Home

Mengapa Muslims Harus Membayar Zakat?

Comments Off on Mengapa Muslims Harus Membayar Zakat?

Muslims seringkali memunculkan isu Kristenisasi di Indonesia. Isu yang sebenarnya hanya isapan jempol saja, seperti biasa. Menebar kebohongan, adalah salah satu keahlian teologis Muslims (taqiya). Muslims terbiasa mengklaim tanpa bukti – yang penting klaim dan klaim lalu nanti mereka menuntut orang lain yang harus membuktikan (shifting the burden of proof).

Mari kita asumsikan saja bahwa “Kristenisasi” adalah sebuah terminologi yang memuat etika yang buruk. Jika ada “Kristenisasi,” itu harus dianggap sebagai penyimpangan terhadap ajaran Kristen. Orang tidak boleh dibawa kepada Kekristenan dengan kecurangan, misalnya dengan menggunakan uang untuk membayar mereka agar menjadi Kristen. Satu-satunya daya tarik yang menjadi inti berita Kristen adalah Injil kasih karunia, penyaliban, kematian dan kebangkitan Yesus sebagai inti beritanya. More

Advertisements

Paulus Pembajak Injil yang Asli seperti Klaim Muslims?

Comments Off on Paulus Pembajak Injil yang Asli seperti Klaim Muslims?

Klaim bahwa Paulus adalah “pendiri” (founder) Kekristenan atau bahwa Paulus telah membajak (hijack) Injil Yesus yang asli lalu menjadikannya seperti yang dipercayai Kekristenan, merupakan sebuah klaim basi dan tanpa dasar historis sama sekali.

Klaim basi tanpa dasar historis di atas selalu dikumandangkan oleh Muslims di seluruh dunia sampai sekarang. Kita bisa memahaminya. Apalagi yang mereka bisa lakukan kecuali menelorkan dan membunyikan klaim basi di atas secara berulang, meskipun mereka tidak dapat mempresentasikan satu pun bukti sejarah untuk mendukung klaim tersebut? Mereka tidak memiliki pilihan lain selain menggabungkan diri ke dalam kebohongan demi kebohongan. Jika tidak, Qur’an dan Muhammad harus dianggap sebagai sebuah penyimpangan maha serius terhadap Injil Yesus Kristus. More

Siapakah Ayah Muhammad, Wahai Muslims?

Comments Off on Siapakah Ayah Muhammad, Wahai Muslims?

Muslims terbiasa menghafal tanpa mencerna. Maka ketika diperhadapkan dengan tantangan serius, otak mereka yang tidak terbiasa digunakan dengan baik itu lalu memunculkan berbagai excuses absurd.

Misalnya tentang siapa ayah kandung Muhammad yang sebenarnya. Muslims di seluruh dunia percaya (asumsi) tanpa pertanyaan bahwa ayah Muhammad adalah Abdullah putra Abul-Muttalib. Karena hanya sekadar menghafal, mereka tidak sadar akan masalah serius dari asumsi tersebut. More

%d bloggers like this: