Home

Pembaruan Paradigma dan Mitos Kekristenan Praktis

Comments Off on Pembaruan Paradigma dan Mitos Kekristenan Praktis

Konsultan bisnis kelas dunia yang sangat disegani, Stephen R. Covey mengawali “The 8th Habith” dengan penandasan, berikut:

Apabila Anda ingin membuat perubahan dan perbaikan kecil-kecilan, sedikit demi sedikit, lakukan sesuatu pada tataran praktik, tingkah laku, dan sikap. Tetapi bila Anda ingin membuat perbaikan bear yang amat berarti, lakukan sesuatu pada paradigma…persepsi, asumsi, teori, kerangka acuan, atau kacamata yang Anda gunakan untuk memandang dunia. Paradigma itu seperti peta kawasan atau kota. Bila tidak tepat, tak akan ada bedanya betapa kerasnya Anda bekerja untuk menemukan tujuan Anda atau betapa positifnya cara pikir Anda; Anda tetap saja akan tersesat. Bila petanya tepat, ketelitian dan sikap baru akan berguna.

Precisely! Tepat sekali! More

Advertisements

Mari Kita Pakai Logika Ayam Saja

Comments Off on Mari Kita Pakai Logika Ayam Saja

Kadang saya senyum-senyum saja; kadang saya jengkel juga mendengar orang berkata: “Kalau baca firman Tuhan jangan pakai logika manusia.” Biasanya saya tidak tahan untuk nyeletuk: “Kalau begitu kita pakai logika ayam saja?

Biasanya juga mereka berbicara tentang hal-hal ajaib semisal mukjizat dan menyatakan, “Memang kalau dimengerti pakai logika manusia, yang beginian tidak masuk akal.” What? Apanya yang tidak masuk akal? Kalau Tuhan itu Mahakuasa dan memang DIA Mahakuasa, mukjizat itu bukan sesuatu yang tidak masuk akal. Justru tidak masuk akal kalau Tuhan itu Mahakuasa tapi tidak bisa atau tidak pernah melakukan mukjizat. More

Firman Allah Koq Di Dalamnya Ada Kata-kata Setan dan Manusia?

Comments Off on Firman Allah Koq Di Dalamnya Ada Kata-kata Setan dan Manusia?

Kadang-kadang, para hamba Tuhan perlu menghentikan laju mereka sejenak untuk memikirkan kembali pertanyaan-pertanyaan sederhana tetapi penting, yang mungkin saja muncul di benak para jemaat, namun tak pernah dibahas dalam khotbah-khotbah di Gereja. Pertanyaan-pertanyaan tersebut mungkin saja tidak dibahas karena para hamba Tuhan mengasumsikan bahwa jawaban dari pertanyaan-pertanyaan itu sama jelasnya bagi mereka dan bagi para jemaat. Padahal tidak!

Salah satunya adalah pertanyaan di bawah ini:

Jika Alkitab adalah firman Allah, mengapa di dalamnya terdapat kata-kata Setan, kata-kata manusia, semisal Ayub dan teman-temannya, dsb.?

Pertanyaan di atas adalah pertanyaan penting. Bahkan jika digeluti, jawabannya bukanlah sebuah jawaban singkat dan memerlukan pengetahuan yang solid akan doktrin Alkitab (Bibliologi). More

Sejarah Selalu Ditulis oleh Para Pemenang?

Comments Off on Sejarah Selalu Ditulis oleh Para Pemenang?

History has been written by the victors” [“Sejarah ditulis oleh para pemenang”]. Inilah adagium yang konon pertama kali dikemukakan oleh Winston Churchill [ada pula yang menyatakan berasal dari Napoleon] yang mendominasi asersi modern dan post-modern mengenai natur dari sejarah.

Apa persisnya maksud penggunaan adagium di atas? Untuk menggambarkan maksudnya, saya akan menggunakan The Da vinci Code [TDVC]-nya Dan Brown sebagai representasinya. More

Yesus Buta Huruf?

Comments Off on Yesus Buta Huruf?

Catatan Awal

Ada beberapa hal penting yang perlu saya kemukakan terlebih dahulu sebelum membahas isu ini lebih lanjut.

Pertama, hindari reaksi “pokoknya”. Mayoritas orang sekadar mengasumsikan bahwa Yesus dapat membaca dan menulis tanpa dukungan argumen atau bukti-bukti sejarah yang bisa dijadikan dukungan untuk asumsi tersebut. Sikap iman yang bertanggung jawab adalah mendalami dan mengenali kesulitan-kesulitan yang ada, serta memberikan respons argumentatif yang tepat untuk kesulitan-kesulitan tersebut. Percayalah, iman yang takut atau bahkan antipati terhadap kritikan adalah iman yang lemah dan tidak layak diimani.

Kedua, ini adalah sebuah pembahasan dalam konteks studi sejarah. Apakah More

Sumber-sumber Sejarah Kuno Non-Kristen mengenai Penyaliban Yesus

Comments Off on Sumber-sumber Sejarah Kuno Non-Kristen mengenai Penyaliban Yesus

Membaca Kitab-kitab Injil sambil berharap atau bahkan berupaya memperlihatkan bahwa Yesus tidak disalibkan atau disalibkan tetapi tidak mati karena penyaliban itu, sudah sangat pasti merupakan suatu kesalahan pembacaan yang sangat serius. Keempat Injil kanonik (Matius, Markus, Lukas, dan Yohanes) sepakat bahwa Yesus menderita dan disalibkan pada masa pemerintahan Pontius Pilatus. Bahkan tidak sedikit sarjana yang percaya bahwa penekanan utama dalam penulisan Kitab-kitab Injil adalah peristiwa-peristiwa yang terjadi pada minggu terakhir kehidupan Yesus di bumi sebagai kulminasi (puncak) pelayanan-Nya.

Menariknya, historisitas penyaliban Yesus bukan hanya tercantum dalam sumber-sumber dari lingkungan Kristen abad pertama di atas. Beberapa tulisan More

Autograf & Manuskrip: Tiga Fakta Historis

Comments Off on Autograf & Manuskrip: Tiga Fakta Historis

Saya sering mengikuti perdebatan mengenai kehandalan Kitab-kitab Injil secara khusus, dan kehandalan PB secara umum. Dan argumen yang sering kali dikemukakan adalah bahwa kekristenan tidak lagi memiliki autograph (naskah asli) dan yang dimiliki saat ini adalah salinan-salinan (tepatnya: ribuan salinan). Dan salinan-salinan itu ditulis paling awal 100-200 tahun setelah naskah asli ditulis (mis. P4, P5, P15, P22, P27, P39, P45, P46, P47, P48, P49, P70, disalin sekitarAbad III M). Sebenarnya argumen ini tidak memiliki daya serang apa pun terhadap kekristenan. Semua ahli naskah mengetahui akan hal More

“Yesus Menyucikan Bait Allah”: Sebuah Respons terhadap Bart D. Ehrman

1 Comment

Beberapa hari lalu saya menulis sebuah note tentang masalah kronologi pengisahan narasi “Yesus Menyucikan Bait Suci” dalam Kitab-kitab Injil. Dalam note tersebut saya mengemukakan salah satu indikator kuat yang mendukung pandangan bahwa Yesus bukan hanya melakukan satu kali tindakan penyucian terhadap Bait Suci sebagaimana yang umumnya diasumsikan oleh banyak penafsir. Sebetulnya tindakan penyucian terhadap Bait Suci terjadi sebanyak dua kali. Yang pertama terjadi di awal pelayanan Yesus (Yoh. 2:13-16), sedangkan yang kedua terjadi beberapa saat menjelang akhir pelayanan Yesus (Mat. 21:12-13; Mrk. 11:15-17; Luk. 19:45-46) (baca di sini). More

Older Entries

%d bloggers like this: