Senang sekali hari ini selesai mengurus administrasi penerbitan naskah buku saya yang terbaru: “Paradigma Eksegetis: Penting dan Harus!” Buku ini akan diterbitkan oleh Indie-Publishing. Dan sesuai perjanjian, dalam 30 hari ke depan buku ini sudah bisa terbit. Puji Tuhan!

Sinopsis

Karena menafsirkan Alkitab adalah tugas semua orang Kristen, maka sasaran pembaca buku ini tidak kategorial – bagi semua orang Kristen.

Sebagaimana terekspresi dari judulnya, tujuan penulisan buku ini adalah menyampaikan kepada orang-orang Kristen bahwa memiliki paradigma eksegetis yang benar merupakan sesuatu yang penting dan harus, sebelum seseorang melakukan eksegesis. Dan dalam buku ini, saya mengajukan argumentasi-argumentasi mengenai mengapa memiliki paradigma eksegetis yang sehat itu penting dan harus.

Untuk tujuan di atas, saya menyajikan sembilan bab isi:

 Bab 1     Paradigma Eksegetis: Penting dan Harus! [bab ini berisi penjelasan saya mengenai istilah paradigma yang saya gunakan dan sejumlah narasi analogis yang memperlihatkan urgensi dan keharusan memiliki paradigma eksegetis yang benar terhadap Alkitab].

Bab 2     Tiga Istilah Kunci dalam Penafsiran Alkitab [bab ini berisi penjelasan ringkas mengenai tiga istilah kunci dalam penafsiran Alkitab, yaitu: hermeneutik, eksegesis, dan eksposisi, serta hubungannya satu sama lain].

Bab 3     Mengapa Harus Melakukan Eksegesis? [bab ini berisi sejumlah pokok argumentasi yang menjawab pertanyaan pada judul bab ini].

Bab 4     Metode Gramatikal Historis [bab ini berisi ulasan ringkas mengenai metode gramatikal historis, serta evaluasi mengenai kegunaan dan keterbatasan metode ini].

Bab 5     Iluminasi Roh Kudus, Doa, dan Eksegesis [bab ini berisi ulasan deskriptif mengenai diskusi dari beberapa ahli di seputar hubungan antara iluminasi, doa, dan eksegesis Alkitab. Mengakhiri bab ini, saya memberikan evaluasi yang mewakili pandangan saya].

Bab 6     Mencari Locus Makna [bab ini berisi ulasan deskriptif-evaluatif mengenai tendensi riset para sarjana Alkitab mengenai di mana dan dari mana makna itu bisa ditemukan].

Bab 7     Objektivitas Makna [bab ini merupakan pergumulan saya terhadap tantangan Postmodernisme yang mengusung relativisme dan dampaknya dalam penafsiran Alkitab]

Bab 8     Memahami Kutipan-kutipan PL dalam PB [bab ini berisi ulasan-evaluatif mengenai perdebatan di sekitar paradigma penafsiran kutipan-kutipan Perjanjian Lama di dalam Perjanjian Baru].

Bab 9     Validitas Eksegesis [bab ini membahas secara khusus tantangan dari dunia filsafat, khususnya penolakan sejumlah filsuf terhadap validitas penalaran induktif yang sebenarnya juga mendapat bagian penting dalam proses eksegesis Alkitab].

Selain sembilan bab isi di atas, buku ini diawali dengan kata pengantar, pendahuluan, dan seperti biasa memuat satu bab penutup. Mengakhiri buku ini, saya menyertakan tiga apendiks [lampiran], yaitu:

Apendiks 1     Beberapa Kesalahan Eksegetis [dalam lampiran ini saya mendaftarkan sejumlah kesalahan eksegetis yang saya temui di ‘lapangan’ dengan disertai ulasan ringkas untuk setiap kesalahan tersebut].

Apendiks 2     Menyorot Eksegesis “The Purpose Driven Life” [dalam lampiran ini saya mengevaluasi tendensi eksegetis yang terdapat dalam buku The Purpose Driven Life karangan Rick Warren. Buku ini secara luas digunakan sebagai bahan pelajaran di banyak Gereja di Indonesia, bahkan di seluruh dunia].

Apendiks 3     Tabel Rincian Kutipan-kutipan PL dalam PB [dalam lampiran ini saya mencantumkan hasil perhitungan saya terhadap ayat-ayat PL yang dikutip di dalam PB dalam bentuk tabel].

Jadi, ini bukanlah buku tentang bagaimana [atau metode] melakukan eksegesis. Buku-buku semacam ini sudah banyak. Buku ini menyentuh aspek yang lebih mendasar, yaitu paradigma tentang urgensi dan keharusan eksegesis Alkitab.

Cove Injil2_Frontcover Par Revisi_Front