Home

Diskrepansi Pengisahan dan Historisitas Penyaliban Yesus

Comments Off on Diskrepansi Pengisahan dan Historisitas Penyaliban Yesus

Akhir-akhir ini saya banyak menyimak rekaman-rekaman perdebatan mengenai penyaliban Yesus di Youtube. Saya mengamati sebuah strategi berargumen yang menarik dari kalangan apologet Muslim dalam rangka menolak historisitas (kesejarahan) penyaliban Yesus adalah dengan berkutat pada detail-detail pengisahan di sekitar narasi-narasi penyaliban Yesus dalam Kitab-kitab Injil. Mereka mengajukan detail-detail yang menurut mereka tidak harmonis satu sama lain, sebagai indikasi bahwa penyaliban Yesus tidak pernah terjadi.

Ada kekecualian, semisal Shabir Ally sama seperti Ahmed Deedat percaya bahwa Yesus disalib, namun tidak mati melalui penyaliban. Tetapi, pandangan Deedat dan Ally, bisa dikatakan bukan merupakan pandangan mayoritas Muslim. Meski demikian, Ally juga menggunakan strategi yang sama, yaitu memberi perhatian terhadap diskrepansi detail-detail pengisahan di sekitar narasi penyaliban dan kematian Yesus lalu menyimpulkan bahwa Yesus tidak mati melalui penyaliban. Termasuk juga Louay Fatoohi dalam bukunya: The Mystery of the Crucifixion. More

Pandangan Shabir Ally mengenai Penyaliban Yesus

Comments Off on Pandangan Shabir Ally mengenai Penyaliban Yesus

shabir allySetelah membuat ulasan deskriptif-evaluatif terhadap buku Reza Aslan, Zealot: The Life and Times of Jesus of Nazareth, saya terdorong untuk menulis tentang pandangan Shabir Ally tentang penyaliban Yesus. Sebagaimana Aslan, Ally pun adalah seorang muslim. Lebih tepatnya, Ally adalah seorang apologet Muslim yang perdebatannya dengan beberapa apologet Kristen pernah saya tonton secara online. Namun, tidak seperti Aslan yang menerima penyaliban Yesus dan kematian Yesus di atas salib sebagai “hard historical fact”, Ally hanya percaya bahwa Yesus memang disalibkan, namun tidak mati dalam penyaliban tersebut.

Dalam sebuah interview mengenai buku Aslan (di sini), Ally menyatakan bahwa More

%d bloggers like this: