Tidak ada orang waras yang membaca buku mana pun dengan mencuplik kalimat sesuka hatinya lalu menciptakan makna sesuka hatinya sambil mengklaim bahwa itulah makna yang sesungguhnya. Bila seseorang melakukan demikian, apalagi orang yang berpendidikan, saya hanya punya dua pilihan sebagai cap baginya: ia adalah orang yang tidak waras atau dia waras tapi pura-pura tidak waras. Silakan pikirkan pilihan cap yang lain. Tapi bila Anda memanut eksegesis yang dikemukakan Zakir Naik dalam cuplikan rekaman di bawah ini, maka maaf, saya harus kembali kepada dua pilihan cap di atas untuk Anda.

Bila orang pura-pura tidak waras apalagi orang yang tidak waras mengajarkan gagasan yang tidak “waras” dari jaman ke jaman, bisa dibayangkan ia akan menghasilkan pemanut macam apa. Saya hanya bisa berharap, mereka yang mendengarkan dia masih waras dan mampu menggunakan akal sehatnya. Bila tidak, cilaka 13!

Mari kita saksikan cuplikan ketidakwarasan atau eksegesis pura-pura tidak warasnya zakir naik yang kemudian dibongkar oleh Sam Shamoun.