Diskusi di bawah ini terjadi di grup Persatuan Pembela Iman Kristen (PPIK). Diskusi ini bermula dari postingan status yang dilakukan Sem Aldo Tulung Allo yang kemudian dilanjutkan dengan tantangan Yubal Prasetyo untuk berdebat dengan saya.

Saya sengaja mendokumentasikan diskusi ini di sini untuk menunjukkan bahwa sebuah diskusi atau perdebatan tidak dapat berjalan baik, bila lawan debat tidak mau atau tidak bisa memberikan klarifikasi atas komentar atau klaim sebelumnya. Dan dalam diskusi ini, baik Sem Aldo Tulung Allo maupun Yubal Prasetyo sama-sama menghindar untuk memperjelas klaim mereka saat dimintai klarifikasi.

=========

Sem Aldo Tulung Allo: Sy mengasihi kristen pengagum Allah, tp sbg pengajar sy katakan dg tegas itu SALAH! Silahkan buktikan bahwa di NKRI ini ‘Allah’ itu BUKAN nama, telp sy, sy akan kasih Rp 1jt. 0878 76707037. Mari diskusi langsung on air atau di darat.

Sem Aldo Tulung Allo: Pin BB sy 30C16DDA silahkan monggo…kita diskusi santai tp pakai F A K T A.

Sem Aldo Tulung Allo ‎”Penebus kami, Nama-Nya adalah YAHWEH Tsebaot, Yang Mahakudus Israel.” (Yesaya 47:4).

Deky Hidnas Yan Nggadas ‎@Sem Aldo:saya bukan “pengagum Allah”. Saya menggunakan term “Allah”. Harap anda bedakan itu. Selanjutnya, supaya jelas, saya butuh klarifikasi dari anda tentang beberapa hal di bawah ini:

1) Kelompok atau komunitas yang mana yang anda ketahui secara PASTI menggunakan term “Allah” sebagai nama diri;

2) Bukti yang anda minta di atas merujuk kepada penggunaan term “Allah” secara kolektif (sebagai konsensus komunitas) atau bisa juga secara individual?;

3) Apakah anda hendak membuktikan melalui permintaan bukti di atas bahwa karena term “Allah” digunakan oleh komunitas tertentu (pertanyaan 1) sebagai nama diri maka signifikansi ini menjadi patokan sehingga komunitas lain pun harus menggunakan term “Allah” sebagai nama diri? Dan dengan demikian anda hendak menyerukan bahwa term “Allah” tidak boleh digunakan oleh orang Kristen. Begitu?
Selanjutnya, karena anda memberi nada tantangan pada status ini, maka saya meminta kesediaan admins untuk merekomendasikan satu orang untuk memoderasi diskusi saya dengan sem aldo. Mengapa butuh moderator? Karena sem aldo menawarkan hadiah. Dan ini hanya bisa diputuskan oleh pihak lain yang tidak terlibat diskusi secara langsung demi menghindari self-claim sebagai “pemenang” diskusi ini. Jujur saja, saya tidak tertarik pada uang itu. Tetapi, kelihatannya sem aldo sangat yakin bahwa permintaan buktinya tidak akan mampu dipenuhi oleh members grup ini.
Saya ingatkan bahwa topik spesifik sesuai dg status sem aldo adalah permintaan bukti bahwa di NKRI ini kata “Allah” tidak digunakan dalam arti nama diri. Menyimpang atau memperluas topik spesifik ini merupakan sesat pikir yang namanya red herring. Dengan kata lain, bila saya dapat menunjukkan permintaan bukti dari sem aldo, maka diskusi dihentikan dan sem aldo harus berlapang dada mentransfer uang 1 juta rupiah kepada saya. 
Terakhir untuk kometar ini, saya mengharapkan diskusi one-on-one dg sem aldo. Bila harapan saya ini dipenuhi, mohon kesediaan admins “menjaga” thread ini khusus buat saya dan sem aldo. Bila tidak, maka saya tidak bersedia melanjutkan diskusi ini. Mohon konfirmasi sem aldo dan juga admins.
Bagaimana?

Ezequeel Van D’Wijk Pemberitahuan
untuk teman2 yang lain harap jangan berkomentar, karena berdasarkan dari permintaan sdr Deky Hidnas Yan Nggadas untuk satu lawan satu dalam berdiskusi dengan Sem Aldo Tulung Allo … jika ada yang berkomentar selain Sdr Sem dan Sdr Deky, akan saya hapus, maksudnya supaya jelas alur dari diskusi dan debat ini, harap maklum

Deky Hidnas Yan Nggadas ‎@Sem aldo: Oh ya..satu lagi, supaya saya tidak secara straw man menanggapi anda, saya juga perlu anda klarifikasi kepada saya, apa yg anda maksud dg “bukti”, jenis bukti apa yg anda maksudkan dalam status di atas? °·♥·♡τнänκ чöü ♥·♡·°

Sem Aldo Tulung Allo Sodara deky, ‘bukti’ sj anda tdk tau kok malah berani menyanggah? 
Anda punya teman seoang penerjemah resmi gak? Atau editor buku? Wartawan? Atau dosen/guru bhs indonesia? Nah, tanya sj sama mrk, jadikan mrk SAKSI HIDUP siapa ‘Allah’ itu. Jgn heran kalau anda diketawain sbb kelompok anda ini nyeleneh sendiri.
Dan sy tdk akan lanjutkan diskusi ini, sy mau anda telp sy…tuh di atas no HP dan pin BB sy. Anda paham bhs indonesia tdk? Kalau tdk paham, ngapin sok bela2in penerjemah LAI?

Ezequeel Van D’Wijk: Sdr. Sem Aldo Tulung Allo, kenapa tidak dilakukan disini supaya setiap anggota disini dapat mengerti termasuk saya….diskusi disini khan juga termasuk “on air”. Sdr Deky Hidnas Yan Nggadas meminta klarifikasi dari anda, silahkan dilanjutkan

Deky Hidnas Yan Nggadas ‎@sem aldo: hehe *LOL ROLLING ON THE FLOOR**! Oke deh kalau anda tidak mau lanjutkan..Ya udah..ƗƗϱ•ƗƗϱ•ƗƗϱ ˚ت°

Yubal Prasetyo ‎@Deky, kalo di izinkan dan kalo mau, one on one dengan saya masalah terjemahan allah, memang salah kok. Kebenaran tidak akan pernah kalah. Gimana sodara Deky??? Mohon konfirmasinya.

Ezequeel Van D’Wijk: Untuk teman2 yang lain harap jangan berkomentar, karena berdasarkan dari permintaan sdr Yubal Prasetyo yang ingin berdebat one by one dengan sdr Deky Hidnas yan Nggadas … jika ada yang berkomentar selain Sdr Yubal dan Sdr Deky, akan saya hapus, maksudnya supaya jelas alur dari diskusi dan debat mengenai masalah terjemahan Allah dan nama YHWH, harap maklum.
Karena saya sudah mendapat konfirmasi bahwa sdr Deky akan menerima permintaan dari sdr Yubal, maka saya membuat dokumen ini.
Yubal Prasetyo: @deky, kalo di izinkan n kalo mau, one on one dgn saya masalah terjemahan allah, memang salah kok. Kebenaran tidak akan pernah kalah. gimana sodara deky??? Mohon konfirmasinya. silahkan berdebat dengan baik, saya akan mencoba memoderasi.

Ezequeel Van D’Wijk: sdr Yubal Prasetyo dan sdr Deky Hidnas Yan Nggadas silahkan debat disini,

Yubal Prasetyo: tengkyu sodara Van

Yubal Prasetyo: Allah bukan bahasa Indonesia
1. Kriteria sebuah kata menjadi kosakata bahasa Indonesia harus memenuhi kriterianya, yaitu bisa diterima oleh segala kalangan dengan memiliki persepsi dan arti yang sama.
Contohnya : KURSI, berasal dari bahasa Arab “Al-kursi”. Baik agama hindu, budha, islam, kristen mempunyai persepsi dan arti yg sama, yaitu tempat untuk duduk.
2. Agama hindu, budha tdk pernah memakai kata allah sbg kosa kata bahasa Indonesia sbg pengganti/sinonim dari kata TUHAN, Tuhan ataupun tuhan.
3. Kata allah dianggap bahasa oleh LAI, bagaimana mungkin nama diri/personal name dpt sekaligus dpt sebagai sebutan/generic name? Contohnya : kejadian 33:20 ; Allah Israel ialah Allah mengandung arti ada Allah yg disembah Israel, namanya Allah. dlm hal ini Israel tdk mengenal Allah. Mohon penjelasannya sodara Deky…

Ezequeel Van D’Wijk Silahkan sdr Deky menanggapi. sekedar info, sdr Deky mungkin skrg sedang sibuk mengajar

Ezequeel Van D’Wijk Maaf sdr Stenly R. Paparang dan Yubal, hentikan sementara perdebatan kalian, saya sedang memindahkan ke dok dan komentar disini akan saya hapus. Sdr Deky Hidnas Yan Nggadas akan melayani sdr Yubal Prasetyo jam 10 WIB krn saya mendapat pemberitahuan kalau beliau sedang sibuk

Yubal Prasetyo: Lanjutan Kejadian 33:20 “Allah Israel ialah Allah” ====================== Pertanyaannya siapakah Allah? dan Allah yg mana? sangat rancu dan tidak profesional / tidak jelas. Dalam Tanakh dituliskan sbg berikut. WAYYATSEV-SHAM MIZ’BEAKH WAYYIQRA-LO EL ELOHEY YISRAEL —> Dan dia mendirikan disana sebuah altar, dan menamainya EL elohimnya Yisrael. ARTI : EL elohei Yisrael —-> Diantara EL (sesembahan) yg ada, EL yg benar2 EL adalah EL nya Yisrael. Namun kalau umat islam mengatakan bahwa Tuhan yg benar2 Tuhan adalah ALLAH, ya tidak masalah wong memang keyakinan dan iman mereka adalah Allah kok… ========================================= Lha bagaimana kalo yg mengatakan Tuhan yg benar2 Tuhan adalah ALLAH adalah umat nasrani???

Ezequeel Van D’Wijk sdr Deky Hidnas Yan Nggadas batal melayani sdr Yubal Prasetyo …

Ezequeel Van D’Wijk ternyata sdr Deky Hidnas Yan Nggadas jadi melayani sdr Yubal Prasetyo

Ezequeel Van D’Wijk karena sibuk jadi mungkin lama

Deky Hidnas Yan Nggadas: ‎@Yubal: Sebelum saya tanggapi, ada dua hal yang perlu anda lengkapi dari 3 poin argumen di atas:
1) Aturan bhw sebuah kata asing, dalam hal ini “Allah” diadopsi ke dalam bahasa Indonesia harus diterima oleh semua kalangan dalam persepsi (pemahaman?) yang sama. Keharusan ini anda dapatkan dari mana? Silakan berikan referensi.
2) Pada poin ke-3 di atas, anda menulis, “Kata allah dianggap bahasa oleh LAI”..tampaknya anak kalimat pertama ini belum lengkap (Kata Allah dianggap bahasa??). Silakan lengkapi terlebih dahulu.
Catatan:
1) Maaf dari td sekitar jam 9 malam, selepas kerja, saya daftar telkomsel flash unlimited belum berhasil. Berharap besok sudah bisa dan saya mulai menanggapi komentar anda.
2) Mohon saudara Rukiyat Yayat tidak menjadi komentator penggembira di thread ini. Dan saya minta kepada saudara Ezequeel Van D’Wijk sebagai moderator thread ini untuk menghapus komentar saudara Rukiyat Yayat di atas.
°·♥·♡τнänκ чöü ♥·♡·°

Ezequeel Van D’Wijk Done!

Yubal Prasetyo: poin 1. Saya sudah mengatakan bahwa pengadopsian sebuah kata hrs memenuhinya, dan saya sudah memberi contoh dgn kata “kursi”.
Bagaimana dgn “allah” ?
Apakah umat hindu dan budha bisa menggunakan kata “allah” sebagai kosa kata bahasa indonesia sbg pengganti / sinonim kata Tuhan?
Apakah sila pertama dari Pancasila bisa menjadi “keallahan yg maha esa” ?
Lalu bagaimana dong sejarah LAI saat mengadopsian kata “allah” kedalam Alkitab ?

Yubal Prasetyo poin 2.
Yang bertanya saya kok.. Saya menangkap dari kejadian 33:20 itu ya memang di ayat itu “allah” dijadikan mjd personel name dan generic name dalam satu kalimat. Makanya saya bertanya, aturan darimana itu?
Sebagai kalimat pembanding : Presiden Indonesia ialah Presiden.
Menterjemahkan salah itu wajar, makanya sering ada revisi. Lha apa namanya kalo salah trus tidak mau merevisi ato bahkan menutup nutupinya ?

Deky Hidnas Yan Nggadas: ‎Yubal Prasetyo: ternyata anda hanya mengulang2 komentar yang isinya sama dengan di atas tetapi sayangnya belum memenuhi dua permintaan saya di atas. Harap baca lagi. Atau kalau kesulitan, saya bisa minta tolong moderatorEzequeel Van D’Wijk untuk menerangkannya kepada anda. 
Permintaan pertama itu penting untuk memperkuat “aturan” yang anda tetapkan di atas.
Permintaan kedua penting karena anak kalimat pertama pada pada poin ketiga rancu. Bagaimana saya mau menanggapi sebuah kalimatyang rancu? Bisa2 anda menuduh saya strawman. 
tq

Ezequeel Van D’Wijk: ‎Yubal,  
Kriteria sebuah kata menjadi kosakata bahasa Indonesia harus memenuhi kriterianya, yaitu bisa diterima oleh segala kalangan dengan memiliki persepsi dan arti yang sama.

Deky 
Aturan bhw sebuah kata asing, dalam hal ini “Allah” diadopsi ke dalam bahasa Indonesia harus diterima oleh semua kalangan dalam persepsi (pemahaman?) yang sama. Keharusan ini anda dapatkan dari mana? Silakan berikan referensi.

=>Disini sdr Deky memina klarifikasi terhadap pemahaman anda bahwa kenapa kata Allah menjadi asing untuk sebuah kosakata Bhs. Indonesia HARUS MEMENUHI KRITERIA DARI KOSAKATA dan berikan referensi anda
==========
Yubal
Kata allah dianggap bahasa oleh LAI, bagaimana mungkin nama diri/personal name dpt sekaligus dpt sebagai sebutan/generic name?

Deky
2) Pada poin ke-3 di atas, anda menulis, “Kata allah dianggap bahasa oleh LAI”..tampaknya anak kalimat pertama ini belum lengkap (Kata Allah dianggap bahasa??). Silakan lengkapi terlebih dahulu.

=>Disini maksud sdr Deky adalah kata Allah dianggap sebagai bahasa apa oleh LAI?
==========

Yubal
poin 2.
Yg bertanya saya kok.. Saya menangkap dari kejadian 33:20 itu ya memang di ayat itu “allah” dijadikan mjd personel name dan generic name dalam satu kalimat. Makanya saya bertanya, aturan darimana itu?

=>memang sdr yang bertanya, namun disini Sdr Deky meminta klarifikasi dasar + data dan fakta dari pertanyaan sdr, dan sdr Yubal harus memenuhi tuntuan tersebut agar sdr Deky tidak salah memahami pertanyaan sdr Yubal sehingga menjadi sesat logika
semoga dimengerti!

Ezequeel Van D’Wijk: ‎Yubal Prasetyo, saya persilahkan

Deky Hidnas Yan Nggadas °·♥·♡τнänκ чöü ♥·♡·° bro Ezequeel Van D’Wijk. Saya off dl ya. Nanti saya nyimak reply sdr. Yubal.

Yubal Prasetyo: Pandai mengatakn rancu tapi mengimani terjemahan yg rancu. (terjemahan LAI).
Pertanyaanya simpel aja kalo begitu. Saya tidak tau di dalam kejadian 33;20 yg mengatakan Allah Israel adalah Allah. Mohon penjelasannya sodara Deky, karena yg saya tau dari kalimat tsb : ada allah yg disembah Israel dgn nama allah. Kalo penangkapan saya salah, mohon dibenarkan ya?
Terima kasih🙂

Ezequeel Van D’Wijk: Maaf sdr. Yubal Prasetyo, sdr tidak bisa seenaknya mengganti pertanyaan sdr, harap penuhi terlebih dahulu permintaan dari sdr Deky Hidnas Yan Nggadas, setelah dijawab, baru sdr ke pertanyaan berikut…

Deky Hidnas Yan Nggadas: Lagi2 anda menghindar. Untuk permintaan klarifikasi sesederhana itu saja anda menghindar terus? Saya sudah menangkap arah komentar anda pada poin pertama. Anda ingin menekankan bahwa menurut kaidah atau aturan ketatabahasaan, kata “Allah” tidak qualified untuk dipakai. Lalu anda kasih contoh2…yang saya minta bukan contoh..karena dengan gampang saya juga bisa kasih contoh tandingan yang menggugurkan aturan anda itu. Itulah sebabnya, saya meminta anda memberikan referensi untuk aturan tersebut. Jangan2 aturan itu anda ciptakan sendiri untuk mendukung agenda anda?! Dan saya curiga, memang begitu. itulah sebabnya anda menghindar terus. Berharap saya salah:) 
Bahkan permintaan sederhana untuk memperbaiki kerancuan anak kalimat pertama pada poin ketiga argumen anda di atas pun anda tidak mau (atau tidak mampu) penuhi. Lalu bagaimana debat ini bisa diteruskan? Maaf, anda membuang waktu saya.
Saya kasih anda satu kesempatan lagi untuk memenuhi permintaan saya di atas. Dalam komentar berikutnya, bila anda tidak memenuhi permintaan di atas, saya menghentikan perdebatan ini. Dan saya anggap anda hanya pintar klaim tanpa kejelasan argumen serta dukungan referensi untuk argumen-argumen anda.
anyway…penjelasan anda ini: [[lanjutan Kejadian 33:20 “Allah Israel ialah Allah” ====================== Pertanyaannya siapakah Allah? dan Allah yg mana? sangat rancu dan tidak profesional / tidak jelas. Dalam Tanakh dituliskan sbg berikut. WAYYATSEV-SHAM MIZ’BEAKH WAYYIQRA-LO EL ELOHEY YISRAEL —> Dan dia mendirikan disana sebuah altar, dan menamainya EL elohimnya Yisrael. ARTI : EL elohei Yisrael —-> Diantara EL (sesembahan) yg ada, EL yg benar2 EL adalah EL nya Yisrael. Namun kalau umat islam mengatakan bahwa Tuhan yg benar2 Tuhan adalah ALLAH, ya tidak masalah wong memang keyakinan dan iman mereka adalah Allah kok… ========================================= Lha bagaimana kalo yg mengatakan Tuhan yg benar2 Tuhan adalah ALLAH adalah umat nasrani???]]
===
DHYN: Ini benar-benar menunjukkan kebingungan anda. Dalam ayat ini, kata ‘El bukan generic term (sesembahan) melainkan nomen proprium (nama diri). Sedangkan ‘Elohey (bentuk construct dari ‘Elohim) lah yang menempati fungsi sebagai generic term (sesembahan).
Tapi abaikan dulu bantahan saya mengenai Kej. 33:20, karena sudah jelas penjelasan anda salah. Silakan fokus dulu ke dua permintaan saya di atas. tq

Yubal Prasetyo: Makanya karena saya bingung dgn terjemahan ayat kejadian 33:20 , saya minta petunjuk anda kan? Tentang ungkapan saya yg diatas , itu penerimaan saya dlm menyingkapi ayat tsb.
Apa begitu seorang guru yg baik? Saat muridnya bertanya, malah tidak menjelaskan.
Oke kalo begitu terjemahan “allah israel adalah allah” sudah tepat ato perlu direvisi terjemahannya dalam menerjemah kan “Wayyatsev-sham miz’beakh wayyiqra-lo el elohey Yisrael”

Yubal Prasetyo kalo penjelasan saya salah, mohon dibenarkan?
Saya bertanya sebagai seorang murid yang tidak tau, bertanya kepada seorang gura yang tahu karena mengganggap salah.

Ezequeel Van D’Wijk: ‎Yubal Prasetyo, mungkin saya perlu memberikan ketegasan disini
1. Sdr Sem Aldo Tulung Allo memberikan tantangan digrup ini untuk meminta bukti
2. Sdr Deky Hidnas Yan Nggadas bersedia memberikan bukti dengan cara beradu argumen (Debat)
3. Anda, meminta beradu argumen (debat) dengan sdr Deky dengan mengatakan bahwa anda ingin one by one (ini asumsi saya berdasarkan 2 keterangan diatas)
jadi anda tidak seharusnya bertanya, jikapun ingin bertanya, anda memiliki kewajiban untuk memberikan argumen-argumen + data dan fakta sebagai dasar dari pertanyaan anda…untuk itulah sdr Deky meminta klarifikasi dari anda diatas, jika anda tdak bersedia memberikan klarifikasi sesuai dengan permintaan sdr Deky, maka (seperti pernyataan) sdr Deky akan menghentikan perdebatan ini
Semoga dipahami

Ezequeel Van D’Wijk silahkan sdr Yubal Prasetyo menanggapi

Deky Hidnas Yan Nggadas: Yubal: Anda menantang saya debat one-on-one. Apakah anda tahu bahwa dalam debat, lawan debat berhak mendapat klarifikasi yang jelas atas posisi anda? Bila anda tidak tahu, harap mulai sekarang anda simpan ini dalam benak anda supaya tidak petantang petenteng nantangin orang berdebat tapi giliran diminta klarifikasi (sama seperti Sem Aldo Tulung Allo) lalu mulai red herring. Anda tampil dengan tiga poin argumen di atas. Dan saya meminta klarifikasi atas ketidakjelasan poin-poin anda. Anda malah loncat ke sana-sini dengan mengulang-ngulang pernyataan. 
Di thread ini posisi kita berdua bukan “guru-murid”. Saya tidak pernah mengangkat anda menjadi murid demikian juga sebaliknya. Di sini, anda adalah lawan debat saya. Andalah yang menantang saya untuk debat one-on-one! Next time, saya lah yang akan buka thread di sini, anda tidak perlu capek-capek nantangin saya lagi karena sudah terbukti di thread ini, anda tidak qualified untuk berdebat.
Oke, saya hentikan perdebatan ini, seperti yang sudah saya lontarkan dalam komentar sebelumnya. Saya sibuk dan tidak punya waktu untuk berdebat seperti beginian. 
Saran saya, kenali referensi2 pendukung argumen anda, supaya anda tidak sekadar lontarkan klaim. Dan belajar bahasa Indonesia lagi. Karena anak kalimat anda pada poin ketiga di atas itu rancu. Bagaimana mungkin anda menuduh LAI melakukan kesalahan penerjemahan atas dasar kaidah ketatabahasaan, padahal anda sendiri dalam merumuskan kalimat “belepotan”? Menarik!
Buat moderator, Sdr. Ezequeel Van D’Wijk, thread ini ditutup saja. Terima kasih.

Ezequeel Van D’Wijk: Ok, perdebatan sudah dihentikan oleh sdrDeky Hidnas Yan Nggadas dan thread ini saya tutup. silahkan pembaca menilai sendiri (tidak perlu dikomentari) 
Case Closed!
Tuhan Yesus Kristus memberkati kita semua