Home

A Review of Robert R. Reilly: The Closing of the Muslim Mind: How Intellectual Suicide Created the Modern Islamist Crisis

Leave a comment

41e12xyzpml-_sx317_bo1204203200_Seorang sarjana Inggris bernama William Montgomery Watt menyatakan: “Disiplin sentral dalam Islam bukanlah pendidikan, melainkan yurisprudensi (hukum)”.

Kata-kata Montgomery di atas sangat tepat menggambarkan “core value” (nilai inti) dari Islam yang penekanannya bukan pada aspek intelektual, melainkan “power and will” (kekuasaan dan kehendak). Islam berarti “tunduk” (submission) secara mutlak kepada kehendak Allah. Dalam intonasi keyakinan dasar seperti ini, Anda tidak memerlukan intelektualitas sebagai intonasi mayornya. Semua yang Anda perlukan adalah sikap tunduk kepada apa pun yang dikatakan Allah dan Muhammad, maka Anda sudah boleh mengkalim sebuah kesalehan. Tanpa pertanyaan, tanpa perlawanan, tanpa refleksi kritis, kecuali satu hal: tunduk atau taat mutlak!
More

Book Review: What is a Healthy Church Member? (Mark 4)

Comments Off on Book Review: What is a Healthy Church Member? (Mark 4)

Thabiti M. Anyabwile, What is a Healthy Church Member? Wheaton, Illinois: Crossway Books, 2008. 127pp.

Thabiti memberi judul untuk bab mengenai tanda keempat dari seorang anggota Gereja yang sehat: A Healthy Chruch Member is Geniuinely Converted (Seorang Anggota Gereja yang Sehat adalah Petobat Sejati). Saya kira, ini adalah bab yang sangat penting karena istilah pertobatan sering digunakan oleh semua orang Kristen namun tidak banyak yang paham makna sesungguhnya dari pertobatan itu sendiri. More

Book Review: What is a Healthy Church Member? (Mark 3)

Comments Off on Book Review: What is a Healthy Church Member? (Mark 3)

Thabiti M. Anyabwile, What is a Healthy Church Member? Wheaton, Illinois: Crossway Books, 2008. 127pp.

Mengawali bab mengenai “mark 3,” Thabiti menulis: “The greatest need in the world today is the Gospel” (“Kebutuhan terbesar dalam dunia saat ini adalah Injil.”). Dan bahwa “The greatest need in the church today is the Gospel” (“Kebutuhan terbesar dalam Gereja masa kini adalah Injil.”). Sedemikian vitalnya Injil dalam keseluruhan eksistensi Gereja, maka tanda ketiga yang dikemukakan Thabiti sebagai jawaban dari: “What is a healthy church member?,” adalah “A healthy church member is Gospel saturated.” (“Seorang anggota Gereja yang sehat dipenuhi oleh Injil”). More

Book Review: What is a Healthy Church Member? (Mark 2)

Comments Off on Book Review: What is a Healthy Church Member? (Mark 2)

Thabiti M. Anyabwile, What is a Healthy Church Member? Wheaton, Illinois: Crossway Books, 2008. 127pp.

Sebagai jawaban dari “What is a healthy church member?,” Thabiti menulis: “a healthy church member is a biblical theologian” (“seorang anggota Gereja yang sehat adalah seorang teolog alkitabiah/biblika”). Ini adalah tanda kedua dari seorang anggota Gereja yang sehat.

Apa yang Dimaksud dengan Menjadi Seorang Teolog Biblika?

Kenyataan yang menyedihkan dalam berbagai Gereja adalah anggota-anggotanya mayoritas hanya memiliki pemahaman yang dangkal mengenai Allah. Orang-orang Kristen telah mengabaikan panggilan utama mereka yaitu memahami dan mengenal Allah. More

Book Review: What is A Healthy Church Member? (Mark 1)

Comments Off on Book Review: What is A Healthy Church Member? (Mark 1)

Thabiti M. Anyabwile, What is a Healthy Church Member? Wheaton, Illinois: Crossway Books, 2008. 127pp.

Karena ini adalah tinjauan bagian pertama, maka saya perlu memberikan beberapa komentar pengantar terlebih dahulu sebelum meninjau bab tentang “Mark 1”.

Buku ini ditulis dengan bobot yang sangat baik, meski dibahasakan secara sederhana. Keseluruhan isinya terdiri atas 10 bab utama, meski sebenarnya Thabiti menjawab pertanyaan pada judul bukunya: “What is a Healthy Church Member?” dengan menyebutkan 9 macam tanda anggota Gereja yang sehat yang akan saya tinjau satu per satu.

Thabiti adalah seorang Gembala Senior di First Baptist Church, Grand Cayman Island. Saya tertarik juga dengan jejak akademis Thabiti yang meraih gelar BA dan MS dalam bidang Psikologi North Carolina State University. Artinya, Thabiti tidak belajar teologi secara formal, namun saya membaca buku ini dan kualitas isinya tidak kurang berbobot dari orang-orang yang berlatar belakang pendidikan teologi secara formal. Bahkan jika Anda membaca sejumlah nama yang memberikan endorsement untuk buku ini, Anda akan menemukan nama sejumlah world-famous Bible Scholars di sana, semisal: R. Albert Mohler, Jr. (President The Southern Baptist Theological Seminary), R.C. Sproul (President and Chairman Ligionier Ministries), dan D.A. Carson (Research Professor of New Testament, Trinity Evangelical Divinity School). Saya akan kembali ke pengamatan ini. More

“Seeking Allah, Finding Jesus”: 5 Keberatan Utama Islam terhadap Kekristenan

Comments Off on “Seeking Allah, Finding Jesus”: 5 Keberatan Utama Islam terhadap Kekristenan

Nabeel Qureshi, Seeking Allah, Finding Jesus: A Devout Muslim Encounters Christianity (Grand Rapids, Michigan: Zondervan, 2014), 296pp (baca tinjauan umum saya di sini)

Karena Seeking Allah, Finding Jesus adalah sebuah eksodus spiritual, keluar dari Islam kepada Kristen, maka adalah sah bagi para pembaca untuk berharap menemukan lontaran-lontaran mengenai keyakinan-keyakinan teologis yang membuat Qureshi dulunya percaya bahwa Islam adalah agama yang benar, dan Kristen adalah agama yang salah.

Ringkasnya, dalam perspektif teologi Islam, pokok-pokok apa saja yang membuat mereka melihat teologi Kristen sebagai kesalahan? Kita berharap mendapatkan keberatan-keberatan yang real (nyata) dan representatif mengingat penulisnya, Nabeel Qureshi, adalah seorang eks Muslim yang saleh dan memahami dengan baik teologi Islam serta keberatan-keberatan mereka terhadap Kristen. More

“Seeking Allah, Finding Jesus: A Devout Muslim Encounters Christianity” (Tinjauan Buku)

Comments Off on “Seeking Allah, Finding Jesus: A Devout Muslim Encounters Christianity” (Tinjauan Buku)

Nabeel Qureshi, Seeking Allah, Finding Jesus: A Devout Muslim Encounters Christianity (Grand Rapids, Michigan: Zondervan, 2014), 296pp.

seeking-allah-finding-jesus-banner

“Seeking Allah, Finding Jesus” adalah sebuah autobiografi, sebuah buku yang ditulis dengan gaya bercerita mengenai perjalanan spiritual Qureshi. Qureshi adalah eks Muslim yang More

Pendekatan Kristologis Bart Ehrman: Pendekatan Ad Nauseam

Comments Off on Pendekatan Kristologis Bart Ehrman: Pendekatan Ad Nauseam

Secara umum, Bab 1 dan Bab 2 How Jesus Became God bisa dikatakan sangat informatif mengenai konsep divinisasi dalam dunia Greco-Roman maupun dalam Yudaisme kuno. Masalahnya bukan kedua Bab pertama buku Ehrman tidak bermanfaat bagi pembaca; masalahnya adalah kedua Bab tersebut tidak relevan untuk dijadikan acuan latar belakang bagi Kristologi Perjanjian Baru. Kedua Bab pertama buku Ehrman yang dijadikan titik berangkat memahami Kristologi Perjanjian Baru, merupakan titik berangkat yang salah! More

Older Entries

%d bloggers like this: