Klaim bahwa Paulus adalah “pendiri” (founder) Kekristenan atau bahwa Paulus telah membajak (hijack) Injil Yesus yang asli lalu menjadikannya seperti yang dipercayai Kekristenan, merupakan sebuah klaim basi dan tanpa dasar historis sama sekali.

Klaim basi tanpa dasar historis di atas selalu dikumandangkan oleh Muslims di seluruh dunia sampai sekarang. Kita bisa memahaminya. Apalagi yang mereka bisa lakukan kecuali menelorkan dan membunyikan klaim basi di atas secara berulang, meskipun mereka tidak dapat mempresentasikan satu pun bukti sejarah untuk mendukung klaim tersebut? Mereka tidak memiliki pilihan lain selain menggabungkan diri ke dalam kebohongan demi kebohongan. Jika tidak, Qur’an dan Muhammad harus dianggap sebagai sebuah penyimpangan maha serius terhadap Injil Yesus Kristus.

Semua dokumen sejarah Abad Pertama, termasuk tulisan-tulisan Bapak-bapak Apostolik (Apostolic Fahters) seperti Ignatius dari Antiokhia, Klemens dari Roma, dan Polikarpus dari Smirna, menyejajarkan Paulus dengan para rasul Yesus Kristus yang pasca kematian serta kebangkitan Yesus, telah menjadi para pemimpin Gereja abad pertama. Hal yang sama dapat Anda baca dalam tulisan Bapak-bapak Gereja (Church Fathers) abad kedua dst.

Bukan hanya itu, klaim basi tanpa dasar historis di atas bahkan bertentangan dengan sumber-sumber otentik Islam sendiri. Penulis Qur’an memberikan lontaran implisit mengenai para pengikut Yesus yang “superior hingga hari kebangkitan” (QS. 3:55; dan 61:14). Tidak heran Tafsir Ibn Khatir, Al-Tabari, Sirat Rasul Allah-nya Ibn Hisham yang diedit oleh Ibn Ishaq, dan Al-Qurtubi memuji Paulus sebagai “the messenger of the Messiah” (utusan Mesias, yaitu Yesus Kristus). Anda bisa membaca elaborasi terhadap sumber-sumber Islamik tersebut di sini.

Ironi yang tampak jelas di sini adalah Muslims sama sekali tidak tertarik dengan kebenaran. Mereka hanya tertarik untuk “menyelamatkan” Qur’an dan Muhammad dengan cara apa pun, bahkan ketika itu hanya sebuah klaim kosong dan bahkan ketika itu bertentangan dengan sumber-sumber mereka sendiri.

Sebab jika Paulus adalah rasul Yesus Kristus yang sejati, yang mengajarkan Injil yang sama dengan yang diajarkan Yesus dan para rasul lainnya, maka Anda tidak perlu repot-repot menebak: Qur’an dan Muhammad tidak memiliki tempat untuk dipertimbangkan sama sekali sebab yang diajarkan Qur’an dan Muhammad adalah a complete contradiction to the Gospel of Jesus Christ seperti yang diajarkan oleh Paulus.

Untuk mengilustrasikan pokok di atas, ada sebuah film dokumenter yang hendak saya rekomendasikan di sini, yaitu: The Historical Case for Paul – A Critique of Muslim Arguments. Film ini memuat semua data sejarah yang relevan dengan kerasulan Paulus (the apostleship of Paul) yang diproduksi berdasarkan metode penyelidikan sejarah handal. Dan secara khusus ditujukan untuk menantang klaim absurd Muslims mengenai Paulus. 

Selamat menonton!

Advertisements