Home

Diskrepansi Pengisahan dan Historisitas Penyaliban Yesus

Comments Off on Diskrepansi Pengisahan dan Historisitas Penyaliban Yesus

Akhir-akhir ini saya banyak menyimak rekaman-rekaman perdebatan mengenai penyaliban Yesus di Youtube. Saya mengamati sebuah strategi berargumen yang menarik dari kalangan apologet Muslim dalam rangka menolak historisitas (kesejarahan) penyaliban Yesus adalah dengan berkutat pada detail-detail pengisahan di sekitar narasi-narasi penyaliban Yesus dalam Kitab-kitab Injil. Mereka mengajukan detail-detail yang menurut mereka tidak harmonis satu sama lain, sebagai indikasi bahwa penyaliban Yesus tidak pernah terjadi.

Ada kekecualian, semisal Shabir Ally sama seperti Ahmed Deedat percaya bahwa Yesus disalib, namun tidak mati melalui penyaliban. Tetapi, pandangan Deedat dan Ally, bisa dikatakan bukan merupakan pandangan mayoritas Muslim. Meski demikian, Ally juga menggunakan strategi yang sama, yaitu memberi perhatian terhadap diskrepansi detail-detail pengisahan di sekitar narasi penyaliban dan kematian Yesus lalu menyimpulkan bahwa Yesus tidak mati melalui penyaliban. Termasuk juga Louay Fatoohi dalam bukunya: The Mystery of the Crucifixion. More

Tahun Penyaliban Yesus: Evaluasi Kritis “The Mystery of the Crucifixion”-nya Louay Fatoohi (Bab 4)

Comments Off on Tahun Penyaliban Yesus: Evaluasi Kritis “The Mystery of the Crucifixion”-nya Louay Fatoohi (Bab 4)

Untuk tahun penyaliban Yesus, dalam Bab 4 (p. 53-55) Fatoohi percaya bahwa peristiwa itu terjadi antara tahun 26 M – 36 M. Di dalam bab ini pun Fatoohi mengulangi klaim mengenai kontradiksi dan ketidaktepatan historis di dalam Kitab-kitab Injil. Ia menulis,

Because of the impreciseness and contradictions of the Gospel accounts of Jesus’ birth date and how long he live, all that can be said is that the Gospels imply that Jesus was killed during Pilate’s prefectship of Judea, which lasted from 26 to 36 CE (p. 53).

More

Mengapa Yesus Disalibkan? Siapa yang Bertanggung Jawab? Tinjauan Kritis “The Mystery of the Crucifixion”-nya Louay Fatoohi (Bab 3)

Comments Off on Mengapa Yesus Disalibkan? Siapa yang Bertanggung Jawab? Tinjauan Kritis “The Mystery of the Crucifixion”-nya Louay Fatoohi (Bab 3)

Masih dalam rubrik propaganda kontradiksi di sekitar the passion narratives, sebuah propaganda red herring,[1] Bab 3 dari “The Mystery of the Crucifixion” membahas dua isu penting dalam studi mengenai kematian Yesus di salib, yaitu siapa yang bertanggung jawab atas penyaliban Yesus dan mengapa Yesus disalibkan (pp. 39-52).

Fatoohi (p. 48) tampaknya mengikuti E.P. Sanders bahwa penyebab paling dekat yang memberi alasan mengapa Yesus dieksekusi adalah prediksi Yesus mengenai kehancuran Bait Suci (Mrk. 13:1-2; Mat. 24:1-2; Luk. 21:5-6) yang dijadikan salah satu tuduhan dalam pengadilan terhadap Yesus (Mrk. 14:58; Mat. 26:61). More

“The Passion Narratives” dan “Corpus Iuris” Yudaisme Rabbinik: Tinjauan Kritis “The Mystery of the Crucifixion”-nya Louay Fatoohi (Bab 2)

Comments Off on “The Passion Narratives” dan “Corpus Iuris” Yudaisme Rabbinik: Tinjauan Kritis “The Mystery of the Crucifixion”-nya Louay Fatoohi (Bab 2)

Bab 2 dari The Mystery of the Crucifixion (pp. 33-38), sama seperti Bab 1, masih bertujuan untuk memperlihatkan ketidakhandalan Passion Naratives dalam Injil-injil Kanonik. Berbeda dengan Bab 1 dimana Fatoohi mengklaim empat belas pokok kontradiktif atas perbandingan isi Kitab-kitab Injil itu sendiri, dalam Bab 2 Fatoohi mengklaim adanya kesalahan informasi mengenai tradisi Yahudi dalam Passion Narratives berdasarkan perbandingan dengan tradisi Rabbinik, khususnya prosedur-prosedur pengadilan dalam Misnah.[1] Di sini ia mencatat 10 poin presentasi tradisi pengadilan yang menurutnya berkontradiksi dengan prosedur pengadilan Yudaisme seperti yang terdapat dalam Misnah. Ia lalu menyimpulkan, “The Gospel narratives do not only contradict each other, as we saw in the previous chapter, but they are also at odds with known historical facts” (p. 38). More

Tinjauan Kritis “The Mystery of the Crucifixion”: Bab “Red Herring” (Bab 1)

Comments Off on Tinjauan Kritis “The Mystery of the Crucifixion”: Bab “Red Herring” (Bab 1)

Masih berhubungan dengan historisitas penyaliban Yesus yang sudah saya bahas dalam sejumlah tulisan terdahulu, kali ini saya akan membuat tinjauan kritis (critical review) terhadap buku yang ditulis oleh: Louay Fatoohi, The Mystery of the Crucifixion: The Attempt to Kill Jesus in the Qur’an, New Testament, and Historical Sources (Birmingham: Luna Plena Publishing, 2008), 147 pp. Fatoohi adalah seorang sarjana kelahiran Baghdad (iraq) yang beralih dari Kekristenan kepada Islam serta berdomisili di Inggris. Ia meraih gelar Bachelor of Science in phisics dari College of Science dan Doctor of Philosophy in astronomy dari Durham University. Kelihatannya bidang kepakaran Fatoohi  tidak terlalu cocok dengan isu yang ia bahas dalam buku ini. Namun dengan memperhitungkan ketertarikannya yang sangat luas terhadap The History of the Early Christianity (terindikasi pada judul dari sejumlah buku yang sebelumnya telah ia tulis) dan menggunakan the principle of charity, saya berharap menemukan interaksi yang mendalam terhadap primary sources dari isu ini serta penarikan kesimpulan yang sound dalam buku ini. More

%d bloggers like this: