhan menyerapahi kebanggaan Israel. Tuhan mengutuk kebanggaan Israel, yakni kemapanan ekonomi dan politisnya yang membuat mereka lupa diri.

Jadi, Amos 8:7 tidak dapat dipakai untuk menuduh TUHAN dalam Alkitab bersumpah demi sesuatu yang lebih rendah dari Diri-Nya.
——————————-
Kesimpulan? Hmm, secepat itukah? Belum lagi dibahas, apa sudah perlu disimpulkan? Bahkan dengan mengabaikan sama sekali terjemahan2 lainnya :

TB (1974) ©
Am 8:7 TUHAN telah bersumpah demi kebanggaan Yakub: s “Bahwasanya Aku tidak akan melupakan t untuk seterusnya segala perbuatan u mereka!

BIS (1985) ©
Am 8:7 TUHAN, Allah bangsa Israel, telah bersumpah, “Aku sama sekali tidak akan melupakan perbuatan mereka yang jahat.

TL (1954) ©
Am 8:7 Bahwa Tuhan sudah bersumpah dengan kemuliaan Yakub: Niscaya tiada Aku melupakan segala perbuatan mereka itu sampai selama-lamanya!

MILT (2008)
Am 8:7 TUHAN telah bersumpah demi kebanggaan Yakub: Tentu saja Aku tidak akan pernah melupakan segala perbuatan mereka!

KSI (2000) ©
Am 8:7 ALLAH telah bersumpah karena kecongkakan Yakub, “Sesungguhnya Aku tidak akan melupakan untuk seterusnya segala perbuatan mereka.

FAYH (1989) ©
Am 8:7 TUHAN, Kebanggaan Yakub (Israel), telah bersumpah, “Aku tidak akan melupakan segala perbuatanmu!”

ENDE (1969) ©
Am 8:7 Jahwe bersumpah demi kesombongan Jakub: Tidak se-lama2nja Aku akan melupakan segala pekerdjaannja.

Shellabear Draft (1912) ©
Am 8:7 Maka Allah telah bersumpah demi kemuliaan Yakub: “Bahwa sesungguhnya tiada Aku melupakan barang sesuatu perbuatan kelak sampai selama-lamanya.

NETBible
The Lord confirms this oath 1 by the arrogance of Jacob: 2 “I swear 3 I will never forget all you have done! 4

NIV ©
Amo 8:7 The LORD has sworn by the Pride of Jacob: “I will never forget anything they have done.

NASB ©
Amo 8:7 The LORD has sworn by the pride of Jacob, “Indeed, I will never forget any of their deeds.

NLT ©
Amo 8:7 Now the LORD has sworn this oath by his own name, the Pride of Israel: “I will never forget the wicked things you have done!

MSG ©
Amo 8:7 GOD swears against the arrogance of Jacob: “I’m keeping track of their every last sin.”

BBE ©
Amo 8:7 The Lord has taken an oath by the pride of Jacob, Truly I will ever keep in mind all their works.

NRSV ©
Amo 8:7 The LORD has sworn by the pride of Jacob: Surely I will never forget any of their deeds.

NKJV ©
Amo 8:7 The LORD has sworn by the pride of Jacob: “Surely I will never forget any of their works.

Lihat sendiri, sebagian besar terjemahan menerapkan kata TELAH BERSUMPAH/SWORN untuk kata : שׁבע shâba‛ shaw-bah’
A primitive root; properly to be complete, but used only as a denominative from H7651; to seven oneself, that is, swear (as if by repeating a declaration seven times): – adjure, charge (by an oath, with an oath), feed to the full [by mistake for H7646], take an oath, X straitly, (cause to, make to) swear.

Sepertinya mas Deky Hidnas Yan Nggadas yang juga admin group ini ingin selekas mungkin menutup case ini dengan langsung menarik kesimpulan ya?

Kesimpulan ini bahkan juga MENGABAIKAN pendapat2:
1. Tony Paulo :

P2 : kebanggaan yakub adalah Tuhan itu sendiri
KONKLUSI = TUHAN BERSUMPAH DEMI DIRINYA SENDIRI

2. Ama Bura :
By the excellency of Jacob – that is, by Himself who was its Glory, as Samuel calls Him “the Strength” 1 Samuel 15:29 or the Glory of Israel. Amos had before said, “God sware by His Holiness” and “by Himself” or “His soul.”

Nah jadi terjemahan yang dianggap paling tepat itu yang mana?

Wah, sepertinya asal artinya bukan ‘bersumpah demi sesuatu yang lebih rendah’, kristen di sini sudah cukup puas dan secepatnya menarik kesimpulan? Begitukah? Sungguh menyedihkan!🙂

Deky Hidnas Yan Nggadas: Pertama, anda hanya menampilkan alternatif2 terjemahan yang sebenarnya kesannya tidak berbeda jauh seperti yang terdapat dalam LAI-ITB. Dan tidak semua terjemahan di atas mendukung ide anda (lih. BIS). Dengan beragamnya terjemahan2 itu, harusnya anda sudah bisa mendeduksi bahwa terjemahan LAI-ITB dan yang senada dengannya hanya salah satu pilihan di antara pilihan-pilihan yang ada. Dan saya sudah jelaskan di note itu bahwa untuk menetapkan arti kata, itu harus dilakukan atas dasar pertimbangan konteks. Dan saya sudah memberikan ulasan yang cukup mengenai konteks di mana ayat tersebut berada. Anda tidak ada bantahan sama sekali.

Kedua, mengenai data arti kata di atas. Anda harus paham satu hal, bahwa prinsipnya tetap sama seperti yang saya sampaikan di atas. Kata itu digunakan dalam konteks dan kontekslah yang menentukan maknanya. Lagi pula, pencantuman data arti kata di atas tidak memberikan wawasan apa2 untuk mendukung poin mu.

Ketiga, dengan mengemukakan bahwa kesimpulan eksegesis saya berbeda dengan pendapat Tony Paulo dan Ama Bura, itu tidak menyelamatkan anda dari exegetical fallacy yang namanya: eisegesis. Anda mencantumkan ayat tersebut atas presuposisi yang seolah-olah didukung oleh ayat tersebut padahal tidak sama sekali.

Silakan kemukakan argumen tandingan terhadap argumen saya mengenai: konteks historis, tendensi penghakiman dalam keseluruhan Kitab Amos maupun Amos 8:1-14; dan aspek gramatikal yang saya kemukakan di atas. Hal-hal ini menjadi basis kesimpulan saya mengenai kata “bersumpah” dalam Amos 8:7.

Deky Hidnas Yan Nggadas: Dasar rapuh untuk presuposisi anda adalah kesan yang anda tangkap dari sejumlah versi terjemahan di atas dan arti kata dari lexicon. Dua hal ini sudah saya ulas dalam note saya. Pertama, kesan yang anda tangkap itu adalah kesan yang keliru (lihat uraian dalam note saya); kedua, data arti kata dari lexicon itu pun sebenarnya tidak berarti apa2 untuk mendukung presuposisi anda. Karena arti kata dalam sebuah kalimat, lebih ditentukan oleh konteks penggunaannya ketimbang arti yang terdapat dalam lexicon (lihat uraian saya mengenai prinsip studi kata di atas). So, sejauh ini anda tidak punya apa2 untuk mendukung presuposisimu terhadap Amos 8:7.

Deky Hidnas Yan Nggadas: Dan kalimat ini: [[Nah jadi terjemahan yang dianggap paling tepat itu yang mana? Wah, sepertinya asal artinya bukan ‘bersumpah demi sesuatu yang lebih rendah’, kristen di sini sudah cukup puas dan secepatnya menarik kesimpulan? Begitukah?Sungguh menyedihkan!:)]]===tidak menolong anda sama sekali, kecuali satu hal: anda bersenang2 dengan diri anda sendiri, menghibur diri untuk preusposisimu yang sudah saya bantah.

Ma Lobo‎: Sudah jelas si Meneke Tehe sdg ngotot ber-ad nauseam dg strawman argument-nya.

(X): Sesuai ilmu tafsir exegesis, mk makna kata “bersumpah” dalam Amos 8:7 terjemahan LAI, menurut konteksnya bermakna “sumpah serapah”, pernyataan kemarahan.

(Y) Meneke salah kaprah bahwa kata “bersumpah” bermakna suatu pernyataan dimana otoritas lebih tinggi sebagai saksi yang menjamin kebenarannya.

Meneke lalu menggunakan (Y) untuk menyimpulkan Allah bersumpah demi otoritas yang lebih rendah dari Diri-Nya.

Sudah jelas ini strawman fallacy. Meneke tdk perlu ngotot bin ngeyel yg hanya menunjukkan kebodohannya.

Dalam kamus BBI, kata sumpah punya dua arti: (1) pernyataan kebenaran dg otoritas lebih tinggi sebagai saksi; (2) kata-kata buruk berisi harapan yang tidak baik kepada obyek tententu. Nah, kata “bersumpah” dlm Amos 8:7 jelas memiliki makna ke-2 dari kata sumpah ini.

So, makin jelaslah bahwa Meneke sedang ngotot dengan strawman argument-nya di sini. Apakah Meneke tak tau bahwa argumen ber-fallacy = argumen absurd (konyol)?

Tony Paulo Meneke Tehe: Anda harusnya malu dengan kapasitas cekak anda

sebuah premis itu bersifat tertutup (cateris paribus). Jika anda terus2 modifikasi dengan mengkaitkan premis awal dengan konteks yg berlainan…artinya anda ga paham tentang hukuk silogisme

Real Matthew Mark: Tony & Ama Bura memang perlu mengakui kesalahan tafsir dan persetujuannya!🙂

Meneke Tehe: Deky Hidnas Yan Nggadas Pertama, anda hanya menampilkan alternatif2 terjemahan yang sebenarnya kesannya tidak berbeda jauh seperti yang terdapat dalam LAI-ITB. Dan tidak semua terjemahan di atas mendukung ide anda (lih. BIS). Dengan beragamnya terjemahan2 itu, harusnya anda sudah bisa mendeduksi bahwa terjemahan LAI-ITB dan yang senada dengannya hanya salah satu pilihan di antara pilihan-pilihan yang ada. Dan saya sudah jelaskan di note itu bahwa untuk menetapkan arti kata, itu harus dilakukan atas dasar pertimbangan konteks. Dan saya sudah memberikan ulasan yang cukup mengenai konteks di mana ayat tersebut berada. Anda tidak ada bantahan sama sekali.

————-
Ya, saya memang belum membantah apa-apa kok.

Saya hanya baru menyampaikan terjemahan2 lain yang SEBAGIAN BESARNYA besar malah TIDAK SESUAI dengan terjemahan anda.

Lagipula, saya ingin tahu bagaimana persepsi anda tentang terjemahan lainnya itu.
===================================
Kedua, mengenai data arti kata di atas. Anda harus paham satu hal, bahwa prinsipnya tetap sama seperti yang saya sampaikan di atas. Kata itu digunakan dalam konteks dan kontekslah yang menentukan maknanya. Lagi pula, pencantuman data arti kata di atas tidak memberikan wawasan apa2 untuk mendukung poin mu.
————-
Hmm, itu sama aja dengan menuduh bahwa para penerjemah lain mengabaikan konteks!

Begitukah? Heran deh, mengapa setiap kristen yang membahas ayat bibel selalu terkesan arogan, paling paham konteks & kelihatan LEBIH PAHAM BIBEL dari penerjemah bibel lainnya?
===================================
Ketiga, dengan mengemukakan bahwa kesimpulan eksegesis saya berbeda dengan pendapat Tony Paulo dan Ama Bura, itu tidak menyelamatkan anda dari exegetical fallacy yang namanya: eisegesis. Anda mencantumkan ayat tersebut atas presuposisi yang seolah-olah didukung oleh ayat tersebut padahal tidak sama sekali.
————-
Maaf, saya belum ‘menafsirkan’ apa-apa kok! Masa sih saya yang baru menyampaikan terjemahan LAI kok sudah dituduh exegetical fallacy?
Ada-ada aja!
next ..

Meneke Tehe: ‎Deky Hidnas Yan Nggadas, Silakan kemukakan argumen tandingan terhadap argumen saya mengenai: konteks historis, tendensi penghakiman dalam keseluruhan Kitab Amos maupun Amos 8:1-14; dan aspek gramatikal yang saya kemukakan di atas. Hal-hal ini menjadi basis kesimpulan saya mengenai kata “bersumpah” dalam Amos 8:7.

————-
Oke, Terlebih dahulu saya ingin jelaskan penggunaan kata DEMI dari http://www.kamusbesar.com/8423/demi

demi
untuk (kepentingan) (partikel)

Contoh:
ia menghentikan kebiasaan merokok, DEMI/UNTUK kesehatannya

Contoh saya:
DEMI/UNTUK utangnya, ia menggadaikan sawahnya

Sekedar tahu saja, suatu subjek yang melakukan “sumpah” itu biasanya disertai juga dengan banyak atribut/keterangan, misalnya :
1. “bersumpah” DENGAN ..(1)… (saksi, sesuatu yang suci)
2. “bersumpah” DEMI ..(2)… (untuk/tujuan/hal yang dipertaruhkan)
3. KALIMAT (3) yang “disumpahkan” (hal yang diuji kebenaran/ terlaksana tidaknya)

misal : Para hakim bersumpah dengan alquran (1) : “Demi Allah (2) saya akan berlaku yang adil’ (3)

maka kalimat diatas harus dipahami sebagai :
(1) alquran menjadi saksi sumpah tersebut
(2) nama Allah DIPERTARUHKAN/ sumpah itu UNTUK Allah (antara Subjek dengan Allah)
(3) isi sumpah : adil/tidaknya hakim tersebut yang diperiksa KEBENARANNYA

nah sekarang mari kita periksa Amos 8, untuk referensi saya copaskan semuanya :

Amo 8:1 Inilah yang diperlihatkan Tuhan ALLAH kepadaku: Tampak sebuah bakul berisi buah-buahan musim kemarau.

Amo 8:2 Lalu berfirmanlah Ia: “Apakah yang kaulihat, Amos?” Jawabku: “Sebuah bakul berisi buah-buahan musim kemarau.” Berfirmanlah TUHAN kepadaku: “Kesudahan telah datang bagi umat-Ku Israel. Aku tidak akan memaafkannya lagi.

Amo 8:3 Nyanyian-nyanyian di tempat suci akan menjadi ratapan pada hari itu,” demikianlah firman Tuhan ALLAH. “Ada banyak bangkai: ke mana-mana orang melemparkannya dengan diam-diam.”

Amo 8:4 Dengarlah ini, kamu yang menginjak-injak orang miskin, dan yang membinasakan orang sengsara di negeri ini

Amo 8:5 dan berpikir: “Bilakah bulan baru berlalu, supaya kita boleh menjual gandum dan bilakah hari Sabat berlalu, supaya kita boleh menawarkan terigu dengan mengecilkan efa, membesarkan syikal, berbuat curang dengan neraca palsu,

Amo 8:6 supaya kita membeli orang lemah karena uang dan orang yang miskin karena sepasang kasut; dan menjual terigu rosokan?”

Amo 8:7 TUHAN telah bersumpah demi kebanggaan Yakub: “Bahwasanya Aku tidak akan melupakan untuk seterusnya segala perbuatan mereka!

Amo 8:8 Tidakkah akan gemetar bumi karena hal itu, sehingga setiap penduduknya berkabung? Tidakkah itu seluruhnya akan naik seperti sungai Nil, diombang-ambingkan dan surut seperti sungai Mesir?”

Amo 8:9 “Pada hari itu akan terjadi,” demikianlah firman Tuhan ALLAH, “Aku akan membuat matahari terbenam di siang hari dan membuat bumi gelap pada hari cerah.

Amo 8:10 Aku akan mengubah perayaan-perayaanmu menjadi perkabungan, dan segala nyanyianmu menjadi ratapan. Aku akan mengenakan kain kabung pada setiap pinggang dan menjadikan gundul setiap kepala. Aku akan membuatnya sebagai perkabungan karena kematian anak tunggal, sehingga akhirnya menjadi seperti hari yang pahit pedih.”

Amo 8:11 “Sesungguhnya, waktu akan datang,” demikianlah firman Tuhan ALLAH, “Aku akan mengirimkan kelaparan ke negeri ini, bukan kelaparan akan makanan dan bukan kehausan akan air, melainkan akan mendengarkan firman TUHAN.

Amo 8:12 Mereka akan mengembara dari laut ke laut dan menjelajah dari utara ke timur untuk mencari firman TUHAN, tetapi tidak mendapatnya.

Amo 8:13 Pada hari itu akan rebah lesu anak-anak dara yang cantik dan anak-anak teruna karena haus;

Amo 8:14 mereka yang bersumpah demi Asima, dewi Samaria dan yang berkata: Demi allahmu yang hidup, hai Dan! serta: Demi dewa kekasihmu yang hidup, hai Bersyeba! mereka itu akan rebah dan tidak akan bangkit-bangkit lagi.”

Nah cermatilah bahwa :
1. Amos 8:1-14 adalah paparan tentang ‘penglihatan’ (nabi)
2. Saking parahnya kelakuan kaum israel, tuhan marah & TIDAK AKAN MEMAAFKAN!
3. Akibat marahnya tuhan bisa dilihat di ayat 2-3, juga 8-12
4. Siapa (kaum israel) yang dimarahi tuhan, bisa dilihat di 4-6
5. ayat 7 -> TUHAN BERSUMPAH :
6. kata : DEMI bermakna MEMPERTARUHKAN kebanggaan yakub

sebelum dilanjut, mari kita periksa apa yang dimaksudkan ‘kebanggan yakub’ yang dipertaruhkan oleh TUHAN itu?

Saya pernah jelaskan bahwa ‘kebanggan yakub’ bisa bermakna : TANAH PUSAKA atau SESUATU YANG BISA RUSAK/BINASA, dalilnya :

MAZMUR 47:4 (47-5) Ia memilih bagi kita TANAH PUSAKA kita, KEBANGGAN YAKUB yang dikasihi-Nya. Sela

NAHUM 2:2
Sungguh, TUHAN memulihkan KEBANGGAAN YAKUB, seperti kebanggaan Israel; sebab perusak telah merusakkannya dan telah membinasakan carang-carangnya.

nah sekarang mari kita periksa, apakah KEBANGGAAN YAKUB –> TANAH PUSAKA ??

Silahkan pahami dulu bahwa keturunan Yakub diberikan tanah yang diberikan Tuhan :

YEHEZKIEL 28:25 Beginilah firman Tuhan ALLAH: Pada saat Aku mengumpulkan kaum Israel dari tengah suku-suku bangsa, di mana mereka berserak dan Aku menunjukkan kekudusan-Ku kepada mereka di hadapan bangsa-bangsa, maka MEREKA AKAN DIAM DI TANAH MEREKA yang telah Kuberikan kepada hamba-Ku YAKUB.

YEHEZKIEL 37:25 Mereka akan tinggal di TANAH yang Kuberikan kepada hamba-Ku YAKUB, di mana nenek moyang mereka tinggal, ya, mereka, anak-anak mereka maupun cucu cicit mereka akan tinggal di sana untuk selama-lamanya dan hamba-Ku Daud menjadi raja mereka untuk selama-lamanya.

lihat begitu eratnya KEBANGGAAN YAKUB dengan TANAH (WILAYAH/NEGERI/NEGARA : cermati bahwa Daud disebut2 sebagai raja)

Cermati juga bahwa AKIBAT-AKIBAT dari SUMPAH : DEMI KEBANGGAAN YAKUB adalah :
7. bumi (TANAH) gemetar (mendengar sumpah yang berkaitan dengan TANAH),
8. penduduk (NEGERI) berkabung ..lihat ayat 8
9. bumi (TANAH) jadi gelap di siang hari …lihat ayat 9
10. perayaan (NEGERI) jadi perkabungan ..lihat ayat 10
11. kelaparan di NEGERI (TANAH PUSAKA YAKUB) .. lihat ayat 11
12. mengembara (terusir ke luar WILAYAH/NEGERI sendiri) .. ayat 12

lihatlah, semua ayat penejelasan dari SUMPAH itu malah BERKAITAN DENGAN TANAH/NEGERI!

jadi jelaslah : KEBANGGAAN YAKUB = TANAH PUSAKA/NEGERI !!
jadi jelaslah : KEBANGGAAN YAKUB = TANAH PUSAKA/NEGERI !!
jadi jelaslah : KEBANGGAAN YAKUB = TANAH PUSAKA/NEGERI !!

Sehingga cocoklah terjemahan LAI untuk Amos 8:7

TUHAN telah bersumpah DEMI kebanggaan Yakub: “Bahwasanya Aku tidak akan melupakan untuk seterusnya segala perbuatan mereka!

Karena :
– UNTUK ‘kebanggan yakub’/tanah pusaka/negeri yakub itulah sumpah itu diucapkan TUHAN, atau ‘kebanggaan yakub’ itulah yang DIPERTARUHKAN oleh tuhan dalam sumpahnya.

Kesimpulan saya :
Subjek (Tuhan) dalam ALKITAB tertangkap basah telah bersumpah DEMI sesuatu yang LEBIH RENDAH dari subjekny:) 

Deky Hidnas Yan Nggadas: Komentar-komentarmu yang lain saya abaikan. Itu hanya lucu-lucuan. Dan harap anda tidak retoris di sini. Saya tidak butuh retorika tetapi argumen!

Saya hanya akan fokus pada komentarmu mengenai “demi” = “mempertaruhkan”.

Anda rupanya tidak menyimak penjelasan saya dalam note dan juga komentar-komentar saya di atas dengan baik, khususnya mengenai prinsip eksegesis dalam hubungan dengan memaknai sebuah kata (studi leksikal). Contoh-contohmu tentang konteks yang berbeda dari penggunaan kata “demi” itu tidak berguna. Kita tidak bicara tentang kata “demi” dalam konteks contoh-contoh itu. Kita bicara terjemahan preposisi “be” dalam kata “bige’on” dalam Amos 8:7.

Pertama, penjelasanmu mengenai kata “demi” di atas itu hanya khayalan anda saja. Dari mana anda dapat arti kata “demi” = “mempertaruhkan”. Hehehehe..Silakan baca lagi note saya di atas, khususnya penjelasan tentang preposisi “be” (Ibrani) dan “kata” (Yunani; LXX). Sekali lagi ente pamer eisegesis (membawa masuk ide asing ke dalam teks). Coba perhatikan kemampuan tata bahasa anda ketika memaknai “Demi” = “mempertaruhkan”. “Demi” itu sebenarnya salah satu alternatif terjemahan kata depan (preposisi) “be” (bahasa Ibrani) dan “kata” (bahasa Yunani LXX). Tapi saya sudah tunjukan dalam note di atas bahwa preposisi “kata” + kata benda genetif secara gramatikal HARUS diterjemahkan “against” (‘melawan’; atau ‘menentang’). Clear? Dan harap anda tahu bahwa makna “mempertaruhkan” TIDAK pernah ada dalam cakupan arti preposisi “be” dan “kata”. Makna ini adalah transfer makna asing dari contoh-contoh yang tidak relevan yang anda cantumkan di atas. Makna ini sekali lagi tidak terdapat dalam rentang semantik preposisi “be” dan “kata“.

Kedua, ini adalah runut rekonstruksi anda:
1. Amos 8:1-14 adalah paparan tentang ‘penglihatan’ (nabi)
2. Saking parahnya kelakuan kaum israel, tuhan marah & TIDAK AKAN MEMAAFKAN!
3. Akibat marahnya tuhan bisa dilihat di ayat 2-3, juga 8-12
4. Siapa (kaum israel) yang dimarahi tuhan, bisa dilihat di 4-6
5. ayat 7 -> TUHAN BERSUMPAH :
6. kata : DEMI bermakna MEMPERTARUHKAN kebanggaan yakub
++++
Perhatikan, sama sekali tidak ada argumen yang secara logis mengharuskan kesimpulan bahwa “demi” = “mempertaruhkan”. Anda membuat kesimpulan yang secara logis tidak terimplikasi dari poin 1-5.

Coba bandingkan rekonstruksi anda dengan kilasan rekonstruksi saya dalam note di atas:

1. Israel mengalami masa keemasan dalam hal politik dan ekonomi
2. Namun, masa ini sekaligus merupakan masa kemerosotan moral dan sosial
3. Tuhan murka dan mengutus Amos untuk menunjukkan kesalahan mereka sekaligus mendeklarasikan nubuat mengenai penghakiman yang akan mereka terima.
4. Amos pasal 7:1-9:10 berisi lima penglihatan yang isinya adalah deklarasi hukuman atas Israel.
5. Amos 8:1-14 adalah penglihatan keempat dari kelima penglihatan di atas.
6. Dalam penglihatan keempat ini apa yang menjadi kebanggan Yakub (Israel) dalam konteks kitab Amos adalah kenyamana ekonomi dan politis akan dihakimi.
7. Atas dasar poin 1-5 di atas, Tuhan bersumpah (dalam arti menyerapahi atau mengutuki) melawan kebanggaan Yakub (lih. poin 6).

Kesimpulan saya mengenai arti preposisi “be” atau “kata” yaitu “menentang” dalam poin 7 secara logis terimplikasi dari 1-6 di atas. Konteksnya, mengharuskan preposisi “be” dimaknai sebagai “against“.

Selanjutnya, terima kasih anda sudah capek-capek panjang lebar jelaskan tentang arti “kebanggan Yakub” tapi sayang tidak relevan dengan topik ini. Kenapa tidak relevan? Karena yang menjadi persoalan berkenaan dengan presuposisimu yang saya bantah adalah bahwa anda meletakkan pemahaman anda atas teks itu pada kata “demi” yang membuat anda berasumsi (tentunya asumsi yang strawman alias eisegesis) Tuhan bersumpah demi sesuatu yang lebih rendah dari Diri-Nya. Saya sebenarnya punya komentar untuk penjelasanmu tentang “kebanggaan Yakub” tetapi karena itu sekunder, saya keep. Fokus ke “demi” = “mempertaruhkan” menurut anda; atau “demi” seharusnya diterjemahkan “against” menurut keharusan konstruksi gramatikalnya yang saya ulas di atas.

Ama Bura: Tampak jelas Meneke Tehe sedang menyerang “orang-orangan jerami” karena mengabaikan bukti spesifik yg disampaikan bro Deky Hidnas Yan Nggadas di dalam notenya. Ketimbang membedah eksegese dalam notes, Meneke Tehe nekat tanpa malu menyerang pemahaman nya sendiri. 

for the sake of the argument, dengan menggunakan pembuktian reductio ad absurdum, maka kesimpulan awal stands, i.e., Auloh bukan pemegang otoritas tertinggi. buktinya (seturut argumen Meneke Tehe) amat terang-benderang.

mari lihat ini:
Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang HIDUP MANUSIA PENUH DENGAN PERJUANGAN
1. Aku benar-benar bersumpah dengan kota ini (Mekah),
2. dan kamu (Muhammad) bertempat di kota Mekah ini,
3. dan demi bapak dan anaknya.
4. Sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia berada dalam susah payah. (QS 90:1-4).

ini penjelasan argumen nya (catatan, rangkaian argumen dibawah adalah rangkaian argumen Meneke Tehe sendiri secara substantif):

Terlebih dahulu saya ingin jelaskan penggunaan kata DEMI dari http://www.kamusbesar.com/8423/demi

demi
untuk (kepentingan) (partikel)

Contoh:
ia menghentikan kebiasaan merokok, DEMI/UNTUK kesehatannya

Contoh saya:
DEMI/UNTUK utangnya, ia menggadaikan sawahnya

Sekedar tahu saja, suatu subjek yang melakukan “sumpah” itu biasanya disertai juga dengan banyak atribut/keterangan, misalnya :
1. “bersumpah” DENGAN ..(1)… (saksi, sesuatu yang suci)
2. “bersumpah” DEMI ..(2)… (untuk/tujuan/hal yang dipertaruhkan)
3. KALIMAT (3) yang “disumpahkan” (hal yang diuji kebenaran/ terlaksana tidaknya)

misal :
Para hakim bersumpah dengan alquran (1) : “Demi Allah (2) saya akan berlaku yang adil’ (3)

maka kalimat diatas harus dipahami sebagai :
(1) alquran menjadi saksi sumpah tersebut
(2) nama Allah DIPERTARUHKAN/ sumpah itu UNTUK Allah (antara Subjek dengan Allah)
(3) isi sumpah : adil/tidaknya hakim tersebut yang diperiksa KEBENARANNYA

nah sekarang mari kita periksa QS 90:1-4 diatas.

jelaslah : AULOH BERSUMPAH DENGAN/DEMI MEKKAH/MUHAMMAD/ BAPAK/ANAKNYA

Jelaslah : AULOH BERSUMPAH DENGAN/DEMI MEKKAH/MUHAMMAD/ BAPAK/ANAKNYA

jelaslah : AULOH BERSUMPAH DENGAN/DEMI MEKKAH/MUHAMMAD/ BAPAK/ANAKNYA

Karena :
– MEKKAH/MUHAMMAD/BAPAK/ANAKNYA itulah sumpah yg diucapkan AULLOH, atau ‘ MEKKAH/MUHAMMAD/BAPAK/ANAKNYA yang DIPERTARUHKAN oleh tuhan dalam sumpahnya.

Kesimpulan saya :
Subjek (aulloh) dalam ALQURAN tertangkap basah telah bersumpah DEMI sesuatu yang LEBIH RENDAH dari subjeknya:)

Meneke Tehe: ‎Ama Bura, nah sekarang mari kita periksa QS 90:1-4 diatas. jelaslah : AULOH BERSUMPAH DENGAN/DEMI MEKKAH/MUHAMMAD/ BAPAK/ANAKNYA
================
dengan/demi ??
hmm.. semantics fallacy!
apakah kata “dengan” bisa disubstitute kata “demi” ???

Tampaknya Ama Bura tidak bisa MEMBEDAKAN penggunaan “DENGAN vs DEMI” di kalimat SUMPAH dalam Alquran deh!

Coba ikuti alur pemaknaan SUMPAH yang pernah saya tulis, seharusnya:
1. Allah bersumpah “DENGAN” KOTA INI ( kota ini jadi SAKSI sumpah)
2. Allah bersumpah “DEMI” BAPAK & ANAKNYA (bapak & anaknya DIPERTARUHKAN dalam sumpah), saksinya aja KOTA INI, dan Muhammad tinggal di kota tsb.
3. Kalimat yang disumpahkan : “Sesungguhnya Kami telah …dst”

Saya berikan contoh penggunaan kata DENGAN dan DEMI dari ayat2 lain yang dipakai pembuktian topiknya Rony Sahaduta yang menulis :

Tuhan dalam Alquran bersumpah demi tempat beredarnya bintang-bintang (QS 56 : 75-79). Tuhan dalam Alquran bersumpah demi bintang2 yang beredar dan terbenam, demi malam, demi subuh (QS 81: 18-25). Tuhan dalam Alquran bersumpah demi kota dan Muhamad (QS 90:1-4).

lihat tulisan Rony di atas, mari kita periksa :

1. QS 56:75-79

Maka Aku bersumpah DENGAN tempat beredarnya bintang-bintang. Sesungguhnya sumpah itu adalah sumpah yang besar kalau kamu mengetahui, sesungguhnya Al Qur’an ini adalah bacaan yang sangat mulia, pada kitab yang terpelihara (Lohmahfuz), tidak menyentuhnya kecuali hamba-hamba yang disucikan.

lihat .. tidak ada penggunaan kata “DEMI” .. hanya penggunaan kata “DENGAN”!

maka dengan pola ‘pemaknaan sumpah’, artinya:
1. Tempat beredarnya bintang2 –> inilah yang jadi SAKSI
2. TIDAK ADA yang dipertaruhkan dengan kata DEMI!
3. Kalimat sumpah : “Sesungguhnya Al Qur’an ini …….. “

lihatlah bahwa ayat di atas tidak sesuai dengan premis P2: Setiap subyek akan bersumpah DEMI otoritas tertinggi agar jika si subyek melanggarnya, dia akan dpt hukuman dr sang otoritas.

P2 tidak cocok diterapkan karena ayatnya tidak tertulis kata “DEMI” ..

2. QS 81: 18-25

Sungguh, Aku bersumpah dengan bintang-bintang, yang beredar dan terbenam, demi malam apabila telah hampir meninggalkan gelapnya, dan demi subuh apabila fajarnya mulai menyingsing, sesungguhnya Al Qur’an itu benar-benar firman (Allah yang dibawa oleh) utusan yang mulia (Jibril),

dengan pola pemaknaan yang sama :
1. SAKSI SUMPAHNYA = BINTANG2 yang beredar ……
2. YANG DIPERTARUHKAN = MALAM, SUBUH ….
3. KALIMAT SUMPAHNYA = “Sesungguhnya AlQuran itu …..”

ALLAH MAHAKUASA untuk BERSUMPAH DENGAN apapun dan DEMI apapun!
=============

Karena :
– MEKKAH/MUHAMMAD/BAPAK/ANAKNYA itulah sumpah yg diucapkan AULLOH, atau ‘ MEKKAH/MUHAMMAD/BAPAK/ANAKNYA yang DIPERTARUHKAN oleh tuhan dalam sumpahnya.
———————————————-
Maaf kalimat di atas itu semantics error, seharusnya :
– Yang jadi saksi sumpah : Kota ini
– Yang dipertaruhkan dalam sumpah : bapak dan anak
– Sumpah yang diucapkan : “Sesungguhnya Kami telah …”
==============
Kesimpulan saya :
Subjek (aulloh) dalam ALQURAN tertangkap basah telah bersumpah DEMI sesuatu yang LEBIH RENDAH dari subjeknya
———————————————-
Hmm.. rupanya Ama Bura belum paham bahwa ALLAH DALAM ALQURAN itu MAHAKUASA untuk BERSUMPAH DENGAN apapun dan DEMI demi apapun!

NB :
– Pakailah ejaan/penulisan nama Tuhan yang lazim & patut dengan menulis “Allah SWT” atau “Allah” saja.
– Penulisan “aulloh” selain tidak lazim juga tidak patut.
– Pameran ketidakpatutan hanya berbuah ketidakpatutan lagi, jangan-jangan nanti malah ada yang “membalas” menulis HANTU JESJUS untuk Tuhan Yesus!:)

Meneke Tehe: ‎Deky Hidnas Yan Nggadas, Untuk menanggapi komen mas Deky, saya mohon waktu sejenak. Insya Allah saya postingkan secepatnya.:)

Shem Tov: Dalam Torah, Tuhan pun bersumpah. Tuhan yang bernama YAHWEH bersumpah atas/demi diri-Nya sendiri dan tidak demi ciptaan apalagi demi tuhan.

ואם לא תשׁמעו את־הדברים האלה בי נשׁבעתי נאם־יהוה כי־לחרבה יהיה הבית הזה

“Tetapi jika kamu tidak mendengarkan perkataan-perkataan ini, maka Aku sudah bersumpah demi diri-Ku, demikianlah firman (YHWH), bahwa istana ini akan menjadi reruntuhan – Yeremia 22:5

Shem Tov: Qs 70:40 yang berbunyi, “Maka aku bersumpah dengan Tuhan Yang memiliki timur dan barat, sesungguhnya Kami benar-benar Maha Kuasa”, muncul pertanyaan kritis sbb:

Siapa bersumpah pada siapa? Allah yang bersumpah? atau Muhamad yang bersumpah? atau Malaikat yang bersumpah?

Shem Tov: jika ini sumpah Muhamad, mengapa beliau mengucapkan “Kami benar-benar Maha Kuasa?”

Shem Tov: Jika Jibril yang bersumpah mengapa Jibril menyatakan dirinya dengan sebutan “Kami benar-benar Maha Kuasa”, padahal dia hanya malaikat atau utusan? Bahkan jika Jibril yang bersumpah, maka Qs 70:40 adalah ucapan Jibril sendiri, padahal ini tidak mungkin karena Islam meyakini Qur’an adalah Firman Allah yang disampaikan melalui Jibril

Shem Tov: Jika Allah yang bersumpah,mengapa Allah harus mengucapkan “Maka aku bersumpah dengan Tuhan yang memiliki timur dan Barat?” Bagaimana mungkin Tuhan bersumpah pada Tuhan? Tuhan mana lagi yang diseru dalam sumpah?

Shem Tov: Dalam Islam, banyak ditemui kasus Allah bersumpah demi ciptannya seperti dalam kasus Qs 95:1, “Demi (buah) Tin dan (buah) Zaitun” dan masih banyak lagi.

Ma Lobo‎: Lho, si Meneke Tehe masih tak tau malu berdolah dalih di sini? Cilaka 13! Padahal di atas sudah saya tunjukkan kontruksi-nya bahwa Meneke ini sedang pamer muka tebal dengan ngotot dengan strawman argument-nya.

(1) Sudah jelas kata “bersumpah” di Amos 8:7 bermakna “sumpah serapah”, bukan “berjanji”. Penjelasan Deky Hidnas sudah sangat terang benderang dan hanya orang bebal saja yang ngotot membantah tafsir eksegetis Amos 8:7 yang Deky buat dengan modal tafsir hurufiah semata.

(2) Meneke bikin tafsir pake ilmu tafsir dari mana? Tidak jelas tafsir dari mana tapi yang pasti Meneke tidak menggunakan ilmu tafsir eksegesis. So, sudah pasti tafsiran Meneke sekadar tafsir hurufiah saja. Lebih dari itu, tafsir Meneke bersifat exegetical fallacy krn memutilasi konteks dan teks-nya. Padahal ada adagium, “a text without context is a pre-text for proof-text“. Artinya, Meneke cuma bermodalkan pre-text, bukan proof-text.

Menurut saya, Meneke harusnya masih punya urat malu utk STOP ngotot bin ngeyel dengan tafsir hurifiah yang diperoleh dengan menggunakan metode mutilasi. Karena secara law of logic dia tak lebih dari sekadar pamer strawman argument, dan secara eksegesis Meneke juga tidak lebih dari sekadar ber-eisegesis.

Sebagai Admin, saya sudah berkeputusan untuk memberikan PERINGATAN I kepada Meneke dengan permintaan supaya segera mengendalikan “penyakit” ngotot bin ngeyel karena itu sama saja menambah daftar fallacy yaitu: argumentum ad nauseam (maju pantang mundur dengan argumen absurd). Saya berharap Meneke memperhatikan P-1 ini karena dapat berimplikasi pada sanksi yang lebih berat yaitu DITENDANG KELUAR dari sini.

Ama Bura: Buat beta Meneke Tehe tidak punya argumen lagi.

taktiknya menyerang “orang-orangan jerami” ternyata tidak membantah kesimpulan awal, i.e., allah swt bukang pemegang otoritas tertinggi, dengan pembuktian reductio ad absurdum. solusi bagi Meneke Tehe lalu membuat statement ghoib ini:

[[[…ALLAH DALAM ALQURAN itu MAHAKUASA untuk BERSUMPAH DENGAN apapun dan DEMI demi apapun!]]]

selain straw man, Meneke Tehe is committed a taxicab fallacy, plain and simple.

case closed. beta serahkan nasib Meneke Tehe kepada Bro Ma Lobo dan jendral naga bonar Tony Paulo ^__^
____________________
The “Taxi-Cab Fallacy” is committed when one hops in and assumes a certain system of thought or worldview in an attempt to make a particular point but then jumps out of the system of thought when it suits their fancy. Such practice lacks logical consistency and is therefore a logical fallacy.

Tony Paulo: Nah sekarang mari kita periksa QS 90:1-4 diatas.
jelaslah : AULOH BERSUMPAH DENGAN/DEMI MEKKAH/MUHAMMAD/ BAPAK/ANAKNYA
================
dengan/demi ??
hmm.. semantics fallacy!
apakah kata “dengan” bisa disubstitute kata “demi” ???

Tampaknya Ama Bura tidak bisa MEMBEDAKAN penggunaan “DENGAN vs DEMI” di kalimat SUMPAH dalam Alquran deh!

Coba ikuti alur pemaknaan SUMPAH yang pernah saya tulis, seharusnya:
1. Allah bersumpah “DENGAN” KOTA INI ( kota ini jadi SAKSI sumpah)
2. Allah bersumpah “DEMI” BAPAK & ANAKNYA (bapak & anaknya DIPERTARUHKAN dalam sumpah), saksinya aja KOTA INI, dan Muhammad tinggal di kota tsb.
3. Kalimat yang disumpahkan : “Sesungguhnya Kami telah …dst”
===========
wow blunder?

kata ‘DENGAN” tidak bisa SELALU diartikan jadi SAKSI

saya bersumpah dengan sepenuh hati
hati saya tidak bisa menjadi saksi karna hati saya adalah bagian dari saya

saya bersumbah dengan staff saya, kami akan ……
perbandingan dengan alloh swt bersumpah DENGAN tempat peredaran bintang
artinya alloh swt dan TEMPAT PEREDARAN BINTANG adalah se-hakekat dan se-derajat

alloh bersumpah “DENGAN” KOTA INI, artinya “kota ini” adalah sosok persona
kota adalah benda mati, artinya sama seperti alloh bersumpah dengan batu, pohon, bulan, bintang
alloh bersumpah dengan benda mati, tahu kan artinya benda mati
sejak kapan benda mati bisa jadi saksi?

ayat2 alquran semakin dibela akan jelas nampak secara logis absurd dan mengandung fallacies yg menyedihkan.

Tony Paulo: ‎Meneke Tehe di thread ini adalah relevan jika anda mau mengugat alkitab yg anda indikasi melakukan hal yg sama seperti alloh swt dalam alquran

Real Matthew Mark: ‎@manaku tahu,kau tak perlulah memperpanjang pmbahasan topik amos ini! penjelasan2 dri Deky n teman2 yg lain memang sudah cukup!!

Meneke Tehe: ‎Real Matthew Mark, @manaku tahu,kau tak perlulah memperpanjang pmbahasan topik amos ini! penjelasan2 dri Deky n teman2 yg lain memang sudah cukup!!
——————–
Ya, sepertinya sebaiknya begitu!

sehingga :
1. Jika tidak DIREVISI, maka TEKS premis P2 tetap akan berbunyi :

P2: Setiap subyek akan bersumpah DEMI otoritas tertinggi agar jika si subyek melanggarnya, dia akan dpt hukuman dr sang otoritas.

2. Jika tidak DIREVISI, maka TEKS Amos 8:7 tetap berbunyi:

Am 8:7 TUHAN telah bersumpah DEMI kebanggaan Yakub: s “Bahwasanya Aku tidak akan melupakan t untuk seterusnya segala perbuatan u mereka!

3. Karena RUANG LINGKUP LOGIKA kedua premisnya sudah sama2 (biblikal) maka silahkan masing2 konklusikan sendiri jika Amos 8:7 dijadikan premis!,

wassalam,

Deky Hidnas Yan Nggadas: Oke, mas Meneke Tehe, pada komentar sebelumnya anda memang meminta waktu untuk membalas komentar saya di atas. Namun, setelah mendapat anjuran bro Real Matthew Mark untuk menyudahi diskusi mengenai Amos 8:7 [[@manaku tahu,kau tak perlulah memperpanjang pmbahasan topik amos ini! Penjelasan2 dri Deky n teman2 yg lain memang sudah cukup!!]], anda menyetujui saran tersebut [[@manaku tahu,kau tak perlulah memperpanjang pmbahasan topik amos ini! penjelasan2 dri Deky n teman2 yg lain memang sudah cukup!!——————–Ya, sepertinya sebaiknya begitu!]].

Oleh karena itu, sekali lagi saya ingin menegaskan kembali pemahaman yang tepat akan Amos 8:7 berdasarkan isi note di atas dalam beberapa pernyataan konklusif di bawah ini:

1> Kata “bersumpah” dalam Amos 8:7 bermakna “menyerapahi” atau “mengutuk” (Konteks mengharuskan kesimpulan ini)
2> Preposisi “be” yang diterjemahkan oleh LAI-ITB dan sejumlah versi lain dengan “demi” SEHARUSNYA diterjemahkan “against” atau “melawan” atau “menentang” (konstruksi gramatikalnya mengharuskan kesimpulan ini)
3> Jadi Amos 8:7 TIDAK berarti bahwa TUHAN bersumpah demi atau atas nama sesuatu yang lebih rendah dari Diri-NYa. Ayat ini berarti Tuhan bersumpah (dalam arti mengutuki atau mnyerapahi) melawan kebangggaan Yakub.

Dengan demikian, kesimpulan note di atas stands!

Mengenai diskusi Mas Meneke Tehe dengan teman2 lain di atas, silakan di lanjutkan pada thread yang baru. Para admins: bro Ama Bura, bro Tony Paulo, dan bro Ma Lobo, dan juga Pak Sem Tov dan bro Real Matthew Mark akan menemani anda!

Terima kasih buat mas Meneke Tehe yang sudah mampir dan berdiskusi di note ini tentang Amos 8:7. Case closed!

Ttd_Commander DHYN_Admin.