Yesus Menyucikan Bait Suci: Satu Kali atau Dua Kali?

Narasi tentang Yesus menyucikan Bait Suci muncul di dalam Injil Yohanes (2:13dst) dan Injil-injil Sinoptik (Mat. 21:12-13; Mrk. 11:15-19; Luk. 19:45-48). Pengamatan sekilas akan hal ini, langsung memperhadapkan kita dengan pertanyaan mengenai kronologinya. Yohanes menempatkan kisah ini di awal pelayanan Yesus, sementara para penulis Injil Sinoptik menempatkannya beberapa saat menjelang akhir pelayanan Yesus. Hal ini dipicu oleh kemiripan-kemiripan pengisahan Yohanes dan Injil Sinoptik, yang sepertinya mengisahkan satu peristiwa yang sama. Bila itu adalah peristiwa yang sama, maka salah satunya pasti salah [secara urutan historis]. Lain halnya, bila Yesus dua kali melakukan Continue reading “Yesus Menyucikan Bait Suci: Satu Kali atau Dua Kali?”

Tipologi

Dalam artikel, saya akan mengulas secara singkat salah satu aspek eksegetis yang dikenal dengan sebutan tipologi. Istilah tipologi berasal dari kata Yunani: typos, yang di dalam PB digunakan dalam banyak bagian dengan banyak arti, sesuai dengan konteksnya.

Spektrum Arti Leksikal

Berikut ini saya akan menunjukkan sejumlah bagian dalam PB yang di dalamnya kata ini (dan juga kata-kata yang seasal dengannya; cognate) muncul. Continue reading “Tipologi”

Riset Profesor Baugh tentang “Cult Prostitution” di Efesus: Reurai dan Komentar Singkat

Pada tahun 1999, S.M. Baugh (Profesor PB di Westminster Theological Seminary) mempublikasikan hasil risetnya yang berjudul: “Cult Prostitution in New Testament Ephesus: A Reappraisal”.[1] Baugh, di dalam artikel ini, membuktikan bahwa sebenarnya tidak terdapat indikasi apa pun dari sumber-sumber kuno yang ditelitinya bahwa terdapat praktik prostitusi kultis di Efesus, sebagaimana yang diyakini selama ini. Baugh mengawali artikelnya dengan mengutip sejumlah referensi standar dalam Biblika PB yang percaya bahwa terdapat praktik prostitusi kultis di Efesus. Dan Baugh membantah klaim ini dengan meneliti kembali teks-teks kuno yang menjadi basis kesimpulannya. Continue reading “Riset Profesor Baugh tentang “Cult Prostitution” di Efesus: Reurai dan Komentar Singkat”

“Justified by Works of the Law”: Paul & 4QMMT

Sambil mengikuti program Applied Approach di Institut Injili Indonesia (I3) Batu-Malang, beta sempat membaca sebuah sumber online tentang The Dead Sea Scrolls (DSS). Salah satu naskah DSS yang beta baca adalah naskah yang diberi simbol: 4QMMT (dokumen ini dipublikasikan pada tahun 1944). Sebelum beta kasih komentar tentang dokumen ini, ada baiknya beta cantumkan penggalan isinya, berikut ini: Continue reading ““Justified by Works of the Law”: Paul & 4QMMT”

Kutipan Menarik dari Esai John Stott: “A Defense of Theological Definition”

Pagi ini, sebelum berangkat ke Batu-Malang untuk mengikuti program Applied Approach, beta sempat baca esai menarik dari John Stott berjudul: “A Defense of Theological Definition”.[1] Karena keterbatasan waktu luang, beta sonde sempat bikin refleksi panjang lebar atas dasar gagasan Stott dalam esai ini. Tapi beta akan cantumkan terjemahan bebasnya di bawah ini. Kemudian beta akan kasih sedikit komentar tentang kecenderungan banyak orang Kristen yang sepertinya antipati terhadap doktrin dan kontroversi sama sekali. Continue reading “Kutipan Menarik dari Esai John Stott: “A Defense of Theological Definition””

Anda [pun] Mengidap “Roh Kritik”!

Sudah lama sekali saya ingin menulis tentang hal ini. Karena terlampau sering saya mendengar orang suka bersembunyi di balik frasa “roh kritik” untuk menangkis kritikan-kritikan yang terlontar. Dengan menggunakan frasa ini, orang berusaha meminimalisasi atau bahkan mengeliminasi tudingan-tudingan yang ditujukan kepadanya. Dan yang menyedihkan adalah orang tidak lagi melihat kepada alasan-alasan yang di atasnya kritikan-kritikan tersebut di bangun. Orang langsung memberi cap “roh kritik” dan merasa bahwa ia telah membereskan kritikan tersebut. Continue reading “Anda [pun] Mengidap “Roh Kritik”!”