Menyingkap “Gerakan Kuasa Kata-kata”: Doktrin Suara Tuhan (7)

Mendengar Tuhan berbicara secara langsung merupakan kekhasan penekanan para pengkhotbah kata-kata iman. Semua pengkhotbah ini mengklaim mendapatkan “pewahyuan khusus” dimana Tuhan langsung berbicara kepada mereka.

Doktrin suara Tuhan di atas dapat ditelusuri ke belakang dalam pengajaran Essek William Kanyon (1867-1948). Kenyon menggunakan istilah Divine Revelation Knowledge (Pengetahuan melalui Pewahyuan Allah). Kenyon membagi pengetahuan ke dalam dua kategori, yaitu pengetahuan sensorik dan pengetahuan melalui pewahyuan (pengetahuan supernatural).

Dengan kedua kategori di atas, Kenyon berasersi bahwa pengetahuan supernatural (pewahyuan) bersifat sedemikian eksklusifnya sehingga Anda tidak memerlukan logika Anda untuk mendapatkan pengetahuan tersebut.

Berangkat dari pengajaran Kenyon di atas, semua pengkhotbah kata-kata iman mengklaim memiliki komunikasi khusus dengan Tuhan. Tuhan berbicara secara langsung kepada mereka. Mereka bisa mendengar suara Tuhan secara langsung terpisah dari Alkitab.

Tidak jarang mereka menasihati Anda untuk mendiskoneksi (mendisfungsikan) rasionalitas Anda jika Anda ingin mendengar Tuhan berbicara secara langsung kepada Anda. Sedapat mungkin Anda harus ada pada kondisi pikiran yang “netral”.

Acapkali mereka yang mengklaim mendengar Tuhan berbicara secara langsung kepada mereka, justru mengemukakan isi “pewahyuan” yang bertentangan sepenuhnya dengan ajaran Alkitab.

Benny Hinn misalnya mengklaim bahwa Tuhan berbicara secara langsung kepadanya bahwa setiap Pribadi Tritunggal (Bapa, Anak, dan Roh Kudus) terdiri atas tiga pribadi. Bapa memiliki tiga pribadi, Andak memiliki tiga pribadi, dan Roh Kudus memiliki tiga pribadi. Jadi menurut pewahyuan yang diterima Benny Hinn, Allah memiliki sembilan pribadi.[1]

Tak usah panjang lebar. Benny Hinn adalah pengajar sesat.

Jesse Duplantis mengklaim bahwa ia menerima pewahyuan khusus dari Yesus yang memberitahukannya mengenai arti baru (new meaning) dari Matius 17:20. Dalam “percakapan” tersebut, Tuhan bertanya mengapa Ia hanya menginginkan iman sebesar biji sesawi? Jesse Duplantis mengklaim bahwa Tuhan memberikan jawaban ini: “Karena jika Anda menggunakan iman yang lebih besar lagi, maka Anda meledakkan takhta-Ku.[2]

Meledakan takhta Tuhan dengan iman? Yang akan diledakan bahkan dilemparkan ke dalam api neraka yang paling panas adalah Jesse Duplantis.

Sarah Young menulis sebuah buku devosional berjudul: “Jesus’ Calling: Enjoying Peace in His Presence” yang merupakan buku devosional terlaris. Buku ini berisi 365 catatan devosional (setiap hari dalam setahun penuh). Dan perhatikan bahwa semua catatan devosional itu selalu ditulis dengan kata ganti orang pertama tunggal, yaitu Yesus berbicara secara langsung dan ia mencatat kata-kata Yesus di situ.

Pada bagian pendahuluan bukunya, Young menulis: “Saya tahu bahwa Allah berkomunikasi dengan saya melalui Alkitab, tetapi saya sangat menginginkan lebih dari itu.”

Para pengkhotbah kata-kata iman tersebut mengajarkan sebuah doktrin yang bukan hanya isinya acapkali bertentangan dengan ajaran Alkitab atau bahwa mereka mengajarkan isi pewahyuan sesat. Pada substansinya, mereka menolak salah satu sifat fundamental dari Alkitab, yaitu doktrin kecukupan Alkitab (the sufficiency of Scripture).

Alkitab saja (Sola Scriptura) tidak cukup bagi mereka. Mereka menginginkan lebih. Mereka mengingkan sesuatu yang lebih spektakuler, sesuatu yang esoterik dan sangat khusus demi mengelevasi otoritas mereka sendiri. Jika Anda mencintai Tuhan, Anda tidak akan mempertanyakan otoritas orang-orang yang menerima “pewahyuan khusus,” bukan? Mereka mengetahui ini. Mereka menggunakannya untuk melindungi segala macam ajaran sesat yang mereka ajarkan dengan berlindung di balik otoritas palsu bernama doktrin mendengar suara Tuhan.

Kadang-kadang ajaran yang mereka bangun di atas “pewahyuan khusus” itu tidak terkategori sesat, namun cukup mencurigakan. Mencurigakan karena semua yang mereka dengar sebagai “suara Tuhan” itu anehnya selalu cocok dengan penekanan-penekanan pengajaran mereka: mukjizat, kesembuhan fisik, kemakmuran finasial, kesuksesan, dsb.

Mereka mendengar “suara Tuhan” yang mereka ciptakan menurut “gambar dan rupa” pengajaran Gerakan Kata-kata Iman. That simple.

Mereka menolak Alkitab satu-satunya otoritas tertinggi dan otoritas yang cukup bagi Gereja dan menambahkan kepadanya sebuah pengalaman esoterik untuk membangun otoritas pengajaran-pengajaran yang bahkan tidak pernah Anda bayangkan sebelumnya.

Jangan salah paham. Saya percaya Tuhan berbicara dan sedang bahkan akan terus berbicara. Melalui apa? Melalui Alkitab! Alkitab adalah sumber dan dasar tertinggi yang cukup (!) untuk membangun pengajaran (doktrin), iman, dan perilaku Kristiani.

Lebih daripada itu hanyalah pasir yang goyah dan rapuh!

[1] Pengajaran ini disampaikan Benny Hinn dalam sebuah khotbah bertema: “A New Spirit” yang disiarkan di TBN, pada tanggal 13 Oktober 1990.

[2] Jesse Duplantis, Voice of the Covenant (August 2000), 7.

Advertisements