Sambil mengikuti program Applied Approach di Institut Injili Indonesia (I3) Batu-Malang, beta sempat membaca sebuah sumber online tentang The Dead Sea Scrolls (DSS). Salah satu naskah DSS yang beta baca adalah naskah yang diberi simbol: 4QMMT (dokumen ini dipublikasikan pada tahun 1944). Sebelum beta kasih komentar tentang dokumen ini, ada baiknya beta cantumkan penggalan isinya, berikut ini:

We have sent you some of the works of the law which we have discerned will be for your good and for the good of your people. For we recognize that you have wisdom and knowledge of the law. Consider all these things and ask [God] to strengthen your will and keep you away from evil thoughts and from Belial’s counsel. Then you will rejoice at the end of time when you will find some of our judgments to be correct. And it will be credited to you as righteousness since you will have done what is righteous and good in his eyes, for your own good and for the good of Israel. 

Kalimat terakhir dari sumber kuno ini menarik karena sejumlah sarjana yang meneliti tentang Palestinian Judaism, menyatakan bahwa Paulus melakukan misinterpretasi terhadap Yudaisme abad pertama. Mereka meneliti literatur-literatur abad pertama dan tidak menemukan lontaran apa pun mengenai “justified by works of the law”. Ada pula yang menganggap bahwa “works of the law” itu bukan merujuk kepada “perbuatan-perbuatan baik” sebagai dasar pembenaran,[1] melainkan yang ditolak Paulus adalah aturan-aturan yang bersifat etnis: “Sabat, Sunat, dan Pantangan makan haram/halal” sebagai dasar pembenaran. Jadi yang dilawan Paulus bukan legalisme soteriologis, melainkan sikap eksklusif nasionalistik dalam Yudaisme abad pertama.[2]

Tetapi, perhatikan bahwa kutipan di atas memberikan rujukan mengenai “works of the law”. Frasa ini dihubungkan dengan justifikasi dan pembacanya didorong untuk melakukannya sebagai dasar pembenarannya. Memang tidak ada keterangan detail tentang “works of the law”. Tetapi, yang jelas, pembenaran diletakkan di atas “… righteousness since you will have done what is righteous and good in his eyes…”.

Tentu saja, sulit untuk menduga bahwa Paulus pernah membaca naskah 4QMMT. Yang jelas, tidak benar bahwa tidak ada unsur legalisme dalam Yudaisme abad pertama. Juga tidak benar bahwa Paulus semata-mata melawan eksklusivisme nasionalistik dalam tubuh Yudaisme abad pertama. Dan naskah ini adalah bukti sejarah yang menjadi saksinya.


[1] Sebagaimana yang ditafsirkan Luther. Tafsiran Luther ini [dan mereka yang percaya bahwa Paulus melawan legalisme dalam Yudaisme abad pertama) biasanya dilabeli: Old Perspective on Paul.

[2] Inilah pandangan umum dari New Perspective on Paul.