Menyingkap Gerakan Kuasa Kata-kata: Doktrin Kata-kata Positif (3 – Lanjutan)

Part 3Sudah dibahas dalam tulisan bagian (2) mengenai doktrin kata-kata positif yang mengandung dua aspek, yaitu kata-kata kreatif dan konsep iman. Dalam tulisan lanjutan ini, masih dengan doktrin kata-kata positif, kita akan melihat bahwa para pengajar Kata-kata Iman mengaplikasikan doktrin kata-kata positif ini secara khusus pada dua area kehidupan, yaitu kesehatan fisik (penyembuhan; healing) dan kelimpahan materi/finansial (posperity).

Saya akan mempresentasikan beberapa kutipan dari para pengajar Kata-kata iman tersebut sebagai representasi lalu memberikan komentar kritis secara ringkas.

Berangkat dari premis bahwa kata-kata positif berkaitan langsung dengan kenyataan (realitas), sama seperti semua pengajar Kata-kata Iman lainnya, Joel Osteen menyatakan, “That’s why on the regular basis we should say I’m blessed; I’m healthy; I’m strong; I’m valuable; I’m talented; I have a bright future. Those words go out of your mouth and come right back into your own ears. Overtime they will create the same image on the inside.” (“Itulah sebabanya secara terus-menerus kita harus berkata saya diberkati; saya sehat; saya kuat; saya bernilai; saya bertalenta; saya memiliki sebuah masa depan yang cerah. Kata-kata itu keluar dari mulut Anda dan kembali ke telinga Anda sendiri. Semakin lama kata-kata itu akan menciptakan gambaran yang sama di dalam diri Anda.”).

Kenneth Hagin menyatakan, “You can have what you say. You can write your own ticket with God. And the first step to writing your own ticket with God is: Say it!” (“Anda mendapatkan apa yang Anda katakan. Anda dapat menulis tiket Anda sendiri dengan Allah. Dan langkah pertama menulis ticket Anda sendiri dengan Allah adalah: Katakan itu!”). Hagin bahkan mengklaim bahwa ia menerima pewahyuan langsung dari Yesus yang menyuruhnya untuk mengajarkan kalimat ini: “Say it, do it, receive it, and tell it.” (“Katakan, lakukan, terima, dan beritakan.”).

Paul Crouch menyatakan, “You got to say it; you got to speak it; you got to decree it; you decree the tings and he bring it to passed.” (“Anda harus mengatakan itu; Anda harus mengucapkan itu; Anda harus menetapkan itu; Anda menetapkan hal-hal dan dia akan membuatnya terjadi.”).

Joyce Meyer menyatakan, “Words are container for power. They carried creative or destructive power; positive or negative power. So we need to speaking right things over our life, about our future that we expect good things happened. Because what you say today probably what you ended up having tomorrow.” (“Kata-kata memiliki kuasa. Kata-kata itu membawa kuasa kreatif atau destruktif; kuasa positif atau negatif. Maka kita perlu mengucapkan hal-hal benar mengenai hidup kita, tentang masa depan dimana kita mengharapkan hal-hal baik terjadi. Karena apa yang Anda katakan hari ini sangat mungkin itulah yang Anda dapatkan besok.”).

Seperti yang sudah digarisbawahi dalam tulisan sebelumnya, mereka percaya bahwa iman adalah semacam kekuatan atau kuasa (seperti sebuah tenaga gravitasi) yang menarik hal-hal baik terjadi dalam kehidupan Anda: Mobil, rumah mewah, uang yang banyak, kesehatan fisik, kesembuhan dari penyakit, dsb. Begitu Anda menodong Allah dengan kata-kata iman yang tepat, Allah akan melakukan apa saja yang Anda katakan!

Namun, jika hal-hal itu tidak terjadi dalam kehidupan Anda, misalnya Anda tetap berkekurangan secara finansial atau tidak mengalami kesembuhan, sudah pasti mereka akan segera menudingkan jari ke arah diri Anda dan menyatakan bahwa Andalah yang salah; Anda kurang beriman; Anda mengatakan hal-hal yang salah mengenai hidup Anda; dsb. Intinya, Anda yang salah!

Itu pasti salah Anda, mereka bersikeras, karena menurut mereka sakit penyakit, kemiskinan, dan ketidakberuntungan tidak berbagian dalam rencana Allah bagi Anda. Penebusan Yesus telah menghapus semua kutuk itu, dan Anda dapat menikmati kehidupan terbaik Anda yang cerah dan penuh kebahagiaan sekarang dan di sini. Anda bisa mendapati cerminan dari ajaran ini dalam buku Joel Osteen berjudul: Your Best Life Now, dan buku-bukunya yang lain. Semua pengajar Kata-kata Iman itu percaya akan doktrin ini dan mereka menginginkan Anda pun mempercayainya!

Para pengajar sesat ini berpikir bahwa mereka adalah allah, dimana seperti Allah, mereka dapat mengucapkan sesuatu dan itu terjadi. Allah direndahkan, manusia ditinggikan. Allah yang berdaulat mutlak sama sekali tidak mereka kenal; yang mereka kenal hanyalah allah mainan yang tidak berdaya menolak kata-kata iman Anda asalkan Anda mengikuti tips-tips yang tepat. Sampai di sini Anda mungkin berpikir bahwa klaim ini (bahwa mereka berpikir mereka adalah allah) tidak mewakili ajaran mereka. Sesungguhnya begitu, sebagaimana yang akan saya buktikan dalam tulisan berikutnya.

Yang jelas, penekanan bahwa Anda dapat memiliki kehidupan terbaik Anda di sini dan sekarang (your best life here and now) tidak mewakili ajaran Alkitab. Yes, Alkitab mengajarkan bahwa Allah akan menghapus air mata kita dan menjanjikan kehidupan penuh berkat dan sukacita bersama Tuhan. Tapi itu terjadi sekarang? Para pengajar sesat itu harus belajar doktrin sederhana mengenai eskatologi, khususnya kerangka already but not yet.

Saya menduga, sebenarnya mereka tahu itu, namun injil palsu bahwa Anda dapat memiliki kehidupan terbaik Anda sekarang cocok dengan sifat tamak dan rakus yang universal, maka mereka feeding itu lalu beribu-ribu bahkan jutaan orang berbondong-bondong duduk dan mendengarkan omong kosong mereka. Siapa yang tidak terpesona mendengar janji-janji kekayaan material dan kehidupan fisik tanpa sakit penyakit? Siapa yang akan menolak itu? 

Mungkin kita harus mendengar kata-kata Paulus sekali lagi supaya kita waspada dan semakin giat belajar firman Tuhan: “Karena akan datang waktunya, orang tidak dapat lagi menerima ajaran sehat, tetapi mereka akan mengumpulkan guru-guru menurut kehendaknya untuk memuaskan keinginan telinganya. Mereka akan memalingkan telinganya dari kebenaran dan membukanya bagi dongeng. Tetapi kuasailah dirimu dalam segala hal, sabarlah menderita, lakukanlah pekerjaan pemberita Injil dan tunaikanlah tugas pelayananmu!” (2Tim. 4:3-5).