Tidak semua lontaran Zakir Naik dalam video ini akan dikomentari di sini. Yang menarik perhatian saya adalah tuntutan klasik-fallacious yang berulang kali dikemukakan Deedat, diulangi lagi oleh Naik. “Akulah Tuhan”, “Sembahlah Aku”. Demikianlah Naik mengemukakan seleranya mengenai bagaimana dan apa yang harus dikatakan Yesus supaya ia menerima-Nya sebagai Allah yang menjadi manusia dan patut disembah.

Tuntutan yang mengekspresikan selera yang anakronistik di atas, sebenarnya sudah pernah saya bahas dalam artikel singkat ini dan juga di sini.