Berikut ini saya arsipkan komentar-komentar dalam perdebatan saya dengan J.P. Jones di grup Centre for Logical Defense of Christianity (CLDC). Perdebatan ini berlangsung berkenaan dengan note saya yang berjudul: Markus 2:26, Sebuah Anakronisme? (lihat: https://www.facebook.com/groups/Menjawab.berbagai.gosip.miring.ttg.kekristenan/doc/231409543595266/). Dalam note ini, saya memaparkan pandangan saya untuk melawan pandangan Ehrman yang disetujui dan dibela oleh Jones.

Perlu disebutkan juga bahwa dalam perdebatan tersebut, ada beberapa teman lain yang ikut memberikan komentar. Namun saya hanya akan mencantumkan komentar-komentar kami berdua, dan juga komentar-komentar dari Edward Hanock dan Ma Lobo, serta sebuah komentar berisi link yang sangat baik dari Sam SI. Saya juga menghapus beberapa komentar yang tidak signifikan dan tidak berhubungan langsung dengan note saya.

=======================

Sam SI: Sebagai Referensi tambahan, saya sajikan juga jawaban dari Prof Dan Wallace…http://bible.org/article/mark-226-and-problem-abiathar..Dan itu pernah di debatkan oleh Dan Wallace Vs Barth Ermans..http://www.youtube.com/watch?NR=1&v=7NEFj3Mq8F8..

J.p. Jones: Simple saja pak Deky, apakah benar cerita ketika Daud makan roti adalah “section about” Abiathar? Siapakah tokoh utama dalam cerita yang dikisahkan kitab Samuel, Daud atau Abiathar??? Siapakah tokoh utama lainnya yang diceritakan dalam Kitab 1Samuel: Saul, Samuel apakah Abiathar ben Achimelekh termasuk???? Apa benar 1/3 dari kitab 1 Samuel (bab 21-31) termasuk “section about” Abiathar? Cerita Abiathar sendiri baru muncul dalam 1 Sa 22 dan bukankah saat itu Daud sedang berurusan dengan Saul, lalu apa peran Abiathar sehingga anda cs. mengclaim adanya “section about” Abiathar? Sorry sudah hampir tengah malam saya mau tidur, lanjut lain kali, goodnight.

Ma Lobo: Wah, si ikan sapu-sapu muncul sebentar di permukaan trus nyelam lagi. J.p. Jones, sy bukan org jenius tp jg tdk bodoh-bodoh amat utk bs memahami “section about” yg dimaksudkan oleh bro Deky Hidnas adalah dalam konteks para Imam Yahudi yg bekerja di seputar Daud menurut kitab 1 dan 2 Samuel.

Edward Hanock: ‎@Jones: selamat bertemu kembali. Kali ini kita bersua dalam topik yang berbeda. Saya minta klarifikasi dulu mengenai statement Anda bahwa cerita/narasi tentang Abyatar baru muncul dalam 1 Samuel 22. Apa yang Anda pahami tentang narasi? (ingat: narasi merupakan salah satu gendre kitab yang perlu Anda ketahui dalam tafsir Alkitab!). Saya masih belum mau masuk ke substansi. Saya kira apa yang dijabarkan oleh bro Deky dari perspektif PB (NT) sudah menjawab persoalan ini. Nanti bagian saya akan menjawab dari perspektif narasi PL. Tapi silakan klarifikasi statement Anda dulu. (ingat permintaan saya ini masih dalam koridor aturan main diskusi di group ini). Yang kedua, dalam pengamatan saya, sepertinya Anda senang dengan mengutip ayat-ayat Alkitab (entahkah PL/PB) lalu Anda tambahkan transliterasinya, dan mencantumkan terjemahan LAI. Pertanyaannya: mana terjemahan Anda? Apakah Anda paham bahasa Ibrani-Yunani?. Sebagai klimaks dari methode Anda di atas, Anda kemudian mengklaim sesuatu yang sama sekali belum Anda ketahui. Apa yang Anda tulis sebenarnya bukan konklusi, tapi KLAIM!!! ) monggo…

Deky Hidnas Yan Nggadas: ƗƗϱ•ƗƗϱ•ƗƗϱ ˚ت° Jones, pertanyaan2mu sebenarnya tidak penting, baca baik2 dong note saya. Udah dijawab tuh di note itu…untuk urusan konteks naratifnya dalam PL silakan berurusan dengan bro Edward..bakal lebih jelas lagi..

J.p. Jones: Hello pak Hanock, [[[@Jones: selamat bertemu kembali. Kali ini kita bersua dalam topik yang berbeda. Saya minta klarifikasi dulu mengenai statement Anda bahwa cerita/narasi tentang Abyatar baru muncul dalam 1 Samuel 22. Apa yang Anda pahami tentang narasi? (ingat: narasi merupakan salah satu gendre kitab yang perlu Anda ketahui dalam tafsir Alkitab!).Saya masih belum mau masuk ke substansi. Saya kira apa yang dijabarkan oleh bro Deky dari perspektif PB (NT) sudah menjawab persoalan ini. Nanti bagian saya akan menjawab dari perspektif narasi PL. Tapi silakan klarifikasi statement Anda dulu. (ingat permintaan saya ini masih dalam koridor aturan main diskusi di group ini).]].
Narration (n) the act of giving an account describing incidents or a course of events http://www.beedictionary.com/meaning/narration
Dalam Mark 2 diceritakan Jesus mengingatkan kaum Pharisee dengan menyebutkan kisah dalam PL tentang kisah Daud makan roti kudus yang hanya boleh dimakan oleh para imam, masalahnya adalah dalam cerita itu Jesus menyebutkan peristiwa itu terjadi di masa Abiathar menjadi imam besar, atau menurut penjabaran pak Deky pada “section about” Abiathar.
Apakah dalam kitab Samuel Abiathar pernah diceritakan sebelum Daud bertemu dengan Achimelekh, ayah Abiathar?
[[[Yang kedua, dalam pengamatan saya, sepertinya Anda senang dengan mengutip ayat-ayat Alkitab (entahkah PL/PB) lalu Anda tambahkan transliterasinya, dan mencantumkan terjemahan LAI.
Pertanyaannya: mana terjemahan Anda? Apakah Anda paham bahasa Ibrani-Yunani?. ]]]
Saya berusaha mengerti scripture dari bahasa yang diyakini sebagai bahasa originalnya, dan untuk menterjemahkannya saya berusaha dengan membandingkan terjemahan-terjemahan yang ada serta terjemahan literal dari bahasa-bahasa aslinya.

[[[Sebagai klimaks dari methode Anda di atas, Anda kemudian mengklaim sesuatu yang sama sekali belum Anda ketahui. Apa yang Anda tulis sebenarnya bukan konklusi, tapi KLAIM!!! ) monggo.]]]

Apa bukan anda sendiri yang mengclaim konklusi dari sesuatu yang tidak anda ketahui?

Aryanrod Moronic Stay: Ganggu bentar, om J.p. Jones sebenernya paham bahasa ibrani-yunani atau formulasi om pengenai paham bahasa ibrani-yunani = kutip bahasa asli + transliterasi dari suatu link + terjemahan LAI?

Deky Hidnas Yan Nggadas: Pak Jones yang ganteng, saya akan fokus ke reply anda berkenaan dg note saya.

Untuk kedua kalinya, tolong berikan bantahan anda terhadap rekonstruksi saya. Pertanyaan anda tentang apakah Daud pernah berjumpa dengan Abiathar sebelum berjumpa dg Achimelek, sama sekali tidak menyentuh substansi rekonstruksi saya. Baca lagi note saya, pelan2 dan cermat.

Sekali lagi anda reply dg komentar yg tidak berisi rekonstruksi tandingan yang menggugurkan rekonstruksi saya di atas, saya tidak akan lagi meladeni retotika kosong anda. Wasting time.

Komentar2 anda yg lain akan lebih tepat kalau dijawab bro Edward.

J.p. Jones: AMS, [[[ganggu bentar, om J.p. Jones sebenernya paham bahasa ibrani-yunani atau formulasi om pengenai paham bahasa ibrani-yunani = kutip bahasa asli + transliterasi dari suatu link + terjemahan LAI?]]]

Saya sedang belajar, so, jika saya salah mohon dikoreksi oleh anda-anda yang menguasai Greek dan Hebrew.

Deky Hidnas Yan Nggadas: Pertama, [[Statement “orang jahudi memberi nama karakter (atau tokoh) kunci di dalam bagian-bagian Tanakh” ada dasarnya atau pendapat anda pribadi?]]
———
Saya ada linknya, tp sy lg OL pk hp. Nanti saya kasih. Tp yg jelas, reply anda ini belum membuktikan apa2 akan posisi anda. Lagi pula, even itu adalah pendapat pribadi saya, so what? Tugas anda adalah menunjukkan bhw rekonstruksi saya itu salah.

Kedua, apakah kata2 Yesus itu merujuk pd pengertian ato peringatan…ƗƗϱ•ƗƗϱ•ƗƗϱ ˚ت° Pertanyaanmu itu sudah terjawab dalam rekonstruksi saya. Sekali lagi, silakan baca note saya.

Tentang Ehrman, hffff..saya mulai give up dg anda Jones. Mengapa saya harus percaya pada Ehrman? Dalam diskusi kita dulu, saya sudah katakan pada anda bahwa Textual Criticism itu bukan metode yg tanpa presuposisi. Komentar profesor tersebut yang kemudian ditelan mentah2 oleh Ehrman menunjukkan dg jelas siapa mereka, sama seperti Anda. Podowae.

J.p. Jones: Pak Deky, [[[Saya ada linknya, tp sy lg OL pk hp. Nanti saya kasih. Tp yg jelas, reply anda ini belum membuktikan apa2 akan posisi anda. Lagi pula, even itu adalah pendapat pribadi saya, so what? Tugas anda adalah menunjukkan bhw rekonstruksi saya itu salah.]]]

OK, it’s good, saya tunggu.

[[[Kedua, apakah kata2 Yesus itu merujuk pd pengertian ato peringatan…ƗƗϱ•ƗƗϱ•ƗƗϱ ˚ت° Pertanyaanmu itu sudah terjawab dalam rekonstruksi saya. Sekali lagi, silakan baca note saya.]]]

Sekali lagi, silakan baca pertanyaan saya

***Saya mau tanya, jawaban Jesus kepada kaum Pharisee berupa peringatan tentang PEMBACAAN Tanakh atau PENGERTIANNYA?***

Deky Hidnas Yan Nggadas: Pertanyaan anda mengandung false asumption terhadap rekonstruksi saya. Anda berasumsi seolah2 rekonstruksi saya itu harus membuat saya memilih antara “pengertian” atau “cara membaca”.

J.p. Jones: Pak Daky, Saya tidak menjebak pak Deky ini masalah pengertian kata ἀνέγνωτε anegnote pada Mark 2:25.

και λεγει αυτοις ουδεποτε ανεγνωτε τι εποιησεν δαυιδ οτε χρειαν εσχεν και επεινασεν αυτος και οι μετ αυτου

kai legei autois oudepote anegnote ti epoiesen daueid ote chreian eschen kai epeinasen autos kai oi met autou ανεγνωτε verb – second aorist active indicative – second person : to know again

lemma αναγινσωκω anaginosko from ανα- ana and γινσωκω – ginosko ; to know again, i.e. (by extension) to read:–read.

ανα ana a primary preposition and adverb; properly, up; but (by extension) used (distributively) severally, or (locally) at (etc.):–and, apiece, by, each, every (man), in, through. In compounds (as a prefix) it often means (by implication) repetition, intensity, reversal, etc.

γινσωκω ginosko a prolonged form of a primary verb; to “know” (absolutely) in a great variety of applications and with many implications (as follow, with others not thus clearly expressed):–allow, be aware (of), feel, (have) know(-ledge), perceived, be resolved, can speak, be sure, understand

So, pengertian kata itu ‘membaca’ dalam arti literal atau ‘kembali mengerti’?

Anyway, apapun arti kata itu, tidak ada yang mendukung comment anda.

ανεγνωτε – anegnote = membaca, berdasarkan Tanakh atau Septuagint (katakanlah 1 samuel yang sama dengan yang ada sekarang) maka tidak ada seorang Pharisee yang membaca Daud makan roti kudus ketika/ pada bab Abiathar menjadi kohen gadol/ archiereos.

ανεγνωτε – anegnote = kembali mengerti juga maka dari dahulu tidak ada seorang Pharisee yang punya pengertian Daud makan roti kudus ketika/ pada bab Abiathar menjadi kohen gadol/ archiereos.

[[[Tetapi, bukankah aneh bahwa “anakronisme” yang “terlihat jelas” bagi Jonse (dan Ehrman) koq tidak dilihat orang-orang Yahudi yang mendengar Yesus berbicara demikian? Mungkin, Jones akan berkilah bahwa itu adalah kata-kata-Nya Markus yang “ditaruh di mulut” Yesus. Pertanyaannya tetap sama, Markus menulis pada masa para rasul (Petrus, Paulus, dkk) masih hidup. Tetapi, apakah ada catatan atau kesaksian sejarah bahwa baik para rasul maupun orang-orang Yahudi non Kristen protes terhadap “anakronisme” Markus? TIDAK ADA!]]]

Memang ada dua kemungkinan, cerita itu narasinya tidak seperti itu atau cerita yang tidak pernah terjadi (fiction).

Palam perikop yang ‘paralel’ dengan Mark 2 Matthew dan Luke sama sekali tidak menuliskan siapakah yang menjabat ha-kohen di Bait Allah saat itu, Matthew 12: 1-4, Luke 6: 1-4, so, jika mereka mengambil sumber penulisan gospel karangan mereka dari Mark maka mereka meng editnya dengan membuang perihal dan nama ha-kohen/ ton iereos, secara tidak langsung mereka tidak sependapat dengan Mark mengenai nama ha-kohen/ ton iereos itu.

Jika mereka mengambil sumber dari cerita lain, maka sumber itu tidak mengisyaratkan adanya cerita seorang ha-kohen dengan nama Abiathar.

Deky Hidnas Yan Nggadas: Mr. J.p. Jones Kata “anegnote” dalam ayat 25 sama sekali tidak memberi legitimasi bagi pertanyaan anda. saya sudah jawab, bahwa pertanyaan anda di atas itu, mungkin saya harus lebih tegas, lahir dari khayalan anda sendiri. Dan anda mengaburkan pengertian ayat-ayat itu dengan memberi perhatian pada kata “anegote” dengan penjelasan yang membuatnya tampak tidak masuk akal. rupanya anda mencoba mengecoh saya lagi.

Coba perhatikan terjemahan saya berikitu ini:
Ayat 25:
καὶ λέγει αὐτοῖς οὐδέποτε ἀνέγνωτε τί ἐποίησεν Δαυίδ ὅτε χρείαν ἔσχεν καὶ ἐπείνασεν αὐτὸς καὶ οἱ μετ’ αὐτοῦ
Ayat 26:
πῶς εἰσῆλθεν εἰς τὸν οἶκον τοῦ θεοῦ ἐπὶ Ἀβιαθὰρ ἀρχιερέως καὶ τοὺς ἄρτους τῆς προθέσεως ἔφαγεν οὓς οὐκ ἔξεστιν φαγεῖν εἰ μὴ τοὺς ἱερεῖς καὶ ἔδωκεν καὶ τοῖς σὺν αὐτῷ οὖσιν
=======
Ayat 25: Dan Dia berkata kepada mereka, tidak pernahkah kalian membaca ketika Daud sendiri berkebutuhan dan merasa lapar bersama dengan orang-orang yang menyertai dia, [ayat 26] bagaimana ia memasuki rumah Allah, dalam [atau “pada”] bagian/catatan tentang Abiathar sang Imam Besar, dan makan roti sajian, yang tidak boleh dimakan kecuali oleh para imam, dan bahkan memberikannya juga kepada mereka yang bersama dia?
======
Kalau saya parafrase terjemahan saya di atas supaya menjadi kalimat yang bisa anda pahami dengan lebih mudah, bunyi seperti ini:

“Belum pernahkah kalian membaca dalam bagian tentang Abiathar sang imam besar, ketika Daud bersama orang-orang yang menyertai dia kelaparan, bagaimana ia memasuki rumah Allah dan makan roti sajian yang tidak boleh dimakan kecuali oleh para imam, dan bahkan memberikannya juga kepada mereka yang bersama dia?”

Perhatikan parafrase saya di atas, dua kemungkinan yang anda tawarkan di atas tidak berpengaruh sama sekali terhadap rekonstruksi saya. Sampai saat ini, terjemahan dan rekonstruksi saya belum anda bantah sama sekali.

Memang, sebagai seorang yang menekuni studi PB, saya mengetahui teori Markan Priority yang anda jadikan salah satu kemungkinan untuk menduga bahwa Matius dan Lukas ommited catatan tentang Abiathar karena menurut dugaan anda mereka mendapati kesalahan pada Markus. Tentang hal ini, Pertama, Markan Priority adalah sebuah hipotesis yang tidak pernah terbukti pasti sampai saat ini (teori ini pada dasarnya diyakini atas dasar “iman” walau ada sejumlah argumen pendukung, tetapi juga tidak kurang argumen sebaliknya yang melawan teori ini. Kedua, seandainya Teori Markan Priority benar pun, anda harus ingat bahwa mereka mengambil sumber dari Markus, itu menunjukkan bahwa mereka menghormati otoritas tulisan Markus. Dalam dunia biblika, pengabaian terhadap satu hal dalam naskah sumber (misalanya: Markus), tidak serta merta membukitkan bahwa naskah sumber itu salah. Ingat, bahwa Source Criticism of the Gospels itu nanti akan berlanjut dengan Redaction Criticism of the Gospels, yang percaya bahwa peredaksian terhadap sumber yang dipakai para penulis yang kemudian, lebih berhubungan dengan perspektif teologis dari si pemakai sumber, ketimbang asumsi bahwa sumber yang dipakai itu salah.

Satu hal terakhir yang saya akan selalu tandaskan kepada anda, apakah anda mau menggunakan Markan Priority atau Redaction Criticsm, presuposisilah yang akan memainkan peranan penting. Anda lihat, saya juga, demi argumentasi mencoba menerima Markan Priority dan Redaction Criticsm, tetapi anda bisa lihat sendiri bahwa penjelasan saya tidak membahayakan rekonstruksi saya sedikit pun, mala dengan leluasa melepaskan rekonstruksi saya dari keberatan anda. Anda belum membuktikan apa2 sampai sekarang, mr. J.p. Jones.

Deky Hidnas Yan Nggadas: Koreksi teknis untuk anda mr. J.p. Jones, nama saya Deky bukan Daky. Tq.

J.p. Jones: Hello pak Deky, Sorry, saya salah ketik nama anda, bagaimana dengan pengarang gospel yang bukan hanya salah menulis nama tokoh tapi juga salah menyebut nama tokoh yang diceritakan dalam Tanakh?

[[[Kaata “anegnote” dalam ayat 25 sama sekali tidak memberi legitimasi bagi pertanyaan anda. saya sudah jawab, bahwa pertanyaan anda di atas itu, mungkin saya harus lebih tegas, lahir dari khayalan anda sendiri. Dan anda mengaburkan pengertian ayat-ayat itu dengan memberi perhatian pada kata “anegote” dengan penjelasan yang membuatnya tampak tidak masuk akal. rupanya anda mencoba mengecoh saya lagi.]]]

Saya tidak mengaburkan masalah, saya hanya berusaha menangkap pengertian anda mengenai arti kata ἀνέγνωτε anegnote pada Mark 2:25.

[[[Ayat 25: Dan Dia berkata kepada mereka, tidak pernahkah kalian membaca ketika Daud sendiri berkebutuhan dan merasa lapar bersama dengan orang-orang yang menyertai dia, [ayat 26] bagaimana ia memasuki rumah Allah, dalam [atau “pada”] bagian/catatan tentang Abiathar sang Imam Besar, dan makan roti sajian, yang tidak boleh dimakan kecuali oleh para imam, dan bahkan memberikannya juga kepada mereka yang bersama dia?
======
Kalau saya parafrase terjemahan saya di atas supaya menjadi kalimat yang bisa anda pahami dengan lebih mudah, bunyi seperti ini:

“Belum pernahkah kalian membaca dalam bagian tentang Abiathar sang imam besar, ketika Daud bersama orang-orang yang menyertai dia kelaparan, bagaimana ia memasuki rumah Allah dan makan roti sajian yang tidak boleh dimakan kecuali oleh para imam, dan bahkan memberikannya juga kepada mereka yang bersama dia?”

Perhatikan parafrase saya di atas, dua kemungkinan yang anda tawarkan di atas tidak berpengaruh sama sekali terhadap rekonstruksi saya. Sampai saat ini, terjemahan dan rekonstruksi saya belum anda bantah sama sekali.]]]

OK,anda menterjemahkan bahwa “anegnote” dalam ayat 25 = membaca.

Pak Deky, dalam seluruh kitab Samuel tidak tertulis phrase כהן גדול kohen gadowl/ αρχιερεως archieros / imam besar, lalu dari atas dasar apa anda mengclaim adanya “bagian tentang Abiathar sang imam besar”????

Pertanyaan saya tentang referensi statement anda “orang jahudi memberi nama karakter (atau tokoh) kunci di dalam bagian-bagian Tanakh”, sudah hampir 24 jam tidak anda jawab apa memeng tidak ada???

Saya harap anda tidak mengarang-ngarang demi untuk melandasi “rekonstruksi” anda.

[[[Memang, sebagai seorang yang menekuni studi PB, saya mengetahui teori Markan Priority yang anda jadikan salah satu kemungkinan untuk menduga bahwa Matius dan Lukas ommited catatan tentang Abiathar karena menurut dugaan anda mereka mendapati kesalahan pada Markus. Tentang hal ini, Pertama, Markan Priority adalah sebuah hipotesis yang tidak pernah terbukti pasti sampai saat ini (teori ini pada dasarnya diyakini atas dasar “iman” walau ada sejumlah argumen pendukung, tetapi juga tidak kurang argumen sebaliknya yang melawan teori ini. Kedua, seandainya Teori Markan Priority benar pun, anda harus ingat bahwa mereka mengambil sumber dari Markus, itu menunjukkan bahwa mereka menghormati otoritas tulisan Markus. Dalam dunia biblika, pengabaian terhadap satu hal dalam naskah sumber (misalanya: Markus), tidak serta merta membukitkan bahwa naskah sumber itu salah. Ingat, bahwa Source Criticism of the Gospels itu nanti akan berlanjut dengan Redaction Criticism of the Gospels, yang percaya bahwa peredaksian terhadap sumber yang dipakai para penulis yang kemudian, lebih berhubungan dengan perspektif teologis dari si pemakai sumber, ketimbang asumsi bahwa sumber yang dipakai itu salah.]]]

Diambil dari siapapun, para pengarang gospel Matthew dan Luke tidak menuliskan mengenai kohen gadowl/ archieres dalam perihal Daud makan roti sajian, artinya mereka mengambil informasi dari sumber itu memang tidak tertulis demikian atau mereka mengeditnya.

[[[Satu hal terakhir yang saya akan selalu tandaskan kepada anda, apakah anda mau menggunakan Markan Priority atau Redaction Criticsm, presuposisilah yang akan memainkan peranan penting. Anda lihat, saya juga, demi argumentasi mencoba menerima Markan Priority dan Redaction Criticsm, tetapi anda bisa lihat sendiri bahwa penjelasan saya tidak membahayakan rekonstruksi saya sedikit pun, mala dengan leluasa melepaskan rekonstruksi saya dari keberatan anda. Anda belum membuktikan apa2 sampai sekaran, mr. J.p. Jones]]]

Rekonstruksi anda tidak ada dasarnya.

Cobalah anda cross check dari sumber Jahudi, bukan dari gentile tentang kebenaran claim anda “untuk membantu mereka mengidentifikasi bagian-bagian yang akan dibaca setiap minggu, mereka memberi semacam “nama” kepada bagian-bagian tersebut, yang seringkali pemberian nama tersebut sesuai dengan nama karakter (atau tokoh) kunci di dalam bagian-bagian tersebut”.

J.p. Jones: Hello pak Edward, [[[@ Jones: terima kasih untuk reaksi Anda. Mungkin terlalu prematur saya mengatakan ini, rupanya Anda tidak mengerti gendre narasi PL. Saya tidak minta definisi, tetapi pengertian utuh Anda mengenai bagaimana membaca dan memahami narasi 1(-2) Samuel. Salah satu parameternya adalah Anda ngotot bahwa karena Abyatar tidak disebut dalam 1 Sam. 21, ketika Daud berada di Nob, maka narasi tentang Abyatar terputus.]]]

Saya tidak ngotot, ini memang fakta bahwa Abiathar memang sama sekali tidak diceritakan dalam 1 Samuel 21 dan tidak diceritakan perannya dalam memberikan roti kepada Daud

Silahkan anda check situs ini. http://biblica.com/niv/study-bible/1-samuel/

Tokoh utamanya adalah David dan Samuel sendiri, tokoh antagonisnya Sha`ul, so, dalam ringkasan cerita itu disebutkan Sha’ul membunuh para imam, lalu dimanakah peran Abiathar?

[[[Kalau saya katakan kepada Anda, narasi itu tidak terputus, melainkan tetap berkesinambungan dengan bagian-bagian lainnya, dalam hal ini 1 Sam. 22-23, 30 dst., pasti Anda akan membantah dan terus mencecar saya dengan cara membaca cerita model Anda yakni: pokoke nama Abyatar tidak tercantum di 1 Sam. 21. titik! Anda mesti ingat: jangan melepas 1 Sam 21, meskipun kita membahas Abyatar dan nama itu secara hitam-atas putih tidak tercantum di sana. 1 Sam 21-23 adalah narasi tentang ‘imam di kota Nob’ yang berkaitan erat dengan narasi-narasi awal Kitab 1 Samuel (perhatikan kisah Imam Eli dan kedua anak mereka (1 Sam. 3-4). Setelah itu jangan lupa catatan 2 Samuel-1 Tawarikh.]]]

Pak Edward, anda membaca 1 Samuel dari mulai dari awal, dari tengah atau dari akhir cerita???

ויבא דוד נבה אל אחימלך הכהן ויחרד אחימלך לקראת דוד ויאמר לו מדוע אתה לבדך ואיש אין אתך

wa yabo` dawid nobeh el ACHIYMELEK HA KOHEN wa yecherad ACHIYMELEK li qera’at dawid wa yo`mer low maduw’a atah le badeka wa iysh aiyn itaka

Sampailah Daud ke Nob kepada Ahimelekh, imam itu. Dengan gemetar Ahimelekh pergi menemui Daud dan berkata kepadanya: “Mengapa engkau seorang diri dan tidak ada orang bersama-sama dengan engkau?”

Jelas bukan siapa yang disebut imam di kota Nob yang ditemui Daud??? Mana narasi yang mengacu kepada Abiathar???????

[[[Dengan reading comprehensive seperti ini, maka Anda akan dapat melihat plot-alur cerita ini. Maka, ketika Anda bertanya kepada saya: [[Apakah dalam kitab Samuel Abiathar pernah diceritakan sebelum Daud bertemu dengan Achimelekh, ayah Abiathar?]], ini sy kategorikan sebagai a mistake yang sangat mendasar dalam membaca narasi tentang tragedi keimaman di Nob. Mengapa saya sebut sebuah kekeliruan? Tahu dari mana Anda bahwa Abyatar tidak hadir ada di sana? Tahukah Anda bahwa para imam itu tidak bekerja sendirian melainkan selalu melayani bersama?]]]

Tahu dari mana anda bahwa Achimelekh tidak bekerja sendirian????

Apa kurang jelas 1 dalam Sa 21:1 (2) tertulis Daud menemui הכהן HA-KOHEN – the priest – sang imam yang imam yang bernama אחימלך ACHIYMELEK??? Hanya seorang imam.

Silahkan anda baca ayat-ayat selanjutnya, kepada siapakah Daud berbicara? Yang diajak bicara oleh Daud singular atau plural?????

[[[Tahukah Anda bahwa tindakan Saul membunuh keluarga imam itu adalah sebuah indikasi yang sangat kuat bahwa seluruh keluarga imam, termasuk Abyatar yang melarikan diri, terlibat dalam pemberian roti dan pedang Goliat kepada Daud?]]]

So, anda mengclaim tindakan Saul membunuh keluarga imam itu adalah sebuah indikasi yang sangat kuat bahwa seluruh keluarga imam terlibat dalam pemberian roti dan pedang Goliat kepada Daud.

Bagimana dengan seluruh penduduk Nob termasuk anak bayi dan hewan ternak yang juga dibunuh Sha’ul, apakah mereka termasuk bayi dan hewan ternak juga ikut berperan memberikan roti kudus kepada Daud????

C’mon pak Edward. Mereka dibunuh apa bukan karena dampak kemarahan angkara murka Sha’ul kepada Achimelekh????

1 Sa 22:19 Juga penduduk Nob, kota imam itu, dibunuh raja dengan mata pedang; laki-laki maupun perempuan, kanak-kanak maupun anak yang menyusu, pula lembu, keledai dan domba dibunuhnya dengan mata pedang.

[[[Pertanyaan saya berikutnya adalah apakah Anda sudah menguji KLAIM anda dengan kesaksian 2 Sam. 8:17; 1 Taw. 18:16; 24:6?]]]

2 Sa 8:17 Zadok bin Ahitub dan Ahimelekh bin Abyatar menjadi imam; Seraya menjadi panitera negara;

Achimelekh ben Achituwb adalah imam di Nob, dan sudah tammat riwayatnya dibunuh Doeg atas suruhan Sha’ul di kota itu.

Achimelekh ben Abiathar imam di Yerushalaim, dimana kejadiannya jauh setelah kematian Akhimelekh ben Achituwb di Nob.

Apaka anda telah menguji claim anda “menghidupkan” orang yang sudah mati entah beberapa lama menjadi imam?????

Mengenai kemampuan bahasa Ibrani/Yunani Anda yang saya singgung di atas dan kemudian saya mendapat jawaban berikut ini: [[Saya berusaha mengerti scripture dari bahasa yang diyakini sebagai bahasa originalnya, dan untuk menterjemahkannya saya berusaha dengan membandingkan terjemahan-terjemahan yang ada serta terjemahan literal dari bahasa-bahasa aslinya.]].
Pengakuan Anda ini sangat menggelikan. (1) ‘berusaha mengerti Alkitab dari bahasa aslinya’, tapi mengapa tempo hari Anda tidak paham gramatika Ibrani? (2) ‘untuk menerjemahkannya saya berusaha membandingkan terjemahan-terjamahan yang ada’; Bro Jones: Ini bukan menerjemahkan namanya, tapi nyontek! (3) ‘serta terjemahan literal dari bahasa-bahasa aslinya’ ]]]

Saya tidak paham grammatika Hebrew di status yang mana pak?

[[[Apa maksudnya? Tafsiran literal? Atau transliterasi yang Anda maksud? Saya tidak paham.]]]

Seingat saya, saya tidak menulis tafsiran literal, saya menulis literal translation atau terjemahan literal.
Transliterasi =alih aksara

Alih aksara, atau kadangkala disebut transliterasi adalah pengalihan suatu jenis huruf ke jenis huruf lainnya. Misalkan alih aksara dari aksara Jawa ke huruf Latin, dari aksara Jawi ke huruf Latin, dari aksara Arab ke huruf Latin, atau dari huruf Sirilik ke huruf Latin. http://id.wikipedia.org/wiki/Alih_aksara

Deky Hidnas Yan Nggadas: Mr. J.p. Jones [[Sorry, saya salah ketik nama anda, bagaimana dengan pengarang gospel yang bukan hanya salah menulis nama tokoh tapi juga salah menyebut nama tokoh yang diceritakan dalam Tanakh?]]
=========
Ini klaim anda saja.
=====
[[Pak Deky, dalam seluruh kitab Samuel tidak tertulis phrase כהן גדול kohen gadowl/ αρχιερεως archieros / imam besar, lalu dari atas dasar apa anda mengclaim adanya “bagian tentang Abiathar sang imam besar”????]]
=======
Anda rupanya “terkunci” pada pemahaman leksikal yang reduktif. Kata ἀρχιερέως yang digunakan dalam PB, bukan hanya digunakan dalam arti “one who serve as a head priest, high priest” tapi kata ini juga bisa berarti “a priest of high rank, chief priest”. Arti yang terakhir ini digunakan “to denote members of the Sanhedrin who belonged to highpriestly families: ruling high priests, those who had been deposed, and adult male members of the most prominent priestly families” (BDAG Lexicon).

Ingat, kita sedang berbicara tentang kata ἀρχιερέως dalam konteks PB. Jadi mestinya anda mempertimbangkan variasi arti leksikal di atas. Perihal dalam 1 Samual 21 dikatakan bahwa yang menjadi Imam Besar adalah Achimelek, itu tidak berarti bahwa selanjutnya Abiathar tidak menjadi imam besar atau kalau mengikuti arti leksikal yang kedua di atas, tidak masalah sama sekali walau Achimelek lah yang disebut sebagai imam besar.
=========
[[Diambil dari siapapun, para pengarang gospel Matthew dan Luke tidak menuliskan mengenai kohen gadowl/ archieres dalam perihal Daud makan roti sajian, artinya mereka mengambil informasi dari sumber itu memang tidak tertulis demikian atau mereka mengeditnya.]]
=======
So what?? Apakah anda hendak menggunakan false analogy yakni menggunakan standar doktrin inspirasi Alquran dan menerapkannya pada Alkitab?? Kami percaya pada para penulis kitab Injil menulis tentang biografi Yesus menurut perspektif masing-masing penulis – Theological Biography. Jadi “pengeditan” atau “peredaksian” itu bukanlah sesuatu yang membahayakan otoritas Kitab-kitab Injil.
========
[[Rekonstruksi anda tidak ada dasarnya.
Cobalah anda cross check dari sumber Jahudi, bukan dari gentile tentang kebenaran claim anda “untuk membantu mereka mengidentifikasi bagian-bagian yang akan dibaca setiap minggu, mereka memberi semacam “nama” kepada bagian-bagian tersebut, yang seringkali pemberian nama tersebut sesuai dengan nama karakter (atau tokoh) kunci di dalam bagian-bagian tersebut”.]]
========
Tidak ada dasarnya? Klaim belaka! Haruskah saya mengambil dasar langsung dari sumber-sumber Yahudi tentang cara membaca PL yang saya sampaikan dalam note? Ya, tapi tidak harus saya yang melakukannya. Dalam hal ini saya ditolong oleh: John W. Wenham menulis artikel berjudul, “Mark 2.26,” Journal of Theological Studies 1 (1950). Dalam artikel ini Wenham memberikan rujukan2 dari sumber-sumber Yahudi mengenai cara membaca PL pada sampai pada masa Yesus.

Saya sudah sampaikan dalam note, adakah orang-orang Yahudi yang protes terhadap kata-kata Yesus dalam konteks pengisahan Markus 2?? Tidak ada!

J.p. Jones: Hello pak Deky, [[[Ini klaim anda saja.]]]

Pengarang gospel tidak salah menulis nama tokoh dan juga salah menyebut nama tokoh yang diceritakan dalam Tanakh itu claim anda saja.

[[[Anda rupanya “terkunci” pada pemahaman leksikal yang reduktif. Kata ἀρχιερέως yang digunakan dalam PB, bukan hanya digunakan dalam arti “one who serve as a head priest, high priest” tapi kata ini juga bisa berarti “a priest of high rank, chief priest”. Arti yang terakhir ini digunakan “to denote members of the Sanhedrin who belonged to highpriestly families: ruling high priests, those who had been deposed, and adult male members of the most prominent priestly families” (BDAG Lexicon).]]]

Saya sependapat bahwa orang Jahudi membaca הכהן ha-kohen/ τον ιερεα ton ierea (the priest – sang imam) dalam 1 Samuel 21 bermakna imam besar, masalahnya adalah apakah kata ἀρχιερέως archiereos digunakan oleh orang Jahudi dalam Septuagint?????

Sejauh yang saya tahu dalam Tanakh orang Jahudi menyebut הכהן הגדול ha-kohen ha-gadowl (the high priest – sang imam besar) atau dalam Septuagint ο ιερευς ο μεγας o iereus o megas atau τῷ ἱερεῖ τῷ μεγάλῳ to iereis to megas, coba anda check dalam septuagint.

[[[Ingat, kita sedang berbicara tentang kata ἀρχιερέως dalam konteks PB. Jadi mestinya anda mempertimbangkan variasi arti leksikal di atas. Perihal dalam 1 Samual 21 dikatakan bahwa yang menjadi Imam Besar adalah Achimelek, itu tidak berarti bahwa selanjutnya Abiathar tidak menjadi imam besar atau kalau mengikuti arti leksikal yang kedua di atas, tidak masalah sama sekali walau Achimelek lah yang disebut sebagai imam besar.]]]

Ingat, kita sedang berbicara tentang perihal orang Jahudi MEMBACA Tanakh – 1 Samuel, dan kala itu mereka sama sekali tidak pernah membaca PB yang memang belum ada, jadi mestinya anda mempertimbangkan bahwa lexicon αρχιερεως archieros apalagi variasi arti leksikal itu tidak tertulis dalam Septuagint maka tidak bisa dipakai untuk mendasari claim anda tentang adanya “bagian tentang Abiathar sang imam besar” dalam kitab Samuel yang mereka baca, alias claim rekonstruksi anda telah gugur.

[[[Perihal dalam 1 Samuel 21 dikatakan bahwa yang menjadi Imam Besar adalah Achimelek, itu tidak berarti bahwa selanjutnya Abiathar tidak menjadi imam besar atau kalau mengikuti arti leksikal yang kedua di atas, tidak masalah sama sekali walau Achimelek lah yang disebut sebagai imam besar.]]]

Begini saja, anda anda telah mengakui bahwa dalam 1 Samuel 21 yang menjadi Imam Besar adalah Achimelek, bukan Abiathar, lalu mengapa 1 Samuel 21 dimana tercatat Daud makan roti kudus tidak anda nyatakan sebagai “bagian tentang Achimelekh sang imam besar”????

[[[So what?? Apakah anda hendak menggunakan false analogy yakni menggunakan standar doktrin inspirasi Alquran dan menerapkannya pada Alkitab?? Kami percaya pada para penulis kitab Injil menulis tentang biografi Yesus menurut perspektif masing-masing penulis – Theological Biography. Jadi “pengeditan” atau “peredaksian” itu bukanlah sesuatu yang membahayakan otoritas Kitab-kitab Injil. ]]]

Para pengarang gospel bukan saksi mata peristiwa yang mereka tulis, mereka mendapat info dari sumber yang tidak jelas dari mana dan menuliskan apa yang anda sebut Gospel berdasarkan perspektif mereka masing-masing yang tentunya berbeda-beda, demikian juga pentransmisiannya sampai sekarang dari sumber yang tidak jelas, melalui tulisan para penyalin yang tidak jelas, dengan pengeditan dan kesalahan kutip, lalu bagaimana anda mengclaim Gospel terinspirasi dan ceritanya faktual???

[[[Tidak ada dasarnya? Klaim belaka! Haruskah saya mengambil dasar langsung dari sumber-sumber Yahudi tentang cara membaca PL yang saya sampaikan dalam note? Ya, tapi tidak harus saya yang melakukannya. Dalam hal ini saya ditolong oleh: John W. Wenham menulis artikel berjudul, “Mark 2.26,” Journal of Theological Studies 1 (1950). Dalam artikel ini Wenham memberikan rujukan2 dari sumber-sumber Yahudi mengenai cara membaca PL pada sampai pada masa Yesus.]]]

Ya, benar memang claim anda tidak ada dasarnya.

Anda mengclaim [[[Sampai pada masa Yesus, orang-orang Yahudi memiliki kebiasaan membaca PL yang agak unik. Mereka dapat menyelesaikan pembacaan akan seluruh PL dalam tiga tahun dengan cara melakukan pembacaan terhadap beberapa pasal atau beberapa bagian sekaligus setiap minggunya di Sinagoge. Dan cara pembacaan seperti ini berlangsung sepanjang tahun. Untuk membantu mereka mengidentifikasi bagian-bagian yang akan dibaca setiap minggu, mereka memberi semacam “nama” kepada bagian-bagian tersebut, yang seringkali pemberian nama tersebut sesuai dengan nama karakter (atau tokoh) kunci di dalam bagian-bagian tersebut. Walau pun kita tidak memiliki catatan tekstual yang pasti mengenai “the section fo Abiathar”, namun tidak sulit untuk menghubungkan Abiathar dengan bagian-bagian tersebut.]]]

Anda mempermasalahkan bagaimana kebiasaan Jahudi membaca Tanakh (Orang Jahudi tidak mengenal PL/ Old Testament) tanpa didasari referensi.

Silahkan anda tampilkan tulisan John J. Wenham pendukung claim anda.

Wenham had the distinction of being a conservative theologian and a defender of Biblical inerrancy,http://en.wikipedia.org/wiki/John_Wenham

[[[Saya sudah sampaikan dalam note, adakah orang-orang Yahudi yang protes terhadap kata-kata Yesus dalam konteks pengisahan Markus 2?? Tidak ada.]]]

So, jika cerita itu bukan dongeng, pengarang gospel yang dinamai Mark tidak menulis cerita yang sebenarnya mereka atau penyalinnya mendramatisir cerita itu dikemudian hari.

Jika cerita itu seperti yang tercatat pada Mark 2, mengapa Mathew dan Luke membuang perihal “imam besar” dalam gospel yang mereka tulis?

Edward Hanock: Halo bro Jones. Terima kasih untuk reaksi Anda. Pertama mengenai gendre narasi. Mungkin terlalu prematur saya mengatakan ini, rupanya Anda kurang paham mengenai gendre narasi (PL). Saya tidak minta definisi, tetapi pengertian utuh Anda mengenai bagaimana membaca dan memahami narasi 1(-2) Samuel. Salah satu parameternya adalah Anda ngotot bahwa karena Abyatar tidak disebut dalam 1 Sam. 21, ketika Daud berada di Nob, maka narasi tentang Abyatar terputus. Kalau saya katakan kepada Anda, narasi itu tidak terputus, melainkan tetap berkesinambungan dengan bagian-bagian lainnya, dalam hal ini 1 Sam. 22-23, 30 dst., pasti Anda akan membantah dan terus mencecar saya dengan cara membaca cerita model Anda yakni: pada prinsipnya nama Abyatar tidak tercantum di 1 Sam. 21. Jadi untuk membahas Abyatar mesti dimulai dari 1 Sam. 22. Sah-sah saja. Tetapi sebaiknya Anda jangan melepas 1 Sam 21, meskipun kita membahas Abyatar dan nama itu secara hitam-atas putih tidak tercantum di sana. 1 Sam 21-23 adalah narasi tentang ‘imam di kota Nob’ yang berkaitan erat dengan narasi-narasi awal Kitab 1 Samuel (perhatikan kisah Imam Eli dan kedua anak mereka (1 Sam. 3-4). Setelah itu jangan lupa catatan 2 Samuel-1 Tawarikh. Dengan reading comprehensive seperti ini, maka Anda akan dapat melihat plot-alur cerita ini. Maka, ketika Anda bertanya kepada saya: [[Apakah dalam kitab Samuel Abiathar pernah diceritakan sebelum Daud bertemu dengan Achimelekh, ayah Abiathar?]], ini sy kategorikan sebagai a mistake yang sangat mendasar dalam membaca narasi tentang tragedi keimaman di Nob. Mengapa saya sebut sebuah kekeliruan? Karena dari mana Anda tahu bahwa Abyatar tidak hadir ada di sana? Tahukah Anda bahwa para imam itu tidak bekerja sendirian melainkan selalu melayani bersama? Tahukah Anda bahwa tindakan Saul membunuh keluarga imam itu adalah sebuah indikasi yang sangat kuat bahwa seluruh keluarga imam, termasuk Abyatar yang melarikan diri, terlibat dalam pemberian roti dan pedang Goliat kepada Daud? Pertanyaan saya berikutnya adalah apakah Anda sudah menguji KLAIM anda dengan kesaksian 2 Sam. 8:17; 1 Taw. 18:16; 24:6?
Mengenai perkataan TUHAN YESUS bahwa Abyatar, menurut LAI, sang imam besar (saya justru melihat bahwa kata Yunani itu tidak harus diterjemahkan Imam Besar, sebab kata archiereos juga bisa diterjemahkan imam kepala. Dan ini saya kira cocok dengan narasi 1 Samuel 21-23, 30; 2 Samuel 8, 15, 17, 19, dst. yang menyebutkan bahwa narasi menyebutkan imam kepala, bukan imam besar). Salah satu indikatornya adalah: imam besar itu baru kembali disebut (setelah sekian lama vakum pasca Imam Besar Harun yang melayani di Tabernakel) setelah Bait Allah selesai dibangun di tahbiskan. Tetapi kehadiran Imam Besar ‘hakohen hagaddol’ tidak langsung disebutkan. Justru pada zaman raja Yoas (2 Raj. 12), baru disebut secara terang-terangan hakohen haggadol, yakni Yoyada. Begitu juga pada zaman raja Yosia, yang menjdi hakohen haggadol adalah Hilkia (2 Raj. 22). Oleh karena itu perlu dipahami bahwa pada narasi 1-2 Samuel, terdapat beberapa tempat di mana orang Israel beribadah kepada Yahweh. Misalnya di Silo dan (dalam narasi 1 Samuel 21) di Nob. Di sini seorang imam tidak disebut sebagai Imam Besar, meskipun Eli dan Ahimelekh popular!
* Mengenai kemampuan bahasa Ibrani/Yunani Anda yang saya singgung di atas dan kemudian saya mendapat jawaban berikut ini: [[Saya berusaha mengerti scripture dari bahasa yang diyakini sebagai bahasa originalnya, dan untuk menterjemahkannya saya berusaha dengan membandingkan terjemahan-terjemahan yang ada serta terjemahan literal dari bahasa-bahasa aslinya.]]. Maafkan saya bro., kalau saya mengatakan kalimat ini bahwa pengakuan Anda ini sangat menggelikan. (1) ‘berusaha mengerti Alkitab dari bahasa aslinya’, tapi mengapa tempo hari Anda tidak paham gramatika Ibrani? (2) ‘untuk menerjemahkannya saya berusaha membandingkan terjemahan-terjamahan yang ada’; Bro Jones: Ini bukan menerjemahkan namanya, tapi nyontek! (3) ‘serta terjemahan literal dari bahasa-bahasa aslinya’ Apa maksudnya? Tafsiran literal? Atau transliterasi yang Anda maksud? Saya tidak paham.

Deky Hidnas Yan Nggadas: J.p. Jones [[Pengarang gospel tidak salah menulis nama tokoh dan juga salah menyebut nama tokoh yang diceritakan dalam Tanakh itu claim anda saja]]
======
Lihat komentar saya tentang kata “arkhiereos”.

[[Saya sependapat bahwa orang Jahudi membaca הכהן ha-kohen/ τον ιερεα ton ierea (the priest – sang imam) dalam 1 Samuel 21 bermakna imam besar, masalahnya adalah apakah kata ἀρχιερέως archiereos digunakan oleh orang Jahudi dalam Septuagint?????

Sejauh yang saya tahu dalam Tanakh orang Jahudi menyebut הכהן הגדול ha-kohen ha-gadowl (the high priest – sang imam besar) atau dalam Septuagint ο ιερευς ο μεγας o iereus o megas atau τῷ ἱερεῖ τῷ μεγάλῳ to iereis to megas, coba anda check dalam septuagin]]
=====
Anda tidak membantah sama sekali komentar saya tentang variasi arti “arkhiereos” dalam konteks PB (lihat sumber yang saya sertakan, BDAG Lexicon). Variasi arti “arkhiereos” bagi Abiathar sebagai “chief priest” (bukan sebagai High Priest) didukung oleh Jewish Encyclopedia, lihat: http://www.jewishencyclopedia.com/articles/265-abiathar

Sekali lagi, kita sedang berbicara tentang penggunaan kata “arkhiereos” bagi Abiathar dalam konteks PB.
======
[[Ingat, kita sedang berbicara tentang perihal orang Jahudi MEMBACA Tanakh – 1 Samuel, dan kala itu mereka sama sekali tidak pernah membaca PB yang memang belum ada, jadi mestinya anda mempertimbangkan bahwa lexicon αρχιερεως archieros apalagi variasi arti leksikal itu tidak tertulis dalam Septuagint maka tidak bisa dipakai untuk mendasari claim anda tentang adanya “bagian tentang Abiathar sang imam besar” dalam kitab Samuel yang mereka baca, alias claim rekonstruksi anda telah gugur.]]
=====
Hehehehehe…jangan cepat-cepat kawan, lihat link di atas. Sekali lagi, kita sedang bicara tentang penggunaan kata “arkhiereos” dalam konteks PB.
=====
[[Begini saja, anda anda telah mengakui bahwa dalam 1 Samuel 21 yang menjadi Imam Besar adalah Achimelek, bukan Abiathar, lalu mengapa 1 Samuel 21 dimana tercatat Daud makan roti kudus tidak anda nyatakan sebagai “bagian tentang Achimelekh sang imam besar”????]]
===
Justru itu maksud saya, Jones. Sekali lagi baca note saya.

[[Para pengarang gospel bukan saksi mata peristiwa yang mereka tulis, mereka mendapat info dari sumber yang tidak jelas dari mana dan menuliskan apa yang anda sebut Gospel berdasarkan perspektif mereka masing-masing yang tentunya berbeda-beda, demikian juga pentransmisiannya sampai sekarang dari sumber yang tidak jelas, melalui tulisan para penyalin yang tidak jelas, dengan pengeditan dan kesalahan kutip, lalu bagaimana anda mengclaim Gospel terinspirasi dan ceritanya faktual???]]
=====
Bukan saksi mata? Hehehe..ini klaim yang perlu anda buktikan Jones.

[[Anda mempermasalahkan bagaimana kebiasaan Jahudi membaca Tanakh (Orang Jahudi tidak mengenal PL/ Old Testament) tanpa didasari referensi.

Silahkan anda tampilkan tulisan John J. Wenham pendukung claim anda.

Wenham had the distinction of being a conservative theologian and a defender of Biblical inerrancy,http://en.wikipedia.org/wiki/John_Wenham]]
=====
Tanpa referensi? Apa maksud anda dengan referensi? Sebuah link? Heheheheheheheeh….saya sudah kasih referensi di atas. Atau anda mau link? Oke, saya kasih: http://thegospelcoalition.org/blogs/justintaylor/2008/03/26/interview-with-craig-blomberg/

Saya jadi berkerut dahi, apa maksud anda menyertakan link tentang Wenham yang adalah pembela Innerancy dalam hubungan dengan komentar saya di atas bahwa saya ditolong oleh artikel dari Wenham mengenai Markus 2:26? Saya sudah lihat link ini dan sekali lagi, saya sangat takjub pada kemampuan anda menampilkan sumber yang tidak ada hubungannya dengan komentar saya….

[[So, jika cerita itu bukan dongeng, pengarang gospel yang dinamai Mark tidak menulis cerita yang sebenarnya mereka atau penyalinnya mendramatisir cerita itu dikemudian hari.

Jika cerita itu seperti yang tercatat pada Mark 2, mengapa Mathew dan Luke membuang perihal “imam besar” dalam gospel yang mereka tulis?]]
=====
Memang bukan dongeng, Jones. Kalau bulan dibelah dengan pedang ya memang itu dongeng murahan. Silakan tampilkan kemungkinan2 yang bisa anda pikirkan, tapi tanggung jwab anda adalah menggugurkan rekonstruksi saya dengan argumen, bukan klaim.

Mengapa Lukas dan Matius tidak menyertakannya? Lihat komentar saya tentang Source Criticism dan Redaction Criticism di atas.

Deky Hidnas Yan Nggadas: Mengenai “the section of Abiathar” ini bisa dihubungkan dengan komentar bro Edward Hanock di atas mengenai kesatuan plot 1Samuel 21-23. Dan juga berdasarkan keutamaan Abiathar sebagaimana yang tercantum dalam Jewish Encyclopedia (lihat link di atas). Bukankah ini menjadi indikator yang jelas mendukung penamaan 1Samuel 21-23 sebagai “the section of Abiathar”?

Memang komentar bro Edward di atas lebih mengarah kepada “the days of Abiathar the chief priest”, di mana Abiathar hadir juga pada saat Daud meminta roti sajian kepada Achimelek (lihat pendapat dari Van Bruggen dalam note saya). Tapi, rekonstruksi ini tidak bertabrakan dengan rekonstruksi saya. Mengapa? Rekonstruksi ini adalah rekonstruksi berdasarkan perspektif kesatuan narasi PL yang dapat melengkapi rekonstruksi saya bahwa karena kesatuan plot naratif 1 Samuel 21-23, di mana Abiathar hadir dan juga merupakan tokoh penting dalam sejarah hidup Daud, maka sekali lagi, informasi2 ini mendukung alasan mengapa 1Samuel 21-23 dinamai sebagai “the section of Abiathar”.

Deky Hidnas Yan Nggadas: Oh ya, sampai saat ini, anda belum membantah bahwa tidak ada protes dari orang-orang Yahudi pada masa Yesus mengenai apa yang Ehrman dan anda klaim sebagai kesalahan. Saya sudah sampaikan ini dalam note dan juga komentar saya di atas. Silak…See More 

J.p. Jones: Hello pak Edward, Comment yang hilang dan muncul kembali anda sudah saya jawab diatas, dan saya ulangi lagi.
[[[@ Jones: terima kasih untuk reaksi Anda. Mungkin terlalu prematur saya mengatakan ini, rupanya Anda tidak mengerti gendre narasi PL. Saya tidak minta definisi, tetapi pengertian utuh Anda mengenai bagaimana membaca dan memahami narasi 1(-2) Samuel. Salah satu parameternya adalah Anda ngotot bahwa karena Abyatar tidak disebut dalam 1 Sam. 21, ketika Daud berada di Nob, maka narasi tentang Abyatar terputus.]]]

Saya tidak ngotot, ini memang fakta bahwa Abiathar memang sama sekali tidak diceritakan dalam 1 Samuel 21 dan tidak diceritakan perannya dalam memberikan roti kepada Daud

Silahkan anda check situs ini. http://biblica.com/niv/study-bible/1-samuel/

Tokoh utamanya adalah David dan Samuel sendiri, tokoh antagonisnya Sha`ul, so, dalam ringkasan cerita itu disebutkan Sha’ul membunuh para imam, lalu dimanakah peran Abiathar?

[[[Kalau saya katakan kepada Anda, narasi itu tidak terputus, melainkan tetap berkesinambungan dengan bagian-bagian lainnya, dalam hal ini 1 Sam. 22-23, 30 dst., pasti Anda akan membantah dan terus mencecar saya dengan cara membaca cerita model Anda yakni: pokoke nama Abyatar tidak tercantum di 1 Sam. 21. titik! Anda mesti ingat: jangan melepas 1 Sam 21, meskipun kita membahas Abyatar dan nama itu secara hitam-atas putih tidak tercantum di sana. 1 Sam 21-23 adalah narasi tentang ‘imam di kota Nob’ yang berkaitan erat dengan narasi-narasi awal Kitab 1 Samuel (perhatikan kisah Imam Eli dan kedua anak mereka (1 Sam. 3-4). Setelah itu jangan lupa catatan 2 Samuel-1 Tawarikh.]]]

Pak Edward, anda membaca 1 Samuel dari mulai dari awal, dari tengah atau dari akhir cerita???

ויבא דוד נבה אל אחימלך הכהן ויחרד אחימלך לקראת דוד ויאמר לו מדוע אתה לבדך ואיש אין אתך

wa yabo` dawid nobeh el ACHIYMELEK HA KOHEN wa yecherad ACHIYMELEK li qera’at dawid wa yo`mer low maduw’a atah le badeka wa iysh aiyn itaka

Sampailah Daud ke Nob kepada Ahimelekh, imam itu. Dengan gemetar Ahimelekh pergi menemui Daud dan berkata kepadanya: “Mengapa engkau seorang diri dan tidak ada orang bersama-sama dengan engkau?”

Jelas bukan siapa yang disebut imam di kota Nob yang ditemui Daud??? Mana narasi yang mengacu kepada Abiathar???????

[[[Dengan reading comprehensive seperti ini, maka Anda akan dapat melihat plot-alur cerita ini. Maka, ketika Anda bertanya kepada saya: [[Apakah dalam kitab Samuel Abiathar pernah diceritakan sebelum Daud bertemu dengan Achimelekh, ayah Abiathar?]], ini sy kategorikan sebagai a mistake yang sangat mendasar dalam membaca narasi tentang tragedi keimaman di Nob. Mengapa saya sebut sebuah kekeliruan? Tahu dari mana Anda bahwa Abyatar tidak hadir ada di sana? Tahukah Anda bahwa para imam itu tidak bekerja sendirian melainkan selalu melayani bersama?]]]

Tahu dari mana anda bahwa Achimelekh tidak bekerja sendirian????

Apa kurang jelas 1 dalam Sa 21:1 (2) tertulis Daud menemui הכהן HA-KOHEN – the priest – sang imam yang imam yang bernama אחימלך ACHIYMELEK??? Hanya seorang imam.

Silahkan anda baca ayat-ayat selanjutnya, kepada siapakah Daud berbicara? Yang diajak bicara oleh Daud singular atau plural?????

[[[Tahukah Anda bahwa tindakan Saul membunuh keluarga imam itu adalah sebuah indikasi yang sangat kuat bahwa seluruh keluarga imam, termasuk Abyatar yang melarikan diri, terlibat dalam pemberian roti dan pedang Goliat kepada Daud?]]]

So, anda mengclaim tindakan Saul membunuh keluarga imam itu adalah sebuah indikasi yang sangat kuat bahwa seluruh keluarga imam terlibat dalam pemberian roti dan pedang Goliat kepada Daud.

Bagimana dengan seluruh penduduk Nob termasuk anak bayi dan hewan ternak yang juga dibunuh Sha’ul, apakah mereka termasuk bayi dan hewan ternak juga ikut berperan memberikan roti kudus kepada Daud????

C’mon pak Edward. Mereka dibunuh apa bukan karena dampak kemarahan angkara murka Sha’ul kepada Achimelekh????

1 Sa 22:19 Juga penduduk Nob, kota imam itu, dibunuh raja dengan mata pedang; laki-laki maupun perempuan, kanak-kanak maupun anak yang menyusu, pula lembu, keledai dan domba dibunuhnya dengan mata pedang.

[[[Pertanyaan saya berikutnya adalah apakah Anda sudah menguji KLAIM anda dengan kesaksian 2 Sam. 8:17; 1 Taw. 18:16; 24:6?]]]

2 Sa 8:17 Zadok bin Ahitub dan Ahimelekh bin Abyatar menjadi imam; Seraya menjadi panitera negara;

Achimelekh ben Achituwb adalah imam di Nob, dan sudah tammat riwayatnya dibunuh Doeg atas suruhan Sha’ul di kota itu.

Achimelekh ben Abiathar imam di Yerushalaim, dimana kejadiannya jauh setelah kematian Akhimelekh ben Achituwb di Nob.

Apaka anda telah menguji claim anda “menghidupkan” orang yang sudah mati entah beberapa lama menjadi imam?????

Mengenai kemampuan bahasa Ibrani/Yunani Anda yang saya singgung di atas dan kemudian saya mendapat jawaban berikut ini: [[Saya berusaha mengerti scripture dari bahasa yang diyakini sebagai bahasa originalnya, dan untuk menterjemahkannya saya berusaha dengan membandingkan terjemahan-terjemahan yang ada serta terjemahan literal dari bahasa-bahasa aslinya.]].
Pengakuan Anda ini sangat menggelikan. (1) ‘berusaha mengerti Alkitab dari bahasa aslinya’, tapi mengapa tempo hari Anda tidak paham gramatika Ibrani? (2) ‘untuk menerjemahkannya saya berusaha membandingkan terjemahan-terjamahan yang ada’; Bro Jones: Ini bukan menerjemahkan namanya, tapi nyontek! (3) ‘serta terjemahan literal dari bahasa-bahasa aslinya’ ]]]

Saya tidak paham grammatika Hebrew di status yang mana pak?

[[[Apa maksudnya? Tafsiran literal? Atau transliterasi yang Anda maksud? Saya tidak paham.]]]

Seingat saya, saya tidak menulis tafsiran literal, saya menulis literal translation atau terjemahan literal.
Transliterasi =alih aksara

Alih aksara, atau kadangkala disebut transliterasi adalah pengalihan suatu jenis huruf ke jenis huruf lainnya. Misalkan alih aksara dari aksara Jawa ke huruf Latin, dari aksara Jawi ke huruf Latin, dari aksara Arab ke huruf Latin, atau dari huruf Sirilik ke huruf Latin. http://id.wikipedia.org/wiki/Alih_aksara

J.p. Jones: Hello pak Deky,
[[[Lihat komentar saya tentang kata “arkhiereos”.]]]

Lihat tulisan saya mengenai kata archiereos tidak dipakai dalam Septuagint, apa itu bukan istilah pagan yang dipakai para pengarang PB?
Bukankah Jesus sangat familiar dengan terms dalam Tanakh atau Septuagint?

[[[Anda tidak membantah sama sekali komentar saya tentang variasi arti “arkhiereos” dalam konteks PB (lihat sumber yang saya sertakan, BDAG Lexicon). Variasi arti “arkhiereos” bagi Abiathar sebagai “chief priest” (bukan sebagai High Priest) didukung oleh Jewish Encyclopedia, lihat: http://www.jewishencyclopedia.com/articles/265-abiathar. Sekali lagi, kita sedang berbicara tentang penggunaan kata “arkhiereos” bagi Abiathar dalam konteks PB.]]]

Anda berbicara term “archiereos” dalam PB, dan Jesus menanyakan kepada orang Pharisee apakah mereka pernah membaca cerita dalam Tanakh/ Septuagint yang melibatkan term yang tidak mereka pakai, apa cerita ini bukan cerita yang didramatisir atau bahkan mungkin cerita fiksi?

Ada term כהן הראש – kohen ha-ro’s imam kepala dalam Septuagint (2 Ki 25:18) disebut αρχιμαγειρος archimageiros, apa benar Jesus salah sebut term dalam Septuagint yang semestinya sangat dikuasainya?

Hehehehehe…jangan cepat-cepat kawan, lihat link di atas. Sekali lagi, kita sedang bicara tentang penggunaan kata “arkhiereos” dalam konteks PB.

Saya mau tanya, harap anda jawab, Jesus bertanya kepada orang-orang Pharisee tentang apa yang mereka baca, ya atau tidak??

Orang-orang Pharisee tidak pernah membaca PB ya atau tidak?
Term archieros ada dalam PB – tidak tercatat dalam scripture yang dibaca oleh orang Pharisee, ya atau tidak.

So orang Jahudi tidak mengenal term pembacaan Tanakh/Septuagint “bagian tentang Abiathar to archiereos sang imam besar atau pun imam kepala” .

Apakah anda hendak menambah daftar discrepancy dalam bible: Dalam Mark tercatat Jesus salah memberikan istilah. Sorry saya ada keperluan dahulu, disambung nanti.

Ma Lobo: Saya harap J.p. Jones jangan ngotot dg tafsiran berbasis metode tafsir mutilasi konteks dr teks. Aturan di sini, utk tafsir isi alkitab pake metode eksegese: teks-konteks-teologis.

(1) Jones ngotot Abiathar belum mjd Imam, gara2 teks 1 Sam 21:1 tdk menyebut nama Abyatar sbg imam. Dg tafsir hurufiah begini, Jones mencoba memutilasi konteks dr teks ini. Cara Jones ini jelas tdk sesuai dg metode eksegesis yg berlaku sbg teknik tafsir standar utk tafsir Alkitab.

(2) Deky dan Edward justru berupaya menggunakan konteks, baik scr tematis (teks alkitab yg berhubungan dg Abyatar dan fungsi Imam) maupun konteks sosiologis-anthropologis maupun linguistik kaum Yahudi pd masa Abyatar maupun pd masa Yesus.

(3) Kajian konteks yg dibuat Deky dan Edward menunjukkan bhw saat Daud mampir ke Nob, Ahimelech bukan satu-satunya Imam. Hal ini dpt dilihat pd 1 Sam 22:17-18, bukan cuma Ahimelekh satu2-nya Imam di Nob yg menghadap Saul dan dipenggal oleh Doeg. Bgmn dg Abyatar? Jones mjd tdk logis ketika menyimpulkan Abyatar bukan Imam, hanya krn 1 Sam 21:1 tdk menyebut namanya. Pdhl 1 Sam 23:6 mengindikasikan bhw Abyatar pun seorang Imam krn Abyatar membawa serta baju Efod-nya pada saat melarikan diri dari Saul utk bergabung dg Daud.

(4) So, kesimpulan teologis atas Mrk 2:26 dlm kaitannya yg 1 Sam 21:1 lbh dapat diterima krn didasari atas data/info konteks yg jelas, ketimbang pandangan Jones yg ngotot pd hurufiah teks 1 Sam 21:1.

Saya berharap Jones bisa kasi data/info konteks tandingan yg bs membantah data/info yg diajukan Deky dan Edward. Kalo cuma ngotot pd pemahaman hurufiah bhw 1 Sam 21:1 tdk nyebut Abyatar sbg Imam, harap maklum kalo beta hapus komen-nya, krn cuma ad nauseam saja.

Deky Hidnas Yan Nggadas: @J.p.Jones, Saya gabungkan semua reply anda di atas: [[Lihat tulisan saya mengenai kata archiereos tidak dipakai dalam Septuagint, apa itu bukan istilah pagan yang dipakai para pengarang PB?
Bukankah Jesus sangat familiar dengan terms dalam Tanakh atau Septuagint?

Anda berbicara term “archiereos” dalam PB, dan Jesus menanyakan kepada orang Pharisee apakah mereka pernah membaca cerita dalam Tanakh/ Septuagint yang melibatkan term yang tidak mereka pakai, apa cerita ini bukan cerita yang didramatisir atau bahkan mungkin cerita fiksi?

Ada term כהן הראש – kohen ha-ro’s imam kepala dalam Septuagint (2 Ki 25:18) disebut αρχιμαγειρος archimageiros, apa benar Jesus salah sebut term dalam Septuagint yang semestinya sangat dikuasainya?

Saya mau tanya, harap anda jawab, Jesus bertanya kepada orang-orang Pharisee tentang apa yang mereka baca, ya atau tidak??

Orang-orang Pharisee tidak pernah membaca PB ya atau tidak?
Term archieros ada dalam PB – tidak tercatat dalam scripture yang dibaca oleh orang Pharisee, ya atau tidak.

So orang Jahudi tidak mengenal term pembacaan Tanakh/Septuagint “bagian tentang Abiathar to archiereos sang imam besar atau pun imam kepala” .

Apakah anda hendak menambah daftar discrepancy dalam bible: Dalam Mark tercatat Jesus salah memberikan istilah.]]
=================
Anda strawman, Jones. Markus 2:25-26 itu bukan mengambil rujukan dari LXX, juga bukan rujukan langsung kepada naskah Ibrani dari 1Samuel 21. Kata-kata Yesus di situ adalah sebuah alusi (rujukan tidak langsung) yang merujuk kepada “cara membaca Tanakh” pada masa Yesus. Mengenai cara membaca Tanakh pada maasa Yesus ssaya sudah kasih link. Salah satu sumber Yahudi yang bisa menjadi contoh untuk cara membaca ini tercatat dalam Misnah Sanhedrin VI.2, lihat juga konstruksi “epi + genetif” dalam Mrk 12:26 dan paralelnya Lukas 20:37. Ini adalah bukti kuat bahwa konstruksi “epi+genetif” dalam Markus 2:26 merujuk kepada cara membaca Tannakh pada masa Yesus. Jadi kata “anegnote” dalam ayat 25 refer kepada “in the section of Abiathar”. Dalam rekonstruksi ini, tidak persoalan apakah “arkhiereos” dalam ayat 26 mau diterjemahkan “high priest” atau “chief priest”, sama sekali tidak mempengaruhi kesolidan rekonstruksi saya. Dan sampai saat ini, anda belum membantah rekonstruksi saya sama sekali. Anda hanya “ngeles” aja nyinggung tentang LXX dsb. Fokus!!!

Salah satu indikator kuat yang mendukung rekonstruksi saya dari konteks pengisahan Markus adalah seperti yang saya jelaskan dalam elaborasi naratifnya. Orang-orang Farisi sedang mencoba menjebak Yesus, mencari2 kesalahan Yesus. Seharusnya, bila kata-kata Yesus itu adalah sebuah kesalahan rujukan (jika mengikuti maksud anda), bukankah orang-orang Farisi yang mendengar langsung itu, yang nota bene ahli dan pakar bahasa Ibrani (Tannakh atau LXX seperti kata anada), seharusnya mendapat satu alasan lagi bahwa Yesus melakukan kesalahan kutipan dengan maksud membela Diri-Nya dan murid-murid-Nya? Makanya, saya tanya, kepada anda, bisakah anda memberikan saya rujukan dari teks dan konteksnya bahwa ada protes dari orang-orang Farisi karena Yesus salah kutip? (dan ini adalah pertanyaan terakhir saya, kalau anda tidak bisa memberikan rujukan, silakan bersenang2 dengan dirimu, tapi dugaan kesalahan yang anda dan Ehrman anut adalah bukti anakronisme kalian). Saya SUDAH SANGAT YAKIN BAHWA ANDA TIDAK BISA MEMBERIKAN RUJUKAN ITU. DENGAN KATA LAIN, DUGAAN KESALAHAN KUTIP YANG ANDA DAN EHRMAN KLAIM ITU HANYLAH KHAYALAN KALIAN SAJA, TIDAK ADA DASARNYA!

Deky Hidnas Yan Nggadas: ‎@All Admins (bo’i Ma Lobo, Ama Bura, Ma Kuru Paijo Budiwidayanto, Ma Mone, Ma Kolo), sebagaimana yang kalian sudah lihat bahwa dasar-dasar yang menunjang rekonstruksi saya sudah saya paparkan. Dan sampai saat ini, Jones hanya tampil berujung strawman. Dia tidak membantah sama sekali rekonstruksi saya. Sekarang saatnya saya menguji klaim Jones bahwa kata-kata Yesus dalam Markus 2:25-26 adalah salah kutip. Itulah sebabnya, tolong perhatikan replya dari J.p. Jones sesudah ini. Jones harus memberikan dasar dari klaimnya bahwa kata-kata Yesus dalam Markus 2:25-26 adalah sebuah kesalahan, dengan cara memberikan rujukan dari teks dan konteks bahwa ada protes dari orang-orang Farisi terhadap kesalahan rujukan (sebagaimana klaim Ehrman dan Jones) dari Yesus (alasannya, lihat komentar saya di atas bahwa tujuan orang-orang Farisi adalah menjebak Yesus dan mencari-cari kesalahan-Nya). Bila Jones tampil kembali di sini tanpa bukti rujukan ini, silakan hapus semua komentarnya. Tq all.

Ma Lobo‎: Oke bo’i Deky. Asal ente tida pasang gula lempeng di mata, asal ente tetap menghibur dg permainan gitar-mu, beta akan berlaku KERAS thd J.p. Jones.

Deky Hidnas Yan Nggadas: Hehehehehhe…sampai tadi beta masih defense, karena katanya Jones adalah salah satu debator muslim terbaik…tp rupanya podowae..sekarang saatnya “mematahkan setiap siasat orang dan merubuhkan setiap kubu yang dibangun oleh keangkuhan manusia untuk menentang pengenalan akan Allah. Kami menawan segala pikiran dan menaklukkannya kepada Kristus”. Bila J.p. Jones mengeraskan hati, Yesus berkata “kebaskan debu” dari kaki kita.

Ma Lobo‎: Sebetulnya kelemahan J.p. Jones suda kelihatan dari awal:

(1) Logically, argument Jones mengandung fallacy ad verrecundiam. Alkitab corrupted coz Ehrman says so. Argumen ber-fallacy sdh jelas absurd.

(2) Exegetically, Jones cuma bermaen studi kata saja, lalu ujung-ujungnya mutilasi konteks dr teks-nya utk maksa kesimpulan hurufiah. Ditantang adu kontruksi konteks Jones lagi2 pamer studi kata. Ditanya tafsirannya, knp Farisi mingkem sj kalo pertanyaan Yesus dlm Mrk 2:26 itu mengandung kesalahan rujukan kitab sejarah Yahudi, eeh Jones jg cm bolak-balik studi kata lagi.

So, kalo Jones masih nekat studi kata lagi, namanya cuma pamer ad nauseam. Komen beginian mendingan dihapus aja lah.

Edward Hanock: ‎@Jones: berikut tanggapan saya. Baca perlahan-lahan ya. Tq. [[Hello pak Edward,
[[[@ Jones: terima kasih untuk reaksi Anda. Mungkin terlalu prematur saya mengatakan ini, rupanya Anda tidak mengerti gendre narasi PL. Saya tidak minta definisi, tetapi pengertian utuh Anda mengenai bagaimana membaca dan memahami narasi 1(-2) Samuel. Salah satu parameternya adalah Anda ngotot bahwa karena Abyatar tidak disebut dalam 1 Sam. 21, ketika Daud berada di Nob, maka narasi tentang Abyatar terputus.]]]

Saya tidak ngotot, ini memang fakta bahwa Abiathar memang sama sekali tidak diceritakan dalam 1 Samuel 21 dan tidak diceritakan perannya dalam memberikan roti kepada Daud

Silahkan anda check situs ini. http://biblica.com/niv/study-bible/1-samuel/]]]]

* Jones: link yang Anda berikan ini tidak memberi wawasan baru untuk saya. Mengapa Anda tidak bisa memberikan argumentasi tanpa tidak bisa tidak menyelipkan sebuah link?
Saya justru setuju dengan Anda bahwa Abiathar tidak diceritakan dalam 1 Samuel. Sang narrator memang tidak menceritakan itu. Tetapi, bukan berarti bahwa sang narrator menolak fakta bahwa Abiathar ada di sana. Coba melek sedikit membaca kisah ini. Plotnya adalah pada bagian lain, 1 Sam. 22, Abiathar baru diceritakan dengan kisah yang menyedihkan: ia lolos dari eksekusi Saul. Perhatikan bro. Abiathar lolos, bukan diloloskan/diselamatkan. Artinya ia sudah dewasa. Lagipula dikisahkan oleh narrator bahwa ditangannya ada Efod (Efod adalah semacam baju khusus imam. Silakan Anda ketik entri ‘efod’ dan akan mendapat informasi tentang itu, khususnya dalam kitab Pentateuch). Coba bandingkan dua kisah ini: 1 Sam. 22:18, ada 50 orang imam dari Nob yang kesemuanya mengenakan baju efod, dan 1 Sam. 23:6, Abiathar lolos dengan baju efod ditangannya. Apa artinya ini bro Jones? Memang nama imam yang dinarasikan dalam 1 Sam. 21 hanya Akhimelekh, sedangkan yang lainnya, misalnya 49 lainnya (diluar Akhimelekh dan Abiathar), sama sekali anoniem.

[[Tokoh utamanya adalah David dan Samuel sendiri, tokoh antagonisnya Sha`ul, so, dalam ringkasan cerita itu disebutkan Sha’ul membunuh para imam, lalu dimanakah peran Abiathar?]]

Sang narrator tidak mesti menceritakan peran Abiathar. Apakah ini spekulasi? Sama sekali tidak. Karena itulah style narasi. Maka sedari awal, lihat komentar saya, saya berupaya mendudukan persoalan narasi ini kepada apa konteks yang sebenarnya yakni 1 Sam. 21-23, 30 dst. Justru saya akan bertanya-tanya jika Anda tetap bertahan bahwa cerita tentang Abiathar itu harus dimulai dari 1 Sam. 22. Apa sebabnya? Sederhana saja: mengapa tiba2 muncul? Tidak mungkin dong, tiba-tiba muncul. Pasti ada awalnya. Saya kira Anda setuju dengan saya. Karena diduga ada awal, maka saya balik ke belakang yakni ke 1 Sam. 21. Itulah awalnya. Dari sanalah benang merah narasi Abiathar harus ditarik. Tapi mengapa sang narrator tidak mencantumkan nama Abiathar? Justru saya akan bertanya balik: mengapa juga sang narrator tidak menyebutkan nama 49 imam lainnya? Jawabannya sederhana: sang narrator tidak berfokus ke situ. Sang narrator justru memulai lagi garis keturunan imam yang selamat itu dari Abiathar. Inilah poin penting untuk bro Jones perhatikan.

[[[[[[Kalau saya katakan kepada Anda, narasi itu tidak terputus, melainkan tetap berkesinambungan dengan bagian-bagian lainnya, dalam hal ini 1 Sam. 22-23, 30 dst., pasti Anda akan membantah dan terus mencecar saya dengan cara membaca cerita model Anda yakni: pokoke nama Abyatar tidak tercantum di 1 Sam. 21. titik! Anda mesti ingat: jangan melepas 1 Sam 21, meskipun kita membahas Abyatar dan nama itu secara hitam-atas putih tidak tercantum di sana. 1 Sam 21-23 adalah narasi tentang ‘imam di kota Nob’ yang berkaitan erat dengan narasi-narasi awal Kitab 1 Samuel (perhatikan kisah Imam Eli dan kedua anak mereka (1 Sam. 3-4). Setelah itu jangan lupa catatan 2 Samuel-1 Tawarikh.]]]
Pak Edward, anda membaca 1 Samuel dari mulai dari awal, dari tengah atau dari akhir cerita???
ויבא דוד נבה אל אחימלך הכהן ויחרד אחימלך לקראת דוד ויאמר לו מדוע אתה לבדך ואיש אין אתך
wa yabo` dawid nobeh el ACHIYMELEK HA KOHEN wa yecherad ACHIYMELEK li qera’at dawid wa yo`mer low maduw’a atah le badeka wa iysh aiyn itaka
Sampailah Daud ke Nob kepada Ahimelekh, imam itu. Dengan gemetar Ahimelekh pergi menemui Daud dan berkata kepadanya: “Mengapa engkau seorang diri dan tidak ada orang bersama-sama dengan engkau?”
Jelas bukan siapa yang disebut imam di kota Nob yang ditemui Daud??? Mana narasi yang mengacu kepada Abiathar???????]]]]]]

Jawaban saya untuk pertanyaan ini boleh Anda lihat pada uraian saya sebelumnya. Di sini saya hanya memberikan penekanan pada pertanyaan apakah saya membaca 1 Samuel dari awal, dari tengah, atau dari akhir cerita. Seorang ekseget (penafsir) tidak diperkenankan membaca hanya bagian awal, atau bagian tengah, atau bagian akhir sebuah kitab. ITU HARAM namanya. Lalu? Seorang ekseget harus membaca seluruh kitab itu: dari awal sampai akhir. Kalau Anda membaca hanya 1-2 Samuel, maka saya membaca 1-2 Samuel sampai 1-2 Raja-raja. Mengapa demikian? Kan hanya 1-2 Samuel yang menjadi pokok perdebatan kita (termasuk yang disinggung oleh TUHAN YESUS)? Saya rasa Anda sudah tahu mengapa saya membaca 1-2 Sam. dan 1-2 Raja-raja. Keempat kitab ini, sebelum dipisahkan, adalah satu kitab!

[[[[[[[Dengan reading comprehensive seperti ini, maka Anda akan dapat melihat plot-alur cerita ini. Maka, ketika Anda bertanya kepada saya: [[Apakah dalam kitab Samuel Abiathar pernah diceritakan sebelum Daud bertemu dengan Achimelekh, ayah Abiathar?]], ini sy kategorikan sebagai a mistake yang sangat mendasar dalam membaca narasi tentang tragedi keimaman di Nob. Mengapa saya sebut sebuah kekeliruan? Tahu dari mana Anda bahwa Abyatar tidak hadir ada di sana? Tahukah Anda bahwa para imam itu tidak bekerja sendirian melainkan selalu melayani bersama?]]]
Tahu dari mana anda bahwa Achimelekh tidak bekerja sendirian????
Apa kurang jelas 1 dalam Sa 21:1 (2) tertulis Daud menemui הכהן HA-KOHEN – the priest – sang imam yang imam yang bernama אחימלך ACHIYMELEK??? Hanya seorang imam.
Silahkan anda baca ayat-ayat selanjutnya, kepada siapakah Daud berbicara? Yang diajak bicara oleh Daud singular atau plural?????]]]]]]]]]

* Jones: Untuk pertanyaan ini: juga sudah saya jawab di atas. Yang ingin saya tambahkan di sini adalah: tahu dari mana Akhimelech tidak bekerja sendirian? Bro Jones, ketika Anda membaca ‘imam’ maka referensi yang memadai untuk itu, selain konteks 1-2 Samuel dan kitab2 PL lainnya, misalnya kitab-kitab sejarah dan kitab nabi-nabi, adalah kitab Pentateukh. Di sanalah Anda bisa menemukan bahwa para imam secara bersama-sama berada di Tabernakel (Bait Allah) untuk melayani Jahwe. Anda boleh membaca kitab Imamat, selain kitab Keluaran, yang memuat banyak hal tentang ‘Priesters Code’. Jadi, sang narrator tidak keliru dalam penarasiannya, meskipun ia tidak mencantumkan sejumlah nama imam di sana (ini saya ulangi lagi, supaya menahan ‘nafsu’ pemikiran abad 21 Anda!).
Tidak usah histeris, kalau memang di sana yang disinggung hanya tunggal. Saya juga tahu itu.

Edward Hanock: ‎[[[[[[[[[[[[Tahukah Anda bahwa tindakan Saul membunuh keluarga imam itu adalah sebuah indikasi yang sangat kuat bahwa seluruh keluarga imam, termasuk Abyatar yang melarikan diri, terlibat dalam pemberian roti dan pedang Goliat kepada Daud?]]]
So, anda mengclaim tindakan Saul membunuh keluarga imam itu adalah sebuah indikasi yang sangat kuat bahwa seluruh keluarga imam terlibat dalam pemberian roti dan pedang Goliat kepada Daud.
Bagimana dengan seluruh penduduk Nob termasuk anak bayi dan hewan ternak yang juga dibunuh Sha’ul, apakah mereka termasuk bayi dan hewan ternak juga ikut berperan memberikan roti kudus kepada Daud????
C’mon pak Edward. Mereka dibunuh apa bukan karena dampak kemarahan angkara murka Sha’ul kepada Achimelekh????
1 Sa 22:19 Juga penduduk Nob, kota imam itu, dibunuh raja dengan mata pedang; laki-laki maupun perempuan, kanak-kanak maupun anak yang menyusu, pula lembu, keledai dan domba dibunuhnya dengan mata pedang.]]]]]]]]]]]]]]]]]

*Jones: Anda mengajukan bukti yang pas dengan kekejaman Saul. Jadi bukan hanya para imam, tetapi juga semua penduduk. Tahukah Anda, bro Jones, bahwa Nob itu disebut kota imam? Jadi penduduknya juga kena eksekusi. Pikiran Saul adalah, agar semua yang terkait dengan peristiwa pemberian roti dan pedang Goliat, termasuk penduduk kota Nob, harus dimusnakan. Siapa yang bilang bahwa hewan memberi roti kepada Daud? Itu tafsiran Anda, bukan saya! Justru saya bertanya: dari mana Anda menafsirkan itu? Teks itu kan tidak bicara tentang hewan memberikan roti. Mengutik kata-kata Anda: C’mon bro Jones.

[[[Pertanyaan saya berikutnya adalah apakah Anda sudah menguji KLAIM anda dengan kesaksian 2 Sam. 8:17; 1 Taw. 18:16; 24:6?]]] 2 Sa 8:17 Zadok bin Ahitub dan Ahimelekh bin Abyatar menjadi imam; Seraya menjadi panitera negara;
Achimelekh ben Achituwb adalah imam di Nob, dan sudah tammat riwayatnya dibunuh Doeg atas suruhan Sha’ul di kota itu. Achimelekh ben Abiathar imam di Yerushalaim, dimana kejadiannya jauh setelah kematian Akhimelekh ben Achituwb di Nob. Apaka anda telah menguji claim anda “menghidupkan” orang yang sudah mati entah beberapa lama menjadi imam?????]]]]]]]]]]]]]]]

* Jones: Ini adalah substansi pembahasan kita. Saya mengajukan permintaan pembuktian kepada Anda, untuk melihat sejauh mana analisis Anda terhadap pencantuman silsilah ini. Anda perlu mengajukan kepada saya argumentasinya, bukan datang dengan sejumlah asumsi konyol di atas. C’mon bro Jones. Coba argumentasikan dulu diforum diskusi yang terhormat ini. Jangan hanya koar-koar terus: Akhimelekh anak Ahitub bla…bla…bla….

[[[[[[[[[[[[[Mengenai kemampuan bahasa Ibrani/Yunani Anda yang saya singgung di atas dan kemudian saya mendapat jawaban berikut ini: [[Saya berusaha mengerti scripture dari bahasa yang diyakini sebagai bahasa originalnya, dan untuk menterjemahkannya saya berusaha dengan membandingkan terjemahan-terjemahan yang ada serta terjemahan literal dari bahasa-bahasa aslinya.]].
Pengakuan Anda ini sangat menggelikan. (1) ‘berusaha mengerti Alkitab dari bahasa aslinya’, tapi mengapa tempo hari Anda tidak paham gramatika Ibrani? (2) ‘untuk menerjemahkannya saya berusaha membandingkan terjemahan-terjamahan yang ada’; Bro Jones: Ini bukan menerjemahkan namanya, tapi nyontek! (3) ‘serta terjemahan literal dari bahasa-bahasa aslinya’ ]]]
Saya tidak paham grammatika Hebrew di status yang mana pak?]]]]]]]]]]]]]]]]]]

* Jones: Sebenarnya saya sudah tidak akan mempersoalkan lagi kapabilitas Anda menyangkut bahasa Ibrani-Yunani. Tapi okelah, ini terakhir. Sejak saat ini, kalau kita berdebat mengenai satu bagian Alkitab, entah PL/PB, tolong perhatikan: KAMI MINTA DENGAN SANGAT agar Anda mengajukan konstruksi argumentasi berbasis gramatika. Jangan transliterasi-terjemahan LAI atau terjemahan berbahasa asing lainnya Anda cantumkan di sini. Coba Anda lihat argumentasi kami. Kami selalu mengajukan argumentasi yang disertai dengan konstruksi gramatika dan pembahasan konteks sebuah teks yang dimaksud. Termasuk, mengapa Anda pura-pura lupa, mengenai konstruksi ruakh elohim, yang saya uraikan sebagi kontruk-perifrastik (genitif penjelas!) di lapak saudara Abdul Salam. Justru Anda malah memelas ‘saya tidak membahas masalah gramatika’. C’mon bro Jones.

[[[[[[[[[[[Apa maksudnya? Tafsiran literal? Atau transliterasi yang Anda maksud? Saya tidak paham.]]]
Seingat saya, saya tidak menulis tafsiran literal, saya menulis literal translation atau terjemahan literal.
Transliterasi =alih aksara]]]]]]]]]]]]]

* Jones: Di sini Anda betul-betul keliru. Anda menyamakan transliteration (transliterasi) dengan translation (terjemahan). Apakah saya keliru? Atau Anda sedang bermimpi? C’mon bro Jones. Itulah sebabnya saya ingin klarifikasi kepada Anda, apakah yang Anda maksudkan itu tafsiran literal, atau???? Terjemahan literal: ini baru pertama kalinya saya dengar!!! Atau adakah bro Admins bisa memberikan kepada saya pengertian transliteration dan translation sebagai dua kata benda yang memiliki arti yang sama? Please, help me!

Deky Hidnas Yan Nggadas: Bro Edward, sampai saat ini, saya mencatat beberapa hal tentang J.p. Jones terbukti: a) Tidak mengenal latar belakang PB; b) Tidak menguasai genre dan prinsip penafsirannya; c) tidak menguasai bahasa Ibrani (kuno) dan Yunani Koine serta prinsip-prinsip elaborasinya; d) modal studi kata dan nyontek kalimat Ibrani-Yunani lalu ngasih transliterasi (latinisasinya) disertai modal studi kata tanpa konteks; semua ini dia ramu menjadi jamuan yang tersaji dengan label “nothing”!!!!! Jones cuman modal membaca klaim Ehrman lalu dia padukan dengan googling plus jurus fallacy….jadilah seperti sekarang. Menyedihkan amat!!!

Catatan Akhir: J.P. Jones sempat memberikan komentar balasan beberapa kali setelah komentar terakhir saya di atas, namun dihapus oleh admins karena dinilai ngotot dengan pemahaman yang sudah dibantah dan tidak mengandung argument baru sama sekali. Demikianlah akhir perdebatan di atas.