Raibnya Kesopanan Masa Lampau

Harry BlamBrainires (teolog Anglikan, pakar kritik sastra, dan novelis) mengisahkan tentang protes seorang wanita kepada sebuah majalah yang menampilkan foto hampir telanjang. Wanita itu berkata: “Sisakan sesuatu untuk kamar tidurku.”[1] Poin wanita tersebut adalah kita mesti membedakan sesuatu yang layak tampil secara publik dan secara privat. Continue reading “Raibnya Kesopanan Masa Lampau”

Advertisements

Damai Sejahtera sebagai Indikasi Kehendak Tuhan? (1)

dove-bird-for-world-peace-1280x1024-1024x819Kaum Injil masa kini terobsesi dengan pencaritahuan akan kehendak Tuhan. Kehendak Tuhan yang mereka buru di sini adalah God’s spesific will atau God’s individual will. Kehendak Tuhan bagi pribadi-pribadi atau individu-individu. Continue reading “Damai Sejahtera sebagai Indikasi Kehendak Tuhan? (1)”

Paulus Menikahi Lidia?

lydiaSaya sudah pernah menulis saduran dari William Barclay bahwa Paulus sangat mungkin pernah menikah.[1] Pandangan ini dianut oleh mayoritas Pauline theologians, bukan karena ada bukti langsung – tidak ada bukti langsung untuk hal ini, melainkan karena kemungkinan ini jauh lebih masuk akal untuk diterima ketimbang ditolak. Continue reading “Paulus Menikahi Lidia?”

John Stott & Peran Akal Budi dalam Kekristenan

StottJohn R.W. Stott, Your Mind Matters (IVP Classics; 2nd ed.; Downers Grove, Illinois: IVP, 2006), 91 pp. (Versi pdf dari tinjauan ini dapat didownload di sini).

Almarhum John Robert Waimsley Stott (1921-2011) adalah teolog Injil yang sangat terkemuka. Beliau dinobatkan oleh Majalah Time sebagai salah satu dari 100 tokoh paling berpengaruh di dunia. Di kalangan Kekristenan di Indonesia, John Stott telah dikenal luas melalui publikasi terjemahan bukunya yang berjudul: Khotbah di Bukit. Continue reading “John Stott & Peran Akal Budi dalam Kekristenan”

Paul Copan dan “Ah, Itukan Tafsiranmu Saja!”

CopanPaul Copan, That’s Just Your Interpretation: Responding to Sceptics Who Challenge Your Faith (Epub version; Grand Rapids, Michigan: Baker, 2001).

Copan adalah Profesor Filsafat dan Etika di Palm Beach Atlantic University. Ia berperan aktif juga sebagai seorang apologet yang membela klaim-klaim kebenaran Kristen. Dalam peran ini, ia sering berhadapan dengan respons: “Ah, itu kan hanya penafsiranmu saja!,” tatkala ia mempresentasikan klaim-klaim kebenaran Kristen bagi publik. Continue reading “Paul Copan dan “Ah, Itukan Tafsiranmu Saja!””

Tujuh Tantangan Radikal Kisah Para Rasul bagi Gereja Masa Kini

ActsSaya membaca Tafsiran Kisah Para Rasul yang ditulis oleh Ajith Fernando dan mendapati refleksi-refleksi menarik yang saya rasa akan sangat menolong untuk saya bagikan kembali di sini. Fernando menggarisbawahi tujuh tantangan radikal bagi Gereja masa kini melalui refleksi-refleksi komparatifnya dengan isi Kitab Kisah Para Rasul. Saya hanya sedikit memodifikasinya pada poin-poin tertentu. Continue reading “Tujuh Tantangan Radikal Kisah Para Rasul bagi Gereja Masa Kini”

Mengapa Alkitab Gereja Katolik Lebih Banyak dari Alkitab Gereja Protestan?

Pertanyaan pada judul tulisan ini saya anggap sepele tadinya. Saya mengasumsikan bahwa semua orang sudah tahu itu. Rupanya tidak begitu. Beberapa waktu lalu, seorang teman mengajukan pertanyaan tersebut. Saya belum menganggapnya penting untuk dibahas waktu itu, maka saya hanya memberikannya referensi singkat dari materi kuliah Intertestamental yang saya ajarkan di Program Pascasarjana. Tadi, selepas ibadah, dalam acara makan bersama di salah satu rumah makan, pertanyaan itu dimunculkan lagi. Kali ini oleh seorang majelis Gereja tempat di mana tadi saya melayani. Dan dari wajah mereka yang ikut makan bersama tadi, saya melihat keingintahuan yang sama. Continue reading “Mengapa Alkitab Gereja Katolik Lebih Banyak dari Alkitab Gereja Protestan?”