Home

Book Review: What is a Healthy Church Member? (Mark 3)

Comments Off on Book Review: What is a Healthy Church Member? (Mark 3)

Thabiti M. Anyabwile, What is a Healthy Church Member? Wheaton, Illinois: Crossway Books, 2008. 127pp.

Mengawali bab mengenai “mark 3,” Thabiti menulis: “The greatest need in the world today is the Gospel” (“Kebutuhan terbesar dalam dunia saat ini adalah Injil.”). Dan bahwa “The greatest need in the church today is the Gospel” (“Kebutuhan terbesar dalam Gereja masa kini adalah Injil.”). Sedemikian vitalnya Injil dalam keseluruhan eksistensi Gereja, maka tanda ketiga yang dikemukakan Thabiti sebagai jawaban dari: “What is a healthy church member?,” adalah “A healthy church member is Gospel saturated.” (“Seorang anggota Gereja yang sehat dipenuhi oleh Injil”). More

Book Review: What is a Healthy Church Member? (Mark 2)

Comments Off on Book Review: What is a Healthy Church Member? (Mark 2)

Thabiti M. Anyabwile, What is a Healthy Church Member? Wheaton, Illinois: Crossway Books, 2008. 127pp.

Sebagai jawaban dari “What is a healthy church member?,” Thabiti menulis: “a healthy church member is a biblical theologian” (“seorang anggota Gereja yang sehat adalah seorang teolog alkitabiah/biblika”). Ini adalah tanda kedua dari seorang anggota Gereja yang sehat.

Apa yang Dimaksud dengan Menjadi Seorang Teolog Biblika?

Kenyataan yang menyedihkan dalam berbagai Gereja adalah anggota-anggotanya mayoritas hanya memiliki pemahaman yang dangkal mengenai Allah. Orang-orang Kristen telah mengabaikan panggilan utama mereka yaitu memahami dan mengenal Allah. More

Book Review: What is A Healthy Church Member? (Mark 1)

Comments Off on Book Review: What is A Healthy Church Member? (Mark 1)

Thabiti M. Anyabwile, What is a Healthy Church Member? Wheaton, Illinois: Crossway Books, 2008. 127pp.

Karena ini adalah tinjauan bagian pertama, maka saya perlu memberikan beberapa komentar pengantar terlebih dahulu sebelum meninjau bab tentang “Mark 1”.

Buku ini ditulis dengan bobot yang sangat baik, meski dibahasakan secara sederhana. Keseluruhan isinya terdiri atas 10 bab utama, meski sebenarnya Thabiti menjawab pertanyaan pada judul bukunya: “What is a Healthy Church Member?” dengan menyebutkan 9 macam tanda anggota Gereja yang sehat yang akan saya tinjau satu per satu.

Thabiti adalah seorang Gembala Senior di First Baptist Church, Grand Cayman Island. Saya tertarik juga dengan jejak akademis Thabiti yang meraih gelar BA dan MS dalam bidang Psikologi North Carolina State University. Artinya, Thabiti tidak belajar teologi secara formal, namun saya membaca buku ini dan kualitas isinya tidak kurang berbobot dari orang-orang yang berlatar belakang pendidikan teologi secara formal. Bahkan jika Anda membaca sejumlah nama yang memberikan endorsement untuk buku ini, Anda akan menemukan nama sejumlah world-famous Bible Scholars di sana, semisal: R. Albert Mohler, Jr. (President The Southern Baptist Theological Seminary), R.C. Sproul (President and Chairman Ligionier Ministries), dan D.A. Carson (Research Professor of New Testament, Trinity Evangelical Divinity School). Saya akan kembali ke pengamatan ini. More

“Seeking Allah, Finding Jesus”: 5 Keberatan Utama Islam terhadap Kekristenan

Comments Off on “Seeking Allah, Finding Jesus”: 5 Keberatan Utama Islam terhadap Kekristenan

Nabeel Qureshi, Seeking Allah, Finding Jesus: A Devout Muslim Encounters Christianity (Grand Rapids, Michigan: Zondervan, 2014), 296pp (baca tinjauan umum saya di sini)

Karena Seeking Allah, Finding Jesus adalah sebuah eksodus spiritual, keluar dari Islam kepada Kristen, maka adalah sah bagi para pembaca untuk berharap menemukan lontaran-lontaran mengenai keyakinan-keyakinan teologis yang membuat Qureshi dulunya percaya bahwa Islam adalah agama yang benar, dan Kristen adalah agama yang salah.

Ringkasnya, dalam perspektif teologi Islam, pokok-pokok apa saja yang membuat mereka melihat teologi Kristen sebagai kesalahan? Kita berharap mendapatkan keberatan-keberatan yang real (nyata) dan representatif mengingat penulisnya, Nabeel Qureshi, adalah seorang eks Muslim yang saleh dan memahami dengan baik teologi Islam serta keberatan-keberatan mereka terhadap Kristen. More

“Seeking Allah, Finding Jesus: A Devout Muslim Encounters Christianity” (Tinjauan Buku)

Comments Off on “Seeking Allah, Finding Jesus: A Devout Muslim Encounters Christianity” (Tinjauan Buku)

Nabeel Qureshi, Seeking Allah, Finding Jesus: A Devout Muslim Encounters Christianity (Grand Rapids, Michigan: Zondervan, 2014), 296pp.

seeking-allah-finding-jesus-banner

“Seeking Allah, Finding Jesus” adalah sebuah autobiografi, sebuah buku yang ditulis dengan gaya bercerita mengenai perjalanan spiritual Qureshi. Qureshi adalah eks Muslim yang More

Pendekatan Kristologis Bart Ehrman: Pendekatan Ad Nauseam

Comments Off on Pendekatan Kristologis Bart Ehrman: Pendekatan Ad Nauseam

Secara umum, Bab 1 dan Bab 2 How Jesus Became God bisa dikatakan sangat informatif mengenai konsep divinisasi dalam dunia Greco-Roman maupun dalam Yudaisme kuno. Masalahnya bukan kedua Bab pertama buku Ehrman tidak bermanfaat bagi pembaca; masalahnya adalah kedua Bab tersebut tidak relevan untuk dijadikan acuan latar belakang bagi Kristologi Perjanjian Baru. Kedua Bab pertama buku Ehrman yang dijadikan titik berangkat memahami Kristologi Perjanjian Baru, merupakan titik berangkat yang salah! More

Bart D. Ehrman: Apollonius dari Tyana dan Yesus; Totally Anachronistic!

Comments Off on Bart D. Ehrman: Apollonius dari Tyana dan Yesus; Totally Anachronistic!

Bab 1 dan Bab 2 dari How Jesus Became God, fokus untuk membahas beragam data tekstual mengenai konsep keilahian dalam konteks Greco-Roman dan Yudaisme. Saya tidak membahas kedua bab ini secara menyeluruh di sini, namun saya perlu mengingatkan satu hal penting. Tidak seperti upaya yang dilakukan oleh aliran Sejarah Agama (Religionsgeschichteliche Schule), Ehrman bukan menarik paralel antara beragam data tersebut dengan bagaimana para murid memahami keilahian Yesus.[1] Ehrman sekadar ingin memperlihatkan gambaran bahwa di dalam konteks seperti itulah klaim keilahian Yesus lahir, dan klaim tersebut bukan sesuatu yang unik. More

Studi Historis mengenai Yesus Harus Mengasumsikan Ketidakhandalan Kitab-kitab Injil? Bart Ehrman (Mungkin) Lupa Pernah Setuju dengan Craig A. Evans!

Comments Off on Studi Historis mengenai Yesus Harus Mengasumsikan Ketidakhandalan Kitab-kitab Injil? Bart Ehrman (Mungkin) Lupa Pernah Setuju dengan Craig A. Evans!

Dalam How Jesus Became God (Bab 3), Ehrman berusaha meyakinkan pembacanya bahwa Kitab-kitab Injil tidak handal secara historis dan karena itu studi sejarah mengenai Yesus diperlukan. Ehrman menulis,

The reason we need book like these is that the Gospels cannot simply be taken at face value as giving us historically accounts of the things Jesus said and did. If the Gospels were those sorts of trustworthy biographies that recorded Jesus’ life “as it really was,” there would be little need for historical scholarship that stresses the need to learn the ancient biblical languages (Hebrew and Greek), that emphasized the importance of Jesus’ historical context in his firs-century Palestinian world, and that the maintains that full understanding of the true character of the Gospel as historical sources is fundamentally for any attempt to establish what Jesus really said and did. All we need to do would to read the Bible and accept what it says as what really happened.

More

Older Entries

%d bloggers like this: