Home

Yusuf adalah Seorang Pedofilia?

Leave a comment

Mayoritas sarjana Muslim tidak merasa harus menyangkali otentisitas hadis-hadis sahih yang secara jelas menyatakan bahwa Aisha berusia 6 tahun saat dinikahi Muhammad dan berusia 9 tahun saat ditiduri oleh Muhammad. Sebagian kecilnya lagi, berupaya menciptakan kebohongan dengan menyatakan bahwa Aisha sudah cukup dewasa ketika dinikahi; ada yang menyatakan ia sudah berusia 19 tahun saat itu. Tidak ada bukti apa pun untuk mendukung upaya taqiya ini. Ada pula yang menolak otentisitas hadis-hadis tersebut, karena katanya bertentangan dengan Qur’an. Upaya ini pun sia-sia karena Qur’an sendiri mengindikasikan bahwa pernikahan anak-anak (child marriage) adalah halal (QS. 65:4). Bahkan dalam Hukum Shariah, semua aliran yurisprudensi Islam yang ada, baik dari pihak Sunni (Hanafi, Hanbali, Shafi’i, dan Maliki) maupun Shiah (Jaafari) tidak menetapkan batas usia minimum untuk pernikahan.[1] More

Advertisements

Paulus Pembajak Injil yang Asli seperti Klaim Muslims?

Comments Off on Paulus Pembajak Injil yang Asli seperti Klaim Muslims?

Klaim bahwa Paulus adalah “pendiri” (founder) Kekristenan atau bahwa Paulus telah membajak (hijack) Injil Yesus yang asli lalu menjadikannya seperti yang dipercayai Kekristenan, merupakan sebuah klaim basi dan tanpa dasar historis sama sekali.

Klaim basi tanpa dasar historis di atas selalu dikumandangkan oleh Muslims di seluruh dunia sampai sekarang. Kita bisa memahaminya. Apalagi yang mereka bisa lakukan kecuali menelorkan dan membunyikan klaim basi di atas secara berulang, meskipun mereka tidak dapat mempresentasikan satu pun bukti sejarah untuk mendukung klaim tersebut? Mereka tidak memiliki pilihan lain selain menggabungkan diri ke dalam kebohongan demi kebohongan. Jika tidak, Qur’an dan Muhammad harus dianggap sebagai sebuah penyimpangan maha serius terhadap Injil Yesus Kristus. More

Firman Allah Koq Di Dalamnya Ada Kata-kata Setan dan Manusia?

Comments Off on Firman Allah Koq Di Dalamnya Ada Kata-kata Setan dan Manusia?

Kadang-kadang, para hamba Tuhan perlu menghentikan laju mereka sejenak untuk memikirkan kembali pertanyaan-pertanyaan sederhana tetapi penting, yang mungkin saja muncul di benak para jemaat, namun tak pernah dibahas dalam khotbah-khotbah di Gereja. Pertanyaan-pertanyaan tersebut mungkin saja tidak dibahas karena para hamba Tuhan mengasumsikan bahwa jawaban dari pertanyaan-pertanyaan itu sama jelasnya bagi mereka dan bagi para jemaat. Padahal tidak!

Salah satunya adalah pertanyaan di bawah ini:

Jika Alkitab adalah firman Allah, mengapa di dalamnya terdapat kata-kata Setan, kata-kata manusia, semisal Ayub dan teman-temannya, dsb.?

Pertanyaan di atas adalah pertanyaan penting. Bahkan jika digeluti, jawabannya bukanlah sebuah jawaban singkat dan memerlukan pengetahuan yang solid akan doktrin Alkitab (Bibliologi). More

%d bloggers like this: