Ada beragam alternatif pendapat yang disodorkan oleh orang-orang non Kristen tentang siapakah Yesus sebenarnya. Terhadap alternatif-alternatif ini, Lewis memperhadapkan mereka kepada ketidakmungkinan logis dan “menggiring” mereka untuk mengaku, paling tidak secara logis, bahwa Yesus adalah Allah yang berinkarnasi.

Berikut adalah kutipan dari Buku Lewis yang berjudul: Mere Christianity, pp. 55-56.

Saya di sini sedang mencoba mencegah setiap orang untuk mengatakan hal-hal bodoh yang seringkali dilontarkan orang tentang Dia: “Saya siap menerima Yesus sebagai guru moral yang agung, tapi saya tidak bisa menerima klaim-Nya sebagai Allah.” Kata-kata ini tidak bisa kita katakan. Seorang manusia yang hanya manusia biasa dan mengatakan seperti apa yang dikatakan Yesus pasti ia bukan seorang guru yang agung. Ia kalau bukan orang gila – gila pada tingkatan ia mengatakan bahwa diri-Nya adalah sebuah ‘poached egg’ [telur yang didadar di air] – atau sesuatu yang lain, seperti ia berkata bahwa ia adalah iblis dari neraka. Anda harus membuat pilihan. Baik Dia sebagai manusia, sebagai Anak Allah atau Dia sebagai orang gila atau lebih buruk lagi, anda bisa menutup mulut-Nya untuk tidak berkata apa-apa lagi, meludahi-Nya dan membunuh-Nya sebagai monster; atau anda dapat jatuh tersungkur di depan kaki-Nya dan memanggil-Nya Tuhan dan Allah. Tapi marilah kita tidak datang dengan ketidakmasukakalan yang terlalu merendahkan keberadaan-Nya sebagai guru yang agung. Ia tidak akan meninggalkan keterbukaan itu pada kita. Ia tidak bermaksud begitu.

Argumen Lewis di atas sering “dikarikaturkan” sebagai derivasi dari disjungsi: “Allah atau orang gila”. Yang ingin dikemukakan Lewis, secara esensial, kalau saya parafrasekan adalah: “Bawalah alternatif-alternatif anda terhadap hipotesesis Kristen dan kita akan mengujinya satu per satu”. Bahwa Yesus semata-mata manusia biasa adalah satu hipotesis; bahwa Ia adalah orang gila pun merupakan hipotesis yang lain lagi. Tak satupun hipotesis ini sama masuk akalnya dengan hipotesis mengejutkan ini: Yesus Kristus benar-benar adalah Allah yang berinkarnasi!